Rendang Uni Lili Raih UMKM Pangan Award 2025 di TEI

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 27 Mei 2026 15:03 WIB 2
Rendang Uni Lili Raih UMKM Pangan Award 2025 di TEI

Rendang Uni Lili, produsen bumbu tradisional asal Solok Selatan, Sumatra Barat, meraih UMKM Pangan Award 2025 dari Kementerian Perdagangan pada ajang Trade Expo Indonesia 2025 di Jakarta, Senin (20/10/2025). Penghargaan itu menegaskan bahwa produk kuliner lokal dapat berinovasi, menjaga identitas daerah, dan bersaing di pasar global.

Founder Rendang Uni Lili, Ermaneli, menilai capaian tersebut menjadi dorongan bagi pelaku UMKM untuk terus mengembangkan produk berbasis kearifan lokal. Perusahaan kini memperkuat produksi, rantai pasok, dan strategi ekspor untuk membawa cita rasa rendang autentik ke pasar internasional.

Inovasi Rendang Uni Lili

Rendang Uni Lili dikenal sebagai pelopor bumbu rendang siap pakai dengan santan terpisah. Santan diolah menjadi minyak kelapa yang lebih stabil, sementara bumbu rempah tetap dijaga kesegarannya. Inovasi ini dirancang agar konsumen lebih praktis tanpa kehilangan cita rasa rendang khas Minang.

Ermaneli mengatakan, terobosan tersebut lahir dari kebutuhan menjaga keautentikan sekaligus efisiensi dalam penyajian. Produk ini memungkinkan proses memasak menjadi lebih ringkas, namun tetap menghadirkan rasa yang konsisten. Menurutnya, pendekatan itu membuat rendang lebih mudah diterima di berbagai pasar.

Penghargaan dari Kementerian Perdagangan memperkuat posisi perusahaan sebagai pelaku usaha kuliner yang mampu beradaptasi dengan tren modern. Capaian itu juga menjadi pengakuan atas kemampuan UMKM daerah dalam mengolah warisan kuliner menjadi produk bernilai tambah. Dengan begitu, rendang tidak hanya dipandang sebagai makanan tradisional, tetapi juga sebagai komoditas bisnis yang kompetitif.

Standar Mutu Dan Keamanan

Untuk menjaga kepercayaan konsumen, Rendang Uni Lili telah mengantongi sertifikat Halal, BPOM, HACCP, dan SNI. Beragam sertifikasi itu menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap kualitas dan keamanan pangan berstandar tinggi. Langkah tersebut penting untuk memperkuat daya saing di pasar domestik maupun luar negeri.

Selain fokus pada rendang daging, ayam, paru, dan ikan, perusahaan juga mengembangkan sambalado serta bumbu masak lainnya. Diversifikasi produk dilakukan agar pasar memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan konsumen. Strategi ini sekaligus memperluas peluang pertumbuhan bisnis di sektor pangan olahan.

Dengan standar mutu yang terjaga, perusahaan berupaya membangun kepercayaan jangka panjang dengan pembeli. Kualitas produk menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan ekspansi lintas pasar. Karena itu, penguatan sertifikasi dan pengawasan proses produksi terus dilakukan secara berkelanjutan.

Ekspansi Lewat Platform Digital

Rendang Uni Lili telah mencatat kinerja positif di pasar lokal melalui Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop. Penjualan lewat platform digital membantu produk menjangkau konsumen yang lebih luas dengan biaya distribusi yang efisien. Kanal daring juga menjadi sarana penting untuk membangun merek di tengah persaingan produk pangan yang ketat.

Setelah menguat di pasar dalam negeri, perusahaan kini menyiapkan ekspansi global melalui platform Alibaba. Langkah itu dipilih untuk membuka akses ke pembeli lintas negara dan memperluas jaringan perdagangan internasional. Dengan dukungan ekosistem digital, pelaku UMKM memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar ekspor.

Ermaneli menilai transformasi digital menjadi bagian penting dari pertumbuhan usaha pangan masa kini. Menurutnya, keberhasilan di pasar online menunjukkan bahwa produk lokal memiliki daya tarik yang kuat. Jika dikelola dengan konsisten, strategi digital dapat menjadi jembatan menuju pasar global.

Dukungan Pemerintah Dan Pasar

Pemerintah mendukung langkah ekspansi tersebut melalui fasilitasi ekspor dan akses ke ritel modern bagi para pemenang UMKM Pangan Award 2025. Dukungan itu diharapkan mempercepat penetrasi produk lokal ke jaringan distribusi yang lebih luas. Dalam konteks ini, kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah menjadi faktor penting dalam peningkatan daya saing nasional.

Ermaneli menyebut perusahaan tengah memperkuat kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan yang lebih besar. Di saat yang sama, inovasi berkelanjutan terus dijaga untuk menyesuaikan kebutuhan pasar global. Menurutnya, keberhasilan ekspor membutuhkan kesiapan operasional yang stabil dan konsisten.

Keberhasilan Rendang Uni Lili mencerminkan besarnya potensi UMKM kuliner Indonesia dalam memperluas pasar. Produk berbasis tradisi dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi bila didukung inovasi, mutu, dan akses pasar yang tepat. Dari Solok Selatan, rendang kini bergerak menuju panggung kuliner dunia.

Tag Terkait
#UMKM#rendang#ekspor

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!