Purbaya Yudhi Sadewa Yakin Rupiah Segera Menguat

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 22 Mei 2026 06:57 WIB 7
Purbaya Yudhi Sadewa Yakin Rupiah Segera Menguat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan kembali menguat setelah sempat tertekan. Pada penutupan perdagangan Selasa, 19 Mei 2026, rupiah tercatat berada di level Rp17.706 per dolar AS. Menurutnya, pemulihan sentimen di pasar obligasi menjadi faktor penting yang mendorong aliran dana asing kembali masuk.

Purbaya menyampaikan pemerintah, melalui Kementerian Keuangan, aktif memperkuat rupiah dengan membeli obligasi di pasar sekunder. Langkah itu disebut efektif menjaga stabilitas pasar keuangan dan memulihkan kepercayaan investor. Ia pun meyakini rupiah tidak akan bertahan lama di level saat ini.

Sentimen pasar membaik

Purbaya menjelaskan bahwa sentimen di pasar obligasi mulai menunjukkan perbaikan. Kondisi itu membuat dana asing perlahan kembali mengalir ke Indonesia. Ia menilai tren tersebut akan berlanjut dalam waktu dekat.

Dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Selasa 19 Mei 2026, ia menyebut pasar sudah memberikan sinyal positif. Menurutnya, pergerakan itu menjadi dasar keyakinan bahwa rupiah akan menguat. Pemerintah, kata dia, hanya perlu menjaga momentum yang sudah terbentuk.

Ia menegaskan bahwa stabilitas pasar obligasi memiliki kaitan langsung dengan nilai tukar rupiah. Ketika pasar kembali dipercaya, investor asing cenderung menambah eksposur ke aset domestik. Hal itu pada akhirnya dapat mendukung penguatan mata uang Garuda.

Langkah pemerintah

Kementerian Keuangan disebut terus melakukan pembelian obligasi di pasar sekunder. Kebijakan itu ditempuh untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu menarik kembali minat investor asing.

Purbaya menilai tindakan itu sudah menunjukkan hasil. Yield obligasi dilaporkan mulai menurun seiring masuknya dana dari investor asing. Kondisi tersebut dianggap sebagai tanda kepercayaan pasar mulai pulih.

Ia juga menyebut hari itu terdapat aliran dana asing sebesar Rp1,3 triliun ke pasar obligasi. Dari jumlah tersebut, Rp500 miliar masuk ke pasar sekunder dan Rp1,68 triliun ke pasar primer. Menurutnya, arus dana itu menegaskan efektivitas strategi menjaga bond market.

Asumsi APBN dipertahankan

Purbaya mengatakan pemerintah tidak akan mengubah asumsi nilai tukar rupiah dalam APBN 2026. Asumsi harga minyak dunia juga tetap dipertahankan di level US$100 per barel. Menurutnya, kebijakan fiskal saat ini masih sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

Ia menambahkan bahwa pemerintah sudah melakukan penghematan yang dinilai cukup untuk menghadapi situasi sekarang. Dalam perhitungan internal, posisi rupiah juga sudah disesuaikan sejak simulasi dilakukan. Karena itu, ia merasa belum ada alasan untuk merevisi asumsi dasar anggaran.

Pernyataan tersebut menunjukkan pemerintah memilih menjaga konsistensi kebijakan di tengah volatilitas pasar. Langkah ini dinilai penting agar arah fiskal tetap terukur. Di saat yang sama, pemerintah berharap sentimen pasar terus membaik.

Investor kembali masuk

Masuknya investor asing menjadi sinyal penting bagi pasar keuangan domestik. Purbaya menilai aliran dana itu dapat memperkuat rupiah secara bertahap. Ia juga percaya tekanan terhadap mata uang akan mereda jika tren tersebut berlanjut.

Menurutnya, stabilitas pasar obligasi adalah kunci untuk mengembalikan minat investor global. Saat yield turun dan kepercayaan pulih, dolar cenderung tidak terlalu mendominasi pasar. Dalam kondisi itu, rupiah memiliki ruang untuk bergerak lebih kuat.

Purbaya menutup penjelasannya dengan optimisme bahwa dana asing masih akan terus bertambah. Ia meyakini dorongan ke pasar keuangan akan semakin besar seiring perbaikan sentimen. Dengan demikian, rupiah diperkirakan tidak akan lama bertahan di level Rp17.706.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!