Rencana IPO Denera Dorong WtE Jadi Energi Sampah Terbesar

Forex & Saham Kevin S. Pratama 14 Mei 2026 00:38 WIB 12
Rencana IPO Denera Dorong WtE Jadi Energi Sampah Terbesar

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, atau Danantara, berencana membawa perusahaan BUMN di sektor waste to energy untuk melantai di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan yang dimaksud adalah PT Daya Energi Bersih Nusantara, atau Denera, yang dibentuk pada 1 April 2026. Rencana ini diungkap dalam acara Investor Relations Forum di BEI Jakarta Selatan pada Senin, 11 Mei 2026, oleh Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir.

Investasi di sektor WtE diperkirakan menembus US$5 miliar atau sekitar Rp87,07 triliun, dengan kurs Rp17.415 per dolar. Pandu Sjahrir menegaskan bahwa setelah arus kas tersedia, target 2028 akan menjadi momen bagi Denera untuk menjadi perusahaan Tbk. Ia menekankan peluang listing sangat terbuka seiring minat investor pada proyek WtE di Indonesia.

Rencana IPO Denera

Danantara menilai Denera berpotensi menjadi pengelola WtE yang melantai di BEI. Proses listing diperkirakan akan dilakukan setelah arus kas yang konsisten tersedia. Denera memiliki porsi saham 30% pada fasilitas PSEL, sementara mitra proyek memegang 70%.

Rencana ini memposisikan Denera sebagai pilar utama dalam upaya meningkatkan pengelolaan sampah melalui energi. Kerja sama dengan investor asing dan lokal diatur untuk membiayai proyek WtE. Dengan target cashflow di 2028, listing di BEI menjadi milestone penting.

Pandu Sjahrir menjelaskan bahwa upaya ini akan menjadikan Denera salah satu WtE terbesar di dunia jika terealisasi. Beberapa faktor pendukung mencakup dukungan kebijakan, kemitraan, dan kapasitas proyek. Jika disetujui, rencana ini dapat menjadi katalis bagi pengembangan energi bersih di Indonesia.

Proyek WtE

Danantara menyatakan ada 33 proyek WtE senilai US$5 miliar yang akan dikerjakan Denera. Proyek ini melibatkan kerja sama antara pihak asing dan lokal. Denera akan berperan sebagai pengelola utama fasilitas PSEL.

Proyek WtE ini direncanakan melalui skema pengolahan seperti DPSR, DPS3R, dan DPST. Pembagian kepemilikan proyek didesain 30% untuk Denera dan 70% untuk mitra. Proses negosiasi kemitraan dan lokasi proyek akan menjadi fokus berikutnya.

Keberhasilan proyek diharapkan memperbaiki tata kelola sampah dan menghasilkan energi listrik. Keikutsertaan investor asing dan lokal dipandang sebagai kunci pembiayaan jangka panjang. Langkah ini berpotensi menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat WtE global.

Katalis Investasi

Investasi di sektor WtE dinilai menarik bagi investor global, dengan potensi imbal hasil jangka panjang. Rencana listing Denera dipandang sebagai katalis bagi pertumbuhan energi bersih dan manajemen sampah. Hal ini diharapkan dapat memperkuat dinamika pasar energi dan infrastruktur nasional.

Pandu Sjahrir menekankan sinergi antara kebijakan pemerintah, kelayakan keuangan, dan kemitraan internasional. Penekanan pada cashflow 2028 diharapkan meningkatkan profil risiko proyek di mata investor. Komitmen terhadap kepatuhan dan transparansi menjadi syarat utama menarik pembiayaan.

Denera sebagai entitas BUMN akan memperbaiki tata kelola pengelolaan sampah mulai dari pengumpulan hingga penerapan DPSR, DPS3R, dan DPST. Langkah ini dianggap mampu memperkuat infrastruktur sampah menjadi energi listrik. Keberadaan proyek WtE diprediksi memicu investasi tambahan di sektor energi bersih nasional.

Tag Terkait
#WtE#Investasi#BEI

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!