Mahasiswi Palangka Raya Raup Omzet Rp5 Juta dari Kuliner

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 28 Mei 2026 22:53 WIB 2
Mahasiswi Palangka Raya Raup Omzet Rp5 Juta dari Kuliner

Windy Maulidya, mahasiswi asal Palangka Raya berusia 23 tahun, berhasil membangun usaha kuliner kekinian bernama We.Eats sejak 2023. Usaha itu tumbuh dari ide sederhana saat ia menjalani kuliah bisnis dan mengerjakan tugas yang terkait dunia usaha. Berkat ketekunan dan promosi di media sosial, We.Eats kini melayani pesanan setiap hari.

Windy mengatakan minatnya pada memasak menjadi dorongan utama untuk terjun ke bisnis kuliner. Ia memulai langkah kecil dengan sistem pre-order kepada teman terdekat, lalu memperluas pasar melalui GoFood dan Instagram. Dari usaha yang dirintis sejak September 2023 itu, ia kini mengantongi omzet bersih hingga Rp5 juta per bulan.

Peluang Usaha Kuliner

Windy melihat kuliah bisnis sebagai bekal yang langsung bisa diterapkan dalam usaha sehari-hari. Banyak tugas perkuliahan yang menurutnya relevan untuk membangun usaha secara bertahap. Dari situ, lahirlah ide untuk membuka bisnis kuliner yang sesuai dengan minatnya.

Ia mulai merancang konsep We.Eats setelah menimbang peluang pasar di lingkungan sekitarnya. Menurut Windy, makanan kekinian memiliki peminat yang luas dan mudah dipasarkan lewat platform digital. Karena itu, ia memilih memulai usaha dari skala kecil agar risiko tetap terkendali.

Pada tahap awal, Windy hanya menjual makanan melalui sistem pre-order kepada orang-orang terdekat. Cara itu membuatnya bisa mengukur respons pelanggan tanpa harus menanggung beban produksi besar. Setelah pesanan mulai stabil, ia perlahan meningkatkan kapasitas penjualan.

Promosi di media sosial menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan usahanya. Dari media sosial, pesanan mulai datang secara rutin dan tidak lagi terbatas pada lingkar pertemanan. Kondisi itu membuat We.Eats berkembang menjadi usaha harian yang lebih terstruktur.

Modal Kecil, Langkah Bertahap

Untuk memulai We.Eats, Windy hanya membutuhkan modal awal sekitar Rp1 juta sampai Rp3 juta. Dana itu digunakan terutama untuk membeli bahan baku harian di pasar. Sementara peralatan masak, ia memanfaatkan yang sudah tersedia di dapur.

Langkah hemat tersebut membuatnya bisa menjaga arus kas tetap aman pada masa awal usaha. Ia tidak langsung membeli perlengkapan mahal karena ingin melihat terlebih dahulu kestabilan permintaan. Dengan cara itu, modal bisa diputar lebih efisien.

Windy menegaskan bahwa bisnisnya berkembang secara bertahap, bukan sekaligus besar dalam waktu singkat. Ia memilih menambah bahan baku, peralatan, dan fasilitas lain sesuai kebutuhan operasional. Strategi ini membuat perkembangan usaha terasa lebih aman dan terukur.

Menurutnya, pendekatan step by step menjadi kunci agar usaha tidak mudah goyah. Setiap keputusan pembelian selalu disesuaikan dengan kebutuhan produksi dan jumlah pesanan. Pola tersebut membantu We.Eats bertahan di tengah persaingan kuliner yang ketat.

Omzet dan Tantangan Operasional

Dari usaha yang dirintis sejak 2023 itu, Windy kini bisa meraih omzet bersih hingga Rp5 juta per bulan. Angka tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan yang konsisten dari bisnis kecil yang ia bangun sendiri. Pencapaian itu juga menjadi bukti bahwa usaha rumahan dapat berkembang bila dikelola dengan disiplin.

Meski omzet terus tumbuh, Windy masih menghadapi tantangan pada sisi operasional. Ia baru dibantu satu karyawan untuk memasak dan menyiapkan pesanan. Kondisi itu membuat pembagian kerja belum terlalu longgar saat pesanan sedang ramai.

Jumlah pesanan yang tinggi terkadang membuatnya kewalahan mengatur produksi. Pada kondisi tertentu, ia harus menutup sementara pesanan di GoFood agar layanan tetap terkendali. Langkah itu diambil supaya pelanggan yang sudah memesan tetap menerima makanan tepat waktu.

Windy menilai menjaga kualitas layanan lebih penting dibanding memaksakan volume penjualan. Ia ingin setiap pesanan sampai dalam kondisi baik dan sesuai jadwal. Prinsip tersebut menjadi salah satu alasan usahanya tetap mendapat kepercayaan pelanggan.

Strategi Bertahan di Pasar

Keberhasilan We.Eats tidak lepas dari konsistensi Windy dalam membaca kebutuhan pasar. Ia memanfaatkan media sosial untuk menjaga interaksi dengan pelanggan sekaligus memperkuat promosi. Kanal digital itu membuat usahanya tetap dikenal meski dimulai dari skala kecil.

Model penjualan yang fleksibel juga menjadi keunggulan tersendiri. Pelanggan bisa memesan melalui DM Instagram maupun platform pesan antar. Dengan pilihan itu, We.Eats lebih mudah menjangkau pembeli yang menginginkan makanan praktis.

Di sisi lain, pengelolaan sumber daya manusia masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Dengan tenaga terbatas, Windy perlu memastikan setiap proses produksi berjalan cepat dan rapi. Jika tidak diatur dengan baik, pesanan bisa menumpuk dan memengaruhi kepuasan pelanggan.

Kisah Windy menunjukkan bahwa usaha kuliner bisa tumbuh dari ide sederhana yang dijalankan dengan disiplin. Modal kecil, pemanfaatan teknologi, dan keberanian memulai menjadi kombinasi penting dalam membangun bisnis. Dari dapur rumah, ia berhasil menciptakan sumber penghasilan yang menjanjikan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!