Kopi Ternyata Bisa Bantu Jaga Mood, Asal Tak Berlebihan

Lifestyle Nadia Safira Putri 28 Mei 2026 21:23 WIB 3
Kopi Ternyata Bisa Bantu Jaga Mood, Asal Tak Berlebihan

Bagi banyak orang, kopi menjadi minuman andalan untuk memulai hari dengan lebih segar. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, kebiasaan minum kopi tidak hanya memberi dorongan energi, tetapi juga berpotensi membantu menjaga stres dan kecemasan tetap terkendali. Temuan ini menjadi sorotan karena manfaatnya dapat dirasakan selama konsumsi dilakukan dalam jumlah yang tepat.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders itu menganalisis data dari UK Biobank, basis data kesehatan yang memuat informasi hampir 500 ribu orang. Hasilnya menunjukkan, mereka yang minum kopi dalam jumlah sedang cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami stres dan gangguan suasana hati dibandingkan yang tidak mengonsumsinya. Namun, para peneliti menegaskan bahwa manfaat tersebut hanya muncul jika asupannya tidak berlebihan.

Kopi dan Kesehatan Mental

Penelitian ini memperkuat dugaan bahwa kopi memiliki kaitan dengan kesehatan mental. Para peneliti menemukan pola yang konsisten antara konsumsi kopi dan kondisi psikologis responden.

Orang yang mengonsumsi kopi secara moderat cenderung melaporkan tingkat stres yang lebih rendah. Selain itu, mereka juga tampak lebih jarang mengalami gangguan suasana hati.

Temuan tersebut tidak serta-merta berarti kopi menjadi solusi tunggal untuk kesehatan mental. Meski demikian, hasil studi ini memberi gambaran bahwa kebiasaan sederhana dapat memiliki dampak yang berarti.

Dalam konteks gaya hidup, kopi tampaknya dapat menjadi bagian dari rutinitas yang mendukung keseimbangan emosi. Kuncinya tetap terletak pada pola konsumsi yang wajar dan konsisten.

Takaran Minum yang Disarankan

Menurut hasil studi, manfaat optimal bagi kesehatan mental didapatkan dari sekitar dua cangkir kopi per hari. Batas maksimal yang disebutkan peneliti adalah tiga cangkir.

Dalam penelitian itu, satu cangkir kopi setara dengan sekitar 8 ons atau kurang lebih 240 mililiter. Artinya, satu gelas kopi ukuran besar di kedai bisa saja sudah mewakili satu porsi harian.

Para peneliti menekankan pentingnya memperhatikan ukuran sajian, bukan hanya jumlah gelas. Pasalnya, kandungan kafein dapat berbeda tergantung cara penyajian dan jenis kopi.

Jika takarannya tepat, kopi berpotensi memberi efek positif tanpa membebani tubuh. Sebaliknya, konsumsi yang terlalu tinggi justru bisa memicu keluhan yang tidak diinginkan.

Risiko Jika Berlebihan

Konsumsi kopi yang terlalu banyak dapat memunculkan efek sebaliknya terhadap tubuh dan pikiran. Kafein berlebih bisa membuat detak jantung meningkat dan tubuh terasa tidak nyaman.

Efek lain yang mungkin muncul adalah rasa gelisah, mudah marah, dan sulit berkonsentrasi. Pada sebagian orang, kondisi ini justru dapat memperburuk stres yang sebelumnya ingin dikendalikan.

Gangguan tidur juga menjadi risiko yang patut diperhatikan. Jika kualitas tidur menurun, suasana hati dan kondisi fisik pun dapat ikut terganggu.

Selain itu, konsumsi berlebihan juga dapat memicu masalah lambung pada orang yang sensitif. Karena itu, keseimbangan menjadi faktor utama agar manfaat kopi tetap terasa.

Decaf Juga Punya Manfaat

Menariknya, manfaat kopi tidak hanya berasal dari kafein. Penelitian ini menemukan bahwa kopi tanpa kafein atau decaf juga menunjukkan efek yang mirip terhadap kesehatan mental.

Temuan tersebut mengisyaratkan bahwa ada komponen lain dalam kopi yang turut berperan. Dengan demikian, penggemar kopi decaf tidak perlu khawatir kehilangan seluruh potensi manfaatnya.

Penelitian lanjutan yang dipublikasikan dalam Nature Communications pada April lalu juga memberi petunjuk tambahan. Studi itu menyoroti hubungan antara konsumsi kopi dan kesehatan usus.

Para peneliti mencatat bahwa peminum kopi, baik berkafein maupun decaf, memiliki komposisi mikrobioma usus yang berbeda dari orang yang tidak minum kopi. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kopi dapat memengaruhi kondisi mental melalui hubungan usus dan otak.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!