Ratu Sofya Disomasi HAS Pictures, Ini Penjelasan Keluarga

Lifestyle Nadia Safira Putri 23 Mei 2026 05:34 WIB 6
Ratu Sofya Disomasi HAS Pictures, Ini Penjelasan Keluarga

Polemik antara aktris Ratu Sofya dan rumah produksi HAS Pictures mencuat ke publik setelah pernyataan sang aktris dalam sebuah podcast viral di media sosial. Persoalan itu berkaitan dengan penolakannya ikut promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan, serta pengakuannya soal ketidaknyamanan menjalani adegan intim dalam proyek tersebut.

Di tengah sorotan publik, pihak keluarga dan rumah produksi sama-sama buka suara untuk meluruskan kronologi. HAS Pictures menegaskan sejak awal penjelasan soal adegan sudah disampaikan secara terbuka, sementara ibunda Ratu Sofya menyebut keputusan sang putri terlibat dalam film itu diambil setelah keluarga memahami isi cerita dan adanya body double.

Ratu Sofya dan polemik film

Nama Ratu Sofya menjadi perhatian setelah pengakuannya di podcast viral memicu perdebatan publik. Dalam pernyataannya, ia menyinggung beban pekerjaan dan adanya adegan yang dianggap tidak pantas demi kebutuhan keluarga.

Ucapan tersebut kemudian memunculkan reaksi dari pihak rumah produksi yang merasa keterangan sang aktris bertolak belakang dengan proses awal produksi. HAS Pictures menyebut komunikasi terkait isi film sudah dilakukan sejak tahap awal, termasuk saat pembacaan naskah.

Kontroversi itu berkembang setelah Ratu Sofya juga disebut menolak terlibat dalam promosi film. Kondisi ini membuat hubungan profesional antara pihak pemain dan rumah produksi ikut menjadi sorotan.

Isu tersebut kian ramai karena melibatkan aspek keluarga, pekerjaan, dan etika dalam proses produksi film. Publik pun menunggu penjelasan yang lebih lengkap dari semua pihak yang terlibat.

Kronologi penjelasan rumah produksi

Perwakilan HAS Pictures, Reza Aditya, menjelaskan bahwa sejak awal pihak produksi sudah memberikan keterangan detail mengenai adegan dalam film. Menurut dia, penjelasan itu disampaikan agar para pemain memahami konteks cerita sebelum menyetujui proyek.

Reza juga mengatakan pihaknya sempat menyiapkan body double demi menjaga kenyamanan pemain. Langkah tersebut, kata dia, menjadi bagian dari komitmen produksi untuk menghindari ketidaknyamanan saat proses syuting.

Ia menambahkan, ayah Ratu Sofya sempat keberatan setelah membaca sinopsis film. Namun, keberatan itu kemudian dibahas kembali setelah pihak produksi memberikan penjelasan yang lebih rinci.

Reza menegaskan proses komunikasi berlangsung sebelum syuting dimulai. Ia mengaku keputusan final tetap diambil setelah semua pihak menerima penjelasan yang diberikan.

Penjelasan keluarga Ratu Sofya

Ibunda Ratu Sofya, Intan Masthura, membenarkan bahwa suaminya sempat menolak tawaran film tersebut pada awalnya. Penolakan itu muncul karena ada bagian cerita yang dinilai sensitif saat sinopsis dibaca pertama kali.

Menurut Intan, pihak produksi kemudian menjelaskan bahwa adegan yang dimaksud hanya berbentuk gambaran dan akan menggunakan body double. Setelah penjelasan itu, keluarga mulai mempertimbangkan kembali tawaran yang masuk.

Intan juga menyebut ada konferensi pers sebelum syuting dimulai, sehingga keluarga mendapat penjelasan terbuka di hadapan wartawan. Dari situ, suaminya akhirnya memberi izin karena merasa proses produksi dijalankan secara jelas.

Ia membantah tudingan bahwa Ratu Sofya dipaksa menerima proyek itu demi kepentingan keluarga. Intan menegaskan dirinya memiliki bukti dokumentasi proses tersebut, termasuk video saat konferensi pers dan kegiatan syuting.

Promo film dan respons produksi

Co produser HAS Pictures, Putri, menegaskan adegan dalam film tidak mengandung unsur vulgar seperti yang dikhawatirkan sebagian pihak. Ia menyebut pemain tetap mengenakan busana dan tidak ada adegan ciuman maupun adegan eksplisit.

Putri mengatakan selama proses reading, syuting, hingga pengambilan foto poster, tidak pernah muncul masalah dari pihak Ratu Sofya. Bahkan, menurut dia, komunikasi terkait take voice over dan sesi foto juga berjalan lancar.

Masalah mulai muncul ketika film memasuki masa promosi dan tim produksi mencoba menghubungi Ratu Sofya melalui media sosial. Namun, tag kolaborasi, unggahan story, dan ajakan promosi disebut tidak mendapat persetujuan.

Reza mengaku terkejut setelah menyimak podcast viral yang memuat pengakuan berbeda dari Ratu Sofya. Ia menilai pernyataan itu tidak sejalan dengan proses reading dan komunikasi yang sebelumnya sudah dilakukan dengan baik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!