RUPS PTDI Ubah Susunan Pengurus dan Dongkrak Kinerja

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 27 Mei 2026 16:45 WIB 2
RUPS PTDI Ubah Susunan Pengurus dan Dongkrak Kinerja

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menyetujui perubahan susunan pengurus perusahaan dalam agenda yang digelar pada Selasa, 26 Mei 2026. Keputusan tersebut mencakup penyesuaian nomenklatur jabatan direksi, pengangkatan pejabat baru, serta perubahan di jajaran dewan komisaris.

Langkah ini diumumkan seiring dengan capaian kinerja PTDI sepanjang 2025 yang disebut menjadi fondasi penguatan posisi perusahaan sebagai industri strategis nasional. Perseroan juga mencatat laba bersih yang meningkat 345,97 persen dibandingkan realisasi tahun buku 2024.

Perubahan Direksi PTDI

RUPS menetapkan perubahan nomenklatur jabatan pada jajaran direksi PTDI. Jabatan Direktur Niaga, Teknologi, dan Pengembangan diubah menjadi Direktur Niaga dan Pengembangan. Posisi tersebut tetap dijabat oleh Moh Arif Faisal. Sementara itu, jabatan Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM diubah menjadi Direktur Keuangan dan SDM yang dijabat Dhias Widhiyati.

RUPS juga mengangkat Ony Arifianto sebagai Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko. Penunjukan ini menjadi bagian dari penyegaran organisasi di tengah kebutuhan penguatan tata kelola dan pengembangan bisnis. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung arah transformasi perusahaan. PTDI ingin memperkuat struktur manajemen agar lebih adaptif terhadap dinamika industri dirgantara.

Dalam susunan baru itu, Gita Amperiawan tetap menjabat Direktur Utama PTDI. Dena Hendriana juga tetap memimpin lini produksi sebagai Direktur Produksi. Dengan komposisi tersebut, perseroan mempertahankan kesinambungan kepemimpinan di tengah agenda penguatan kinerja. Perubahan yang dilakukan lebih menitikberatkan pada efektivitas fungsi strategis perusahaan.

Pengurus baru diharapkan mampu mempercepat pengambilan keputusan di bidang niaga, teknologi, dan manajemen risiko. PTDI menilai penyegaran ini sejalan dengan kebutuhan industri pertahanan nasional yang semakin kompetitif. Selain itu, pembaruan struktur dinilai mendukung fokus perusahaan pada efisiensi operasional. Perusahaan juga menargetkan penguatan kapabilitas berbasis teknologi tinggi.

Susunan Komisaris Baru

Selain direksi, RUPS juga menetapkan perubahan pada jajaran Dewan Komisaris PTDI. Posisi Wakil Komisaris Utama kini dijabat Bagus Puruhito menggantikan Bonar H Hutagaol. RUPS turut mengangkat Erwin Dimas sebagai Komisaris. Keputusan ini menjadi bagian dari penyegaran pengawasan perusahaan.

Komposisi komisaris yang baru diharapkan memperkuat fungsi pengawasan terhadap strategi bisnis dan operasional perseroan. Dalam sektor industri pertahanan, peran komisaris dinilai penting untuk menjaga arah kebijakan tetap selaras dengan tujuan jangka panjang. PTDI membutuhkan pengawasan yang kuat agar setiap pengembangan bisnis berjalan sesuai rencana. Karena itu, susunan baru dianggap relevan dengan tantangan perusahaan ke depan.

Saat ini, susunan komisaris PTDI terdiri atas M Tonny Harjono sebagai Komisaris Utama. Bagus Puruhito menjabat Wakil Komisaris Utama, Yusron Ihza sebagai Komisaris Independen, dan Erwin Dimas sebagai Komisaris. Struktur tersebut menjadi landasan penguatan tata kelola perusahaan. Komposisi ini juga mencerminkan penyesuaian terhadap kebutuhan organisasi yang terus berkembang.

Perubahan di jajaran pengawas ini menandai komitmen perusahaan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas. Dalam industri yang padat teknologi, sinergi antara direksi dan komisaris menjadi faktor penting. PTDI menempatkan tata kelola sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan. Dengan begitu, arah bisnis perseroan dapat tetap konsisten dan terukur.

Kinerja 2025 Menguat

Direktur Niaga dan Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal, menyebut capaian kinerja tahun 2025 menjadi fondasi penting bagi penguatan posisi perusahaan. Ia menilai PTDI semakin solid sebagai industri strategis nasional yang adaptif dan kompetitif. Perseroan juga diarahkan untuk terus berbasis pada penguasaan teknologi tinggi. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis pada Rabu, 27 Mei 2026.

PTDI mencatat laba bersih yang melonjak 345,97 persen dibandingkan realisasi tahun buku 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan adanya perbaikan pada kinerja operasional dan bisnis perusahaan. Penguatan kapabilitas engineering dan produksi disebut menjadi salah satu pendorong utama. Selain itu, kolaborasi strategis dengan ekosistem industri pertahanan nasional turut memberi kontribusi.

Holding DEFEND ID juga disebut menjadi bagian penting dari penguatan ekosistem tersebut. Melalui sinergi itu, PTDI berupaya meningkatkan daya saing dan kapasitas produksi. Perusahaan menilai kerja sama lintas entitas memberi efek positif terhadap performa bisnis. Karena itu, strategi kolaboratif akan terus dilanjutkan pada periode berikutnya.

Kinerja yang membaik membuat PTDI memiliki ruang lebih besar untuk memperkuat ekspansi dan inovasi. Perusahaan menargetkan efisiensi sekaligus peningkatan nilai tambah dari setiap program yang dijalankan. Penguatan fondasi bisnis menjadi prioritas agar pertumbuhan lebih berkelanjutan. Dengan hasil tersebut, PTDI masuk ke fase pengembangan yang lebih agresif namun tetap terukur.

Arah Bisnis Dirgantara

PTDI menegaskan akan terus memperkuat penguasaan teknologi dirgantara nasional. Langkah ini ditempuh untuk mendukung kemandirian pertahanan Indonesia. Di saat yang sama, perusahaan ingin meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global. Arah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan.

Fokus pada teknologi dinilai penting karena industri dirgantara membutuhkan investasi besar dan kemampuan rekayasa tinggi. PTDI melihat penguasaan teknologi sebagai syarat utama untuk mempertahankan relevansi bisnis. Tanpa penguatan di bidang ini, kapasitas produksi dan inovasi akan sulit berkembang. Oleh sebab itu, perusahaan menempatkan teknologi sebagai prioritas utama.

Selain teknologi, tata kelola dan pengembangan sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. PTDI menilai keduanya harus berjalan beriringan agar transformasi perusahaan tidak berhenti di level struktur. Pembaruan pengurus diharapkan menjadi langkah awal untuk mempercepat agenda tersebut. Kinerja yang kuat akan sulit dipertahankan tanpa organisasi yang lincah dan profesional.

Dengan susunan pengurus baru dan pertumbuhan laba yang signifikan, PTDI memasuki fase penting dalam penguatan industri dirgantara nasional. Perseroan berupaya menjaga momentum agar dapat memberi kontribusi lebih besar bagi pertahanan dan ekonomi nasional. Dukungan dari ekosistem industri disebut akan tetap dibutuhkan. Ke depan, PTDI menargetkan pertumbuhan yang lebih kokoh, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!