Ratu Sofya Tegaskan Masalah Keluarga Tak Boleh Jadi Konsumsi Publik

Lifestyle Anindya Kirana Putri 27 Mei 2026 16:04 WIB 3
Ratu Sofya Tegaskan Masalah Keluarga Tak Boleh Jadi Konsumsi Publik

Ratu Sofya akhirnya buka suara usai rumah produksi HAS Pictures, milik Haldy Sabri dan Irish Bella, melayangkan somasi terkait dugaan penolakan promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan. Polemik yang semula berkaitan dengan keberatan atas adegan intim itu kini melebar ke persoalan keluarga dan memicu perhatian publik.

Saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu, 23 Mei 2026, Ratu menegaskan bahwa urusan pribadinya dengan keluarga seharusnya tidak dibawa ke ruang publik. Ia juga mengaku lelah karena persoalan tersebut terus berlarut dan semakin bercampur dengan isu lain di luar proyek film.

Ratu Sofya soroti privasi

Ratu Sofya menekankan bahwa masalah keluarga seharusnya diselesaikan secara tertutup. Menurut dia, persoalan pribadi tidak semestinya menjadi konsumsi publik.

Ia menyampaikan hal itu dengan nada tenang saat menjawab pertanyaan awak media. Ratu juga menilai, keterbukaan yang terjadi saat ini bukan berasal dari keinginannya sendiri.

Baginya, situasi yang berkembang telah melampaui batas persoalan awal. Kondisi tersebut membuat dirinya harus memberikan penjelasan di hadapan publik.

Ratu menilai perhatian media terhadap konflik pribadi justru memperumit keadaan. Karena itu, ia berharap pihak terkait dapat lebih bijak dalam menyikapi masalah yang ada.

Awal proyek tak diurai

Ketika ditanya soal awal mula menerima proyek film tersebut, Ratu memilih tidak menjelaskan detail. Ia mengatakan tidak ingin memperpanjang polemik yang sudah telanjur ramai.

Ratu mengaku lelah menghadapi situasi yang menurutnya semakin berlapis. Ia menyebut masalah keluarga dan pekerjaan kini bercampur dalam satu perdebatan yang sulit dipisahkan.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak berniat membuka urusan pribadi ke media. Namun, menurut dia, keadaan berubah karena pihak HAS Pictures lebih dulu membawa persoalan itu ke ruang publik.

Akibatnya, Ratu merasa perlu menyampaikan pernyataan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Meski demikian, ia tetap menjaga agar penjelasannya tidak melebar ke ranah yang lebih sensitif.

Soal honor belum dibuka

Terkait kabar honor bernilai ratusan juta rupiah yang disebut berada di tangan orang tuanya, Ratu memilih irit bicara. Ia tidak memberikan penjelasan rinci mengenai isu tersebut.

Ratu menegaskan bahwa persoalan itu merupakan ranah pribadi. Karena itu, ia merasa tidak berwenang untuk membuka informasi lebih jauh di hadapan publik.

Ia juga menyebut bahwa jika ada pihak lain yang membahas detail tersebut, hal itu bukan berasal dari dirinya. Ratu menilai ada batas yang perlu dijaga dalam menyampaikan masalah keluarga.

Dalam kesempatan itu, Ratu mengarahkan seluruh pertanyaan kepada kuasa hukumnya. Sikap tersebut menunjukkan bahwa ia ingin penanganan kasus dilakukan secara lebih terukur.

Kuasa hukum ambil alih

Ratu Sofya menegaskan bahwa jawaban atas pertanyaan terkait somasi dan persoalan lain akan disampaikan oleh kuasa hukumnya. Ia memilih untuk tidak menambah penjelasan yang bisa memicu tafsir baru.

Sikap itu diambil agar pembahasan tidak semakin meluas ke ranah yang lebih sensitif. Ratu tampak berupaya menjaga agar konflik yang ada tidak makin terbuka di ruang publik.

Ia juga menilai setiap pihak perlu menghormati batas privasi yang masih dijaganya. Bagi Ratu, penyelesaian terbaik adalah melalui jalur yang tepat dan tidak menambah kegaduhan.

Dengan pernyataan tersebut, Ratu berharap polemik yang menyeret nama dirinya dan HAS Pictures bisa mereda. Ia ingin fokus pada penyelesaian yang proporsional, tanpa terus membuka masalah keluarga ke hadapan publik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!