Benarkah Susu Kental Manis Tidak Mengandung Susu?

Lifestyle Nadia Safira Putri 28 Mei 2026 21:29 WIB 3
Benarkah Susu Kental Manis Tidak Mengandung Susu?

Susu kental manis kembali menjadi sorotan di media sosial karena banyak orang mempertanyakan kandungan susunya. Produk ini kerap dipakai sebagai campuran kopi, olesan roti, dan topping berbagai hidangan, namun rasa manisnya membuat sebagian orang meragukan isinya. Pertanyaan yang muncul pun sederhana, apakah susu kental manis benar-benar mengandung susu. Penjelasan di bawah ini menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.

Secara umum, susu kental manis tetap merupakan produk olahan susu dengan tambahan gula. Kandungan susunya tidak hilang, tetapi komposisi akhirnya memang berbeda dari susu segar. Perbedaan itulah yang membuat produk ini tidak bisa diposisikan sebagai pengganti susu harian. Karena itu, pemahaman yang benar penting agar masyarakat tidak salah menafsirkan label produk.

Susu Kental Manis dan Susu

Tekstur kental pada susu kental manis terbentuk melalui proses evaporasi, yaitu penguapan sebagian air dari susu. Proses ini membuat padatan susu menjadi lebih terkonsentrasi dan menghasilkan tekstur yang lebih creamy. Setelah itu, gula ditambahkan untuk memberi rasa manis sekaligus membantu memperpanjang daya simpan. Hasil akhirnya adalah produk susu yang manis, kental, dan stabil selama penyimpanan.

Dalam komposisinya, susu kental manis tetap memuat unsur susu yang lazim ditemukan pada produk olahan susu. Protein susu, lemak susu, laktosa, dan beberapa mineral alami masih dapat ditemukan di dalamnya. Karena ada tambahan gula dalam jumlah cukup besar, rasa manis menjadi jauh lebih dominan daripada rasa susu. Inilah yang sering membuat masyarakat mengira kandungan susunya hilang sepenuhnya.

Padahal, dari sisi bahan baku, susu kental manis bukan sekadar gula berperisa susu. Produk ini dibuat dari campuran susu dan gula yang diproses hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu. Beberapa produk bahkan mencantumkan komposisi susu yang cukup jelas pada label kemasan. Dengan demikian, klaim bahwa susu kental manis sama sekali tidak mengandung susu tidak sesuai dengan fakta.

Meski demikian, profil gizinya tetap berbeda dari susu segar karena kandungan gula yang lebih tinggi. Perbedaan ini penting dipahami agar konsumen tidak menyamakan fungsi keduanya. Susu kental manis lebih tepat diperlakukan sebagai bahan pelengkap rasa, bukan minuman utama. Pemahaman ini membantu masyarakat memilih konsumsi yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

Aturan BPOM Tentang SKM

Definisi susu kental manis telah diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 34 Tahun 2019 tentang Kategori Pangan. Dalam aturan itu, susu kental manis termasuk produk susu dengan kadar lemak susu minimal 8 persen dan kadar protein minimal 6,5 persen. Ketentuan tersebut juga mengacu pada standar Codex Alimentarius untuk sweetened condensed milk. Artinya, secara regulasi, produk ini tetap diakui sebagai produk susu.

Sebelumnya, definisi serupa juga tercantum dalam Peraturan Kepala BPOM Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan. Aturan itu menjelaskan bahwa susu kental manis merupakan produk susu yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan gula. Proses tersebut dilakukan hingga tercapai tingkat kepekatan tertentu. Dengan dasar ini, status susu pada produk tersebut tidak dapat dihapus begitu saja.

Selain soal komposisi, BPOM juga memberi perhatian pada cara penyajian produk ini kepada masyarakat. Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2021 melarang pernyataan atau visualisasi susu kental manis disajikan sebagai hidangan tunggal berupa minuman susu. Larangan tersebut juga berlaku jika produk ditampilkan seolah menjadi satu-satunya sumber gizi. Kebijakan ini dibuat agar konsumen tidak keliru memahami fungsi nutrisi produk tersebut.

Regulasi tersebut menunjukkan bahwa susu kental manis diakui sebagai produk pangan olahan, bukan pengganti susu segar. Karena mengandung gula tinggi, penggunaannya memang perlu dibatasi pada porsi yang wajar. Informasi pada label gizi menjadi kunci untuk memahami komposisi dan takaran saji. Dengan membaca label, konsumen bisa lebih bijak dalam memilih dan mengonsumsi produk.

Cara Bijak Mengonsumsinya

Mengonsumsi susu kental manis sebenarnya tidak menjadi masalah selama porsinya diperhatikan. Produk ini masih banyak digunakan dalam makanan tradisional Indonesia sebagai pelengkap rasa. Namun, penggunaan berlebihan dapat membuat asupan gula meningkat cukup cepat. Karena itu, takaran menjadi aspek yang paling penting untuk diperhatikan.

Membaca label gizi dapat membantu konsumen mengetahui jumlah gula dalam satu sajian. Informasi ini berguna untuk memperkirakan kontribusi gula terhadap kebutuhan harian. Jika dikonsumsi sesuai takaran saji, satu porsi umumnya masih bisa ditempatkan dalam pola makan yang wajar. Meski begitu, frekuensi pemakaian tetap perlu dijaga agar tidak berlebihan.

Untuk campuran kopi atau dessert, susu kental manis sebaiknya digunakan secukupnya. Cara ini menjaga rasa tetap nikmat tanpa membuat manisnya terlalu dominan. Selain itu, penggunaan secukupnya juga membantu mengurangi risiko kelebihan gula dari makanan dan minuman harian. Kebiasaan sederhana ini bisa membuat konsumsi menjadi lebih seimbang.

Pada akhirnya, susu kental manis tetap mengandung susu, tetapi tidak dirancang sebagai pengganti susu harian. Kandungan gula yang tinggi membuat karakter gizinya berbeda dari susu segar. Memahami perbedaan ini penting agar masyarakat tidak salah mengartikan fungsi produk tersebut. Dengan informasi yang benar, konsumsi susu kental manis bisa dilakukan secara lebih bijak.

Kesimpulan Kandungan SKM

Perdebatan di media sosial menunjukkan bahwa edukasi pangan masih sangat dibutuhkan. Banyak orang menilai dari rasa manisnya saja, tanpa melihat komposisi dan regulasi yang berlaku. Padahal, susu kental manis adalah produk olahan susu yang sah secara definisi. Karena itu, penilaian yang tepat harus bertumpu pada data, bukan pada persepsi semata.

Fakta menunjukkan bahwa kandungan susu di dalamnya tidak hilang, meski gula memang menjadi komponen yang dominan. Penjelasan dari BPOM juga menegaskan statusnya sebagai produk susu dengan standar tertentu. Di sisi lain, aturan penyajian dibuat untuk mencegah kesalahpahaman di masyarakat. Semua ini menegaskan bahwa posisi susu kental manis cukup jelas dalam kategori pangan.

Bagi konsumen, kuncinya adalah memahami fungsi produk dan menggunakannya sesuai kebutuhan. Susu kental manis cocok sebagai pelengkap rasa, bukan minuman utama. Jika dikonsumsi secara bijak, produk ini tetap bisa dinikmati tanpa mengabaikan batas asupan gula. Dengan pemahaman yang benar, masyarakat dapat menghindari miskonsepsi yang selama ini beredar.

Isu apakah susu kental manis mengandung susu pun dapat dijawab dengan tegas. Produk ini tetap mengandung susu, tetapi formulanya berbeda karena adanya tambahan gula. Karena itu, cara konsumsinya pun harus dibedakan dari susu segar. Pemahaman yang akurat akan membantu masyarakat memilih produk secara lebih cerdas dan bertanggung jawab.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!