Ratu Sofya Bantah Somasi Orang Tua, Minta Klarifikasi

Lifestyle Nadia Safira Putri 24 Mei 2026 10:36 WIB 6
Ratu Sofya Bantah Somasi Orang Tua, Minta Klarifikasi

Ratu Sofya buka suara setelah rumah produksi HAS Pictures, milik Haldy Sabri dan Irish Bella, melayangkan somasi terkait dugaan tidak dipenuhinya kewajiban promosi film terbarunya. Melalui kuasa hukumnya, ia menegaskan ada hak kliennya yang belum diterima dalam kerja sama tersebut. Pernyataan itu disampaikan di Cilandak, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 23 Mei 2026, malam. Pihak Ratu juga membantah kabar yang menyebut dirinya mensomasi orang tua sendiri.

Kuasa hukum Ratu, Dede Rahmat, menyebut persoalan itu berawal dari perjanjian kerja sama yang menurut pihaknya belum dijalankan secara penuh. Ia menegaskan kliennya sebagai artis berhak mendapatkan hak yang patut dan layak sesuai kesepakatan. Dede mengatakan seluruh poin persoalan sudah disampaikan kepada pihak yang menandatangani kerja sama dengan PT HAS. Namun, ia enggan mengurai lebih jauh soal persentase pembayaran yang belum diterima.

Bantahan Soal Somasi

Kuasa hukum lainnya, M. Risvan, menegaskan pihaknya tidak pernah mengirim somasi kepada orang tua Ratu Sofya. Menurut dia, surat yang dikirim hanya ditujukan kepada pihak yang menandatangani kerja sama dengan PT HAS. Ia menyebut ayah kandung Ratu memang menjadi salah satu pihak dalam perjanjian tersebut. Karena itu, pemberitaan yang menyebut ada somasi kepada orang tua dinilai tidak tepat.

Risvan menjelaskan surat yang dilayangkan tidak berjudul somasi. Ia juga menegaskan tidak ada ancaman hukum, teguran hukum, maupun peringatan hukum di dalam surat tersebut. Pihaknya, kata dia, hanya bersurat sebanyak dua kali untuk meminta kejelasan atas persoalan yang dipersoalkan. Dengan begitu, kabar tentang somasi kepada keluarga disebut tidak sesuai dengan isi surat.

Ia menambahkan, narasi yang berkembang di publik telah menimbulkan kesalahpahaman terhadap posisi kliennya. Menurut Risvan, tudingan bahwa Ratu Sofya mensomasi ibunya tidak benar. Pihaknya menilai informasi yang beredar perlu diluruskan agar tidak membentuk persepsi negatif. Karena itu, mereka meminta publik menunggu penjelasan yang lebih akurat dari pihak terkait.

Permintaan Klarifikasi Publik

Pihak Ratu menyayangkan pemberitaan yang berkembang karena dinilai memberi kesan seolah-olah ada konflik hukum dalam keluarga. Risvan mengatakan pihaknya saat ini belum memikirkan langkah hukum lanjutan. Fokus utama mereka adalah meminta klarifikasi dan perbaikan atas informasi yang sudah terlanjur tersebar. Ia berharap pernyataan yang keliru tidak kembali diulang di kemudian hari.

Menurut Risvan, pihak yang sudah menyampaikan informasi keliru kepada publik sebaiknya segera meralat pernyataannya. Ia juga meminta agar penjelasan yang benar ditelaah kembali sebelum disebarkan lebih luas. Dalam pandangannya, narasi bahwa Ratu mensomasi orang tua tidak semestinya terus dikaitkan dengan kliennya. Hal itu, kata dia, dapat merugikan nama baik sang artis di mata publik.

Pihaknya menegaskan tidak ingin ada prasangka bahwa Ratu Sofya berseteru secara hukum dengan keluarganya sendiri. Risvan menyebut, untuk saat ini mereka belum mempertimbangkan upaya hukum terhadap pihak yang menyebarkan informasi tersebut. Yang diutamakan adalah pelurusan fakta agar persoalan tidak berkembang menjadi kabar yang menyesatkan. Ia berharap semua pihak menghormati proses klarifikasi yang sedang ditempuh.

Latar Perselisihan Kerja Sama

Sebelumnya, HAS Pictures melayangkan somasi kepada Ratu Sofya terkait dugaan penolakan promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan. Persoalan tersebut kemudian memicu beragam spekulasi di ruang publik. Salah satu isu yang beredar menyebut Ratu merasa dieksploitasi oleh orang tuanya. Ada pula kabar bahwa ia menolak adegan intim dalam film tersebut.

Dalam penjelasannya, pihak Ratu tidak membahas detail seluruh tuduhan yang beredar. Namun, mereka menekankan bahwa inti persoalan berada pada hak-hak klien yang belum terpenuhi dalam perjanjian. Dede Rahmat menyebut pihaknya sudah menyampaikan semua poin yang dianggap penting kepada pihak terkait. Ia menilai komunikasi tersebut seharusnya cukup menjadi dasar penyelesaian.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana sengketa kerja sama promosi film dapat berkembang menjadi isu personal di ruang publik. Karena itu, pihak Ratu meminta agar informasi yang beredar tidak dibaca secara serampangan. Mereka berharap klarifikasi yang diberikan dapat menutup spekulasi yang merugikan. Hingga kini, pihak Ratu memilih menunggu respons lanjutan dari pihak terkait sebelum mengambil langkah berikutnya.

Dampak Pemberitaan Yang Muncul

Pemberitaan yang menyebut Ratu Sofya mensomasi orang tua dinilai menimbulkan kesan negatif terhadap dirinya. Pihak kuasa hukum menganggap informasi itu tidak hanya keliru, tetapi juga dapat memengaruhi pandangan publik. Mereka menilai penting untuk membedakan antara perselisihan kontraktual dan hubungan keluarga. Dengan begitu, publik tidak terseret pada kesimpulan yang salah.

Risvan menegaskan surat yang dikirimkan pihaknya tidak berisi unsur ancaman hukum. Ia juga menolak anggapan bahwa ada upaya menekan keluarga Ratu melalui jalur somasi. Menurut dia, yang dilakukan semata-mata adalah komunikasi resmi terkait hak dan kewajiban dalam kerja sama. Karena itu, istilah somasi kepada orang tua dianggap tidak sesuai dengan fakta.

Pihaknya berharap masalah ini dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik antara para pihak. Mereka ingin fokus pada penjelasan yang benar agar tidak muncul tuduhan baru di tengah publik. Dalam situasi seperti ini, klarifikasi dinilai menjadi langkah paling penting untuk mencegah kesalahpahaman lebih jauh. Ratu Sofya pun disebut ingin agar namanya tidak lagi dikaitkan dengan kabar yang tidak benar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!