Ratu Sofya Bantah Somasi Ibu dan Ayahnya

Lifestyle Clara Monica 28 Mei 2026 20:20 WIB 3
Ratu Sofya Bantah Somasi Ibu dan Ayahnya

Ratu Sofya membantah kabar bahwa dirinya telah melayangkan somasi kepada ibu kandungnya, Intan, maupun ayahnya. Klarifikasi itu disampaikan saat ia ditemui di kawasan Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2026, di tengah sorotan publik atas polemik keluarga dan proses produksi film yang melibatkan namanya.

Ia menegaskan tidak pernah meminta pengembalian uang syuting film Dosa yang dijalani pada 2024 melalui jalur somasi. Ratu juga menyebut persoalan keluarga yang berlangsung hampir dua tahun itu berdampak pada pekerjaan dan kondisi mentalnya.

Ratu Sofya soal Somasi

Ratu Sofya menepis tudingan bahwa dirinya mengirimkan somasi kepada ibunya. Ia juga memastikan hal yang sama berlaku untuk ayahnya.

Menurutnya, tidak ada surat somasi yang ditujukan kepada orang tua kandungnya. Ia menegaskan, kabar tersebut tidak benar dan tidak pernah dilakukan olehnya.

“Tidak ada somasi, saya tidak pernah mensomasi ibu saya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dirinya juga tidak pernah mensomasi sang ayah.

Pernyataan itu menjadi penegasan pertama dari Ratu di tengah berkembangnya informasi yang beredar. Ia memilih meluruskan isu tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih jauh.

Konflik Keluarga Berlarut

Ratu Sofya mengungkapkan masalah keluarga yang dihadapinya sudah berlangsung hampir dua tahun. Ia menyebut situasi itu cukup menyita energi dan memengaruhi aktivitas profesionalnya.

Ia mengaku sudah berusaha menyelesaikan persoalan tersebut, namun belum menemukan jalan keluar. Upaya penyelesaian secara pribadi maupun kekeluargaan disebut telah ditempuh.

“Sebenarnya permasalahan keluarga ini yang saya sudah berusaha untuk menyelesaikan, tapi tidak bisa diselesaikan,” katanya. Rasa lelah pun tak bisa ia sembunyikan saat membahas konflik yang terus berlarut.

Ratu menilai persoalan pribadi yang berkepanjangan dapat memengaruhi banyak hal dalam hidupnya. Ia berharap kondisi itu tidak semakin melebar ke ranah publik.

Soal Intimacy Coordinator

Dalam kesempatan yang sama, Ratu Sofya turut menyinggung tidak adanya intimacy coordinator selama proses produksi film berlangsung. Ia mengaitkan hal tersebut dengan rasa tidak nyaman yang ia alami saat menjalani adegan tertentu.

Intimacy coordinator merupakan profesi yang bertugas menciptakan lingkungan kerja aman dan profesional untuk adegan intim, kekerasan sensitif, atau adegan vulgar. Keberadaan peran ini dinilai penting dalam industri film modern.

Ratu tidak merinci lebih jauh bagaimana absennya koordinator itu memengaruhi proses syuting. Namun, ia memberi sinyal bahwa pengalaman tersebut meninggalkan dampak tersendiri baginya.

Pernyataan itu memperkuat sorotan publik terhadap standar keamanan kerja dalam produksi film. Isu tersebut kini ikut mengiringi polemik yang melibatkan dirinya dan keluarga.

Kekecewaan pada HAS Pictures

Ratu Sofya juga mengaku kecewa setelah mendengar pernyataan pihak HAS Pictures dalam konferensi pers sebelumnya. Menurutnya, ada hal yang membuatnya merasa perlu memberikan klarifikasi secara terbuka.

Ia menilai situasi yang berkembang telah mendorong dirinya untuk berbicara langsung kepada publik. Namun, ia tetap menegaskan bahwa inti persoalan keluarga tidak ingin diumbar lebih jauh.

“Pastinya saya kecewa, itulah kenapa ada kita hari ini di sini,” ujarnya. Pernyataan itu menunjukkan adanya jarak pandang antara dirinya dan pihak produksi terkait polemik yang muncul.

Meski diterpa berbagai isu, Ratu memilih menjaga sebagian besar persoalan tetap di ranah pribadi. Ia berharap konflik keluarga dan urusan pekerjaan dapat diselesaikan tanpa konsumsi publik lebih jauh.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!