Rendang Uni Lili, produsen bumbu rendang asal Solok Selatan, Sumatera Barat, meraih UMKM Pangan Award 2025 dari Kementerian Perdagangan pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2025. Penghargaan ini menandai pengakuan atas kiprah UMKM pangan Indonesia mampu bersaing di pasar global melalui inovasi produk. Founder Ermaneli menyatakan penghargaan ini menjadi dorongan untuk terus mengembangkan produk berbasis kearifan lokal dan memperluas ekspor.
Acara TEI 2025 menampilkan rendang siap pakai dengan santan terpisah, inovasi yang diyakini dapat mempertahankan cita rasa autentik. Ermaneli menilai produk berbasis kearifan lokal memiliki potensi besar menembus pasar internasional. Kebijakan pemerintah didorong melalui fasilitas ekspor dan akses ritel modern bagi pemenang UMKM Pangan Award 2025.
Inovasi dan Ekspansi Global
Rendang Uni Lili dikenal sebagai pelopor bumbu rendang siap pakai dengan santan terpisah. Santan diolah menjadi minyak kelapa yang lebih stabil sehingga kemasan lebih awet. Bumbu rempah tetap terjaga kesegarannya, menjaga cita rasa autentik rendang Minang.
Inovasi ini dinilai mampu mempertahankan cita rasa autentik rendang khas Minangkabau. Kebutuhan praktis bagi konsumen rumah tangga maupun kalangan usaha meningkatkan efisiensi operasional. Penerapan teknologi sederhana pada proses produksi juga memperkuat daya saing produk.
Perusahaan telah mengantongi sertifikat Halal, BPOM, HACCP, dan SNI sebagai bukti komitmen kualitas dan keamanan pangan. Varian rendang mencakup daging, ayam, paru, dan ikan, dengan tambahan sambalado serta bumbu masak lainnya. Langkah ini memperkuat posisi Rendang Uni Lili sebagai produk kuliner lokal yang siap ekspor.
Setelah kinerja positif di pasar lokal melalui platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop, Rendang Uni Lili menarget ekspansi global. Rencana ekspansi dilakukan melalui Alibaba untuk menjangkau pasar internasional. Pemerintah turut mendukung melalui fasilitasi ekspor dan akses ritel modern bagi pemenang UMKM Pangan Award 2025.
Ermaneli menegaskan perusahaan sedang memperkuat rantai pasok dan kapasitas produksi. Inovasi berkelanjutan menjadi bagian dari strategi yang responsif terhadap tren kuliner global. Dengan dukungan pemerintah, peluang masuk pasar global semakin terbuka bagi produk-produk lokal.
Keberhasilan Rendang Uni Lili menggambarkan potensi besar UMKM kuliner Indonesia untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing pangan nasional. Cerita ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha, pelaku industri, dan kebijakan publik. Sinyal positif ini diharapkan mendorong inovasi dan peningkatan kualitas produk pangan nasional.
