Ratu Sofya Disomasi HAS Pictures Usai Tolak Promosi Film

Lifestyle Anindya Kirana Putri 27 Mei 2026 15:23 WIB 3
Ratu Sofya Disomasi HAS Pictures Usai Tolak Promosi Film

Aktris Ratu Sofya menjadi sorotan setelah rumah produksi HAS Pictures, milik Haldy Sabri dan Irish Bella, melayangkan somasi terkait penolakannya untuk ikut promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan. Polemik ini mencuat usai potongan podcast Ratu Sofya viral, terutama setelah ia menyinggung ketidaknyamanan saat menjalani adegan intim dalam film tersebut.

Di sisi lain, pihak produksi menilai sejak awal sudah ada penjelasan detail soal isi film, termasuk kesiapan menggunakan body double demi kenyamanan pemain. Keluarga Ratu Sofya juga turun tangan memberikan penjelasan, sekaligus membantah anggapan bahwa sang aktris dipaksa menerima proyek tersebut demi kepentingan keluarga.

Ratu Sofya dan Somasi Film

Perwakilan HAS Pictures, Reza Aditya, mengatakan pihak produksi telah menjelaskan isi cerita sejak tahap awal. Menurut dia, penjelasan itu disampaikan secara terbuka sebelum proses syuting dimulai. Ia juga menyebut sempat disiapkan body double untuk menjaga kenyamanan pemain.

Reza menuturkan, pada awalnya ayah Ratu Sofya sempat keberatan setelah membaca sinopsis film. Keberatan itu muncul karena ada bagian cerita yang dinilai sensitif. Namun, menurut Reza, penjelasan lanjutan membuat keluarga memahami konteks adegan dalam film.

Ia menyatakan bahwa proses komunikasi berjalan cukup panjang sebelum proyek itu benar-benar disetujui. Pihak produksi, kata dia, bahkan menggelar konferensi pers untuk menjelaskan detail film kepada awak media. Langkah itu dilakukan agar tidak ada salah paham terkait isi cerita dan kebutuhan peran.

Meski demikian, persoalan baru muncul ketika masa promosi film dimulai. HAS Pictures mengaku terkejut karena Ratu Sofya disebut tidak menyetujui sejumlah ajakan promosi di media sosial. Kondisi itu kemudian memicu ketegangan di antara pihak rumah produksi dan sang aktris.

Keluarga Ratu Sofya Angkat Bicara

Ibunda Ratu Sofya, Intan Masthura, menjelaskan bahwa suaminya sempat menolak tawaran film tersebut pada awalnya. Penolakan itu terjadi setelah sang ayah membaca sinopsis yang memuat adegan yang dianggap kurang nyaman. Namun, keberatan tersebut disebut mereda setelah ada penjelasan soal penggunaan body double.

Intan mengatakan suaminya akhirnya menyetujui proyek itu setelah pihak produksi menjelaskan bahwa adegan sensitif tidak dilakukan secara langsung. Ia menyebut penjelasan tersebut diberikan dengan terbuka dalam forum resmi sebelum syuting berjalan. Setelah itu, keluarga menilai proyek tersebut masih dapat diterima.

Menurut Intan, keputusan menerima film itu juga dipengaruhi oleh kualitas cerita yang dianggap memiliki pesan moral. Ratu Sofya, kata dia, menilai kisah dalam film tersebut menarik dan bermanfaat sebagai pelajaran hidup. Karena itu, keluarga akhirnya memberi izin agar sang putri mengambil peran tersebut.

Intan juga membantah tudingan bahwa dirinya dan sang suami memaksa Ratu Sofya untuk menerima proyek itu. Ia menegaskan ada bukti dokumentasi yang menunjukkan proses komunikasi sejak awal. Bukti itu, menurut dia, mencakup rekaman saat konferensi pers dan momen saat syuting berlangsung.

Penjelasan HAS Pictures

Co-produser HAS Pictures, Putri, menegaskan adegan dalam film tidak mengandung unsur vulgar. Ia menyebut para pemain tetap memakai busana dan tidak ada adegan ciuman. Menurut dia, penjelasan itu sudah diberikan sejak proses reading.

Putri mengatakan selama reading, syuting, hingga pengambilan foto poster, tidak pernah ada persoalan berarti dari pihak Ratu Sofya. Ia juga menyebut tim produksi sempat kembali bertemu untuk keperluan pengambilan suara dan foto promosi. Seluruh rangkaian itu, kata dia, berjalan lancar dan aman.

Namun, situasi berubah ketika masa promosi dimulai dan sejumlah ajakan kolaborasi di media sosial tidak mendapat persetujuan. Tim produksi mengaku telah menandai akun Ratu Sofya untuk kebutuhan promosi, tetapi tidak mendapat respons. Kondisi itu kemudian memunculkan kebingungan di internal produksi.

Reza Aditya menambahkan bahwa pihaknya merasa kaget setelah mendengar pengakuan Ratu Sofya dalam podcast yang viral. Ia menilai pernyataan itu bertolak belakang dengan proses reading dan komunikasi sebelumnya. Karena itu, polemik ini melebar dari persoalan promosi menjadi isu kepercayaan antara pemain dan rumah produksi.

Viral Podcast Picu Polemik

Polemik makin besar setelah pengakuan Ratu Sofya dalam sebuah podcast tersebar luas di media sosial. Dalam tayangan itu, ia menyebut harus bermain dalam film yang memiliki adegan tidak pantas demi kebutuhan keluarga. Pernyataan tersebut langsung memancing reaksi publik.

Ratu Sofya juga mengaku hasil kerjanya selama ini digunakan untuk membantu keluarga besar. Ia menyebut ada keluarga inti dan anggota keluarga lain yang membutuhkan biaya pendidikan serta pengobatan. Pengakuan itu membuat pembahasan publik bergeser ke persoalan beban ekonomi keluarga artis muda.

Di tengah ramainya komentar, rumah produksi menegaskan bahwa proses kerja di lapangan sudah dilakukan secara hati-hati. Mereka mengklaim telah mempertimbangkan kenyamanan pemain sejak casting hingga promosi. Karena itu, tudingan adanya paksaan dinilai tidak sesuai dengan rangkaian komunikasi yang berlangsung.

Sampai saat ini, polemik antara Ratu Sofya dan HAS Pictures masih menyisakan banyak pertanyaan publik. Keduanya memiliki versi masing-masing terkait proses persetujuan film dan promosi. Kasus ini menunjukkan pentingnya komunikasi terbuka antara pemain, keluarga, dan rumah produksi sejak awal proyek dijalankan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!