8.736 Site Telekomunikasi di Sumatra Terdampak Padam Listrik

Teknologi BRH 29 Mei 2026 04:42 WIB 2
8.736 Site Telekomunikasi di Sumatra Terdampak Padam Listrik

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebut ribuan menara telekomunikasi di Pulau Sumatra terdampak pemadaman listrik yang dilakukan PLN pada 22 Mei 2026. Gangguan itu memengaruhi layanan seluler, telepon, dan internet di sejumlah wilayah, setelah base transceiver station kehilangan pasokan daya.

Berdasarkan data Komdigi hingga 23 Mei 2026 pukul 12.00 WIB, sebanyak 8.736 site telekomunikasi masih terdampak. Jumlah itu turun 1.410 site dalam 12 jam terakhir, sementara pemulihan jaringan terus dilakukan secara bertahap bersama operator seluler dan pemerintah daerah.

Gangguan Telekomunikasi Sumatra

Komdigi menjelaskan pemadaman listrik membuat sejumlah BTS mengalami gangguan operasional karena pasokan daya terputus. Kondisi tersebut berdampak langsung pada stabilitas layanan telekomunikasi di berbagai daerah.

Gangguan jaringan tercatat terjadi di 10 provinsi dan 118 kabupaten/kota. Wilayah terdampak meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Komdigi menyebut jumlah site yang sempat down mencapai 10.146 pada 23 Mei 2026 pukul 00.00 WIB. Angka itu kemudian turun menjadi 8.736 site pada pukul 12.00 WIB setelah proses pemulihan berjalan.

Pemadaman listrik di Sumatra menjadi salah satu gangguan infrastruktur digital terbesar dalam periode tersebut. Dampaknya dirasakan luas karena menara telekomunikasi sangat bergantung pada suplai listrik yang stabil.

Sebaran Site Paling Terdampak

Komdigi memaparkan sebaran menara telekomunikasi yang terdampak paling besar berada di Sumatra Utara. Di provinsi itu tercatat 5.493 site atau setara 51,71 persen dari total site terdampak.

Aceh berada di posisi berikutnya dengan 1.904 site terdampak, atau 48,13 persen dari total yang dilaporkan untuk wilayah tersebut. Sumatra Barat juga terdampak dengan 565 site, setara 13,95 persen.

Data itu menunjukkan gangguan listrik tidak hanya berpengaruh pada satu wilayah, melainkan menyebar di banyak provinsi. Komdigi menegaskan pembaruan data akan terus dilakukan secara berkala sesuai perkembangan di lapangan.

Informasi sebaran ini menjadi acuan untuk menentukan prioritas pemulihan layanan. Daerah dengan kepadatan site tinggi cenderung membutuhkan respons lebih cepat agar konektivitas masyarakat segera kembali normal.

Langkah Pemulihan Layanan

Komdigi mengatakan proses pemulihan dilakukan melalui monitoring kondisi jaringan dan koordinasi intensif dengan operator seluler. Lembaga itu juga berkomunikasi dengan Balai Monitor SFR serta Diskominfo daerah untuk memastikan penanganan berjalan serentak.

Pengawasan terhadap proses pemulihan layanan dilakukan agar site yang masih terdampak dapat segera kembali aktif. Pemerintah ingin memastikan layanan komunikasi publik tetap tersedia, terutama di wilayah yang masih mengalami gangguan.

Operator seluler turut mengirim genset ke BTS terdampak untuk menjaga pasokan listrik sementara. Selain itu, penyediaan daya cadangan dan pengawalan distribusi bahan bakar genset juga dilakukan agar pemulihan tidak terhambat.

Komdigi menyebut site penting menjadi prioritas dalam penanganan, karena berkaitan langsung dengan layanan masyarakat. Upaya ini diharapkan mempercepat normalisasi komunikasi di daerah yang paling parah terdampak.

Fokus Pada Layanan Publik

Gangguan telekomunikasi di Sumatra menegaskan pentingnya ketahanan infrastruktur digital saat terjadi krisis listrik. Ketika pasokan daya terganggu, dampaknya segera merembet ke layanan publik yang bergantung pada jaringan komunikasi.

Dalam situasi seperti ini, koordinasi lintas lembaga menjadi kunci untuk mempercepat pemulihan. Komdigi, operator seluler, dan pemerintah daerah perlu menjaga alur informasi agar penanganan tetap terarah.

Publik juga menunggu kepastian pemulihan layanan di wilayah yang masih mengalami gangguan. Karena itu, pembaruan data secara berkala menjadi penting untuk memberi gambaran yang jelas mengenai progres penanganan.

Komdigi memastikan pemulihan akan terus dipantau hingga layanan kembali stabil. Pemerintah berharap kondisi jaringan di Sumatra dapat normal seiring perbaikan pasokan listrik dan dukungan teknis dari seluruh pihak terkait.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!