Rendang Uni Lili Raih UMKM Pangan Award 2025

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 29 Mei 2026 03:28 WIB 2
Rendang Uni Lili Raih UMKM Pangan Award 2025

Rendang Uni Lili, produsen bumbu tradisional asal Solok Selatan, Sumatra Barat, meraih UMKM Pangan Award 2025 dari Kementerian Perdagangan pada ajang Trade Expo Indonesia 2025. Penghargaan itu menegaskan bahwa produk kuliner lokal dapat tumbuh dengan inovasi, sekaligus bersaing di pasar global.

Founder Rendang Uni Lili, Ermaneli, menyebut penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi pelaku UMKM untuk terus mengembangkan produk berbasis kearifan lokal. Menurut dia, cita rasa rendang autentik yang dibawa dari daerah dapat diterima secara internasional tanpa kehilangan identitas asalnya.

Inovasi Rendang Uni Lili

Rendang Uni Lili dikenal sebagai pelopor bumbu rendang siap pakai dengan santan terpisah. Santan diolah menjadi minyak kelapa yang lebih stabil, sementara bumbu rempah tetap dijaga kesegarannya.

Inovasi itu dirancang untuk mempertahankan cita rasa rendang khas Minang. Pada saat yang sama, produk ini dibuat agar lebih efisien dan praktis bagi konsumen.

Model pengolahan tersebut juga menjadi nilai tambah di tengah persaingan produk pangan olahan. Dengan pendekatan ini, Rendang Uni Lili mampu menawarkan keaslian rasa dan kemudahan penggunaan dalam satu kemasan.

Sertifikasi dan mutu produk

Perusahaan telah mengantongi sertifikat Halal, BPOM, HACCP, dan SNI. Kelengkapan sertifikasi ini menunjukkan komitmen terhadap kualitas serta keamanan pangan.

Standar tersebut menjadi penting ketika produk ingin menembus pasar yang lebih luas. Konsumen, baik di dalam negeri maupun luar negeri, cenderung menilai serius aspek mutu dan keamanan.

Selain menjaga standar produksi, perusahaan juga memperluas variasi produk. Saat ini, Rendang Uni Lili memiliki varian rendang daging, ayam, paru, dan ikan, serta mengembangkan sambalado dan bumbu masak lainnya.

Langkah ekspansi global

Setelah mencatat kinerja positif di pasar lokal melalui Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop, perusahaan menyiapkan ekspansi global lewat Alibaba. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas jangkauan pasar secara digital.

Platform lintas negara dinilai membuka peluang lebih besar bagi produk pangan Indonesia. Dengan kanal distribusi yang tepat, produk lokal dapat menjangkau konsumen internasional secara lebih cepat.

Ermaneli menegaskan perusahaan terus memperkuat rantai pasok, kapasitas produksi, dan inovasi berkelanjutan. Ia meyakini kesiapan operasional menjadi kunci agar produk lokal mampu bersaing di pasar dunia.

Dukungan pemerintah dan pasar

Pemerintah turut mendukung langkah ekspansi tersebut melalui fasilitasi ekspor dan akses ritel modern. Dukungan ini diberikan kepada pemenang UMKM Pangan Award 2025 agar dapat naik kelas.

Fasilitasi itu diharapkan mempercepat penetrasi produk ke pasar yang lebih luas. Dalam konteks ini, sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah menjadi faktor penting untuk memperkuat daya saing nasional.

Keberhasilan Rendang Uni Lili mencerminkan potensi besar UMKM kuliner Indonesia di pasar global. Produk berbasis tradisi terbukti mampu menjadi komoditas bernilai tinggi ketika dikelola dengan inovasi dan standar mutu yang kuat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!