Raline Shah Tampil Anggun dalam Gaun Sapto di Cannes

Lifestyle Clara Monica 30 Mei 2026 05:24 WIB 6
Raline Shah Tampil Anggun dalam Gaun Sapto di Cannes

Raline Shah kembali menjadi sorotan di karpet merah Cannes Film Festival 2026 di Cannes, Prancis, saat mengenakan gaun rancangan khusus Sapto Djojokartiko. Penampilan itu menegaskan konsistensi Raline dalam memilih busana karya desainer Indonesia di ajang internasional bergengsi tersebut.

Gaun yang dikenakan Raline untuk premier The Beloved memadukan kesan klasik, mewah, dan modern dalam satu tampilan. Detail bordir, konstruksi ballgown, serta warna Oyster membuat busana itu tampil anggun sekaligus menonjol di bawah sorotan red carpet.

Gaun Raline Shah di Cannes

Raline Shah tampil dalam balutan gaun Sapto Djojokartiko yang langsung mencuri perhatian di Cannes Film Festival 2026. Busana tersebut kembali menegaskan hubungan kreatif yang konsisten antara Raline dan rumah mode asal Indonesia itu.

Ini bukan kali pertama Raline mengenakan rancangan Sapto di festival film tersebut. Pada Cannes 2024, ia juga tampil dengan terusan bersiluet kebaya yang dibuat khusus untuk karpet merah utama.

Untuk penampilan kali ini, Sapto mengusung siluet klasik yang tetap terasa relevan dengan tren masa kini. Hasilnya adalah tampilan yang anggun, terstruktur, dan tetap lembut saat dikenakan.

Keseluruhan gaya Raline diposisikan untuk menghadirkan kesan glamor yang tidak berlebihan. Pendekatan itu membuat gaun tetap menjadi pusat perhatian tanpa mengalahkan karakter pemakainya.

Detail Motif dan Perhiasan

Motif Yayi Ukir menjadi elemen utama yang memperkaya tampilan gaun Raline Shah. Motif tersebut hadir di seluruh permukaan ballgown melalui bordir yang dikerjakan dengan detail tinggi.

Sapto Djojokartiko menjelaskan bahwa Yayi Ukir terinspirasi dari perpaduan ukiran dan tekstur tenun tradisional. Elemen itu kemudian direinterpretasikan bersama motif khas rumah mode tersebut, yaitu Penara.

Penggabungan dua pendekatan motif itu menghasilkan permukaan busana yang lebih kaya detail, namun tetap halus dan elegan. Karakter ini membuat gaun tampak hidup saat terkena cahaya panggung maupun red carpet.

Penampilan Raline juga selaras dengan perhiasan Chopard yang ia kenakan. Nuansa art-deco pada perhiasan tersebut memperkuat kesan dimensional dan mewah pada keseluruhan penampilan.

Proses Kreatif di Balik Gaun

Pengerjaan gaun Raline Shah memakan waktu sekitar 800 jam. Waktu tersebut digunakan untuk memastikan setiap detail, mulai dari konstruksi hingga bordir, terselesaikan dengan presisi.

Sapto menempatkan perhatian besar pada proses finishing agar siluet gaun terlihat effortless. Pendekatan ini penting supaya busana menyatu alami dengan tubuh saat dikenakan.

Tantangan utama dalam pembuatan gaun terletak pada konstruksi ballgown, terutama di bagian bow. Tim harus menjaga bentuknya tetap tegas, tetapi tetap nyaman dan ringan saat bergerak.

Proses kreatif itu menuntut keseimbangan antara struktur dan kelembutan. Hasil akhirnya adalah gaun yang terlihat sculptural, namun tetap natural di tubuh Raline.

Warna Oyster Jadi Ciri

Warna Oyster kembali dipilih sebagai palet utama dalam penampilan Raline Shah. Warna ini sudah lama menjadi salah satu signature palette Sapto Djojokartiko karena dianggap elegan dan tak lekang oleh waktu.

Menurut Sapto, pilihan warna tersebut memberi karakter yang understated, tetapi tetap kuat secara visual. Warna Oyster juga memungkinkan detail bordir dan tekstur gaun terlihat lebih menonjol.

Raline secara personal juga menginginkan warna itu karena dianggap mewakili sisi klasik dan anggunnya. Pilihan tersebut membuat busana terasa lebih dekat dengan karakter yang ingin ia tampilkan di Cannes.

Di bawah pencahayaan red carpet, Oyster mampu memberi kesan standout tanpa terlihat berlebihan. Kombinasi warna, siluet, dan craftsmanship kemudian menghadirkan tampilan yang matang dan elegan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!