Purbaya Yakin Rupiah Menguat Seiring Dana Asing Masuk

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 22 Mei 2026 11:47 WIB 8
Purbaya Yakin Rupiah Menguat Seiring Dana Asing Masuk

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan kembali menguat. Keyakinan itu disampaikan saat rupiah ditutup di level Rp17.706 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 19 Mei. Menurut Purbaya, pemulihan sentimen pasar obligasi menjadi salah satu pendorong utama masuknya kembali investor asing.

Ia menegaskan Kementerian Keuangan terus aktif memperkuat rupiah melalui pembelian obligasi di pasar sekunder. Langkah tersebut dinilai membantu menurunkan imbal hasil obligasi dan menarik minat pelaku pasar global. Purbaya menyebut arus dana yang mulai masuk menunjukkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik kembali membaik.

Prospek Rupiah Menguat

Purbaya menilai rupiah tidak akan bertahan lama di level saat ini. Ia melihat perbaikan sentimen di pasar obligasi mulai memberi ruang bagi penguatan mata uang nasional. Menurutnya, arus dana yang masuk akan semakin besar jika kepercayaan pasar terus terjaga.

Dalam konferensi pers APBN KiTA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, Purbaya menyebut dana asing mulai kembali mengalir. Ia menilai kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi stabilitas rupiah. Pemerintah, kata dia, akan terus menjaga momentum agar pasar tetap kondusif.

Purbaya juga mengaitkan penguatan rupiah dengan membaiknya persepsi investor terhadap aset keuangan Indonesia. Ia menilai pasar obligasi yang lebih stabil membuat dolar kembali mengalir ke dalam negeri. Kondisi itu diyakini dapat menopang nilai tukar rupiah dalam waktu dekat.

Kemenkeu Jaga Stabilitas Pasar

Kementerian Keuangan disebut mengambil langkah proaktif untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Salah satu kebijakan yang ditempuh adalah pembelian obligasi di pasar sekunder. Purbaya menilai strategi itu efektif untuk menahan tekanan terhadap rupiah.

Ia menyatakan langkah pemerintah bukan hanya bertujuan menjaga harga obligasi, tetapi juga memulihkan kepercayaan investor asing. Saat pasar mulai membaik, arus modal cenderung bergerak ke instrumen yang dinilai aman. Dalam pandangannya, obligasi pemerintah masih menjadi pilihan menarik bagi investor global.

Purbaya menambahkan intervensi yang dilakukan pemerintah sudah memberi hasil yang terlihat. Yield obligasi dilaporkan mulai menurun seiring masuknya kembali dana asing. Ia menegaskan stabilitas pasar bond merupakan kunci untuk mempertahankan kepercayaan pasar keuangan.

Arus Dana Asing Masuk

Purbaya mengungkapkan investor asing mulai kembali masuk ke pasar obligasi dengan nilai sekitar Rp1,3 triliun. Pada hari yang sama, pasar sekunder mencatat aliran dana masuk sebesar Rp500 miliar. Sementara itu, pasar primer turut menerima dana asing senilai Rp1,68 triliun.

Menurutnya, masuknya dana tersebut berdampak langsung pada penurunan yield obligasi. Kondisi ini menunjukkan minat investor terhadap surat utang pemerintah mulai pulih. Ia menilai penguatan pasar obligasi akan membantu menstabilkan rupiah.

Purbaya menegaskan langkah menjaga bond market sudah membuahkan hasil. Ia menyebut investor asing mulai kembali percaya pada obligasi Indonesia. Jika arus modal berlanjut, rupiah berpeluang menerima dorongan tambahan dari pasar keuangan.

Asumsi APBN Tetap

Di sisi lain, Purbaya memastikan tidak akan mengubah asumsi nilai tukar rupiah dalam APBN 2026. Asumsi harga minyak dunia juga tetap dipertahankan di level US$100 per barel. Ia menilai parameter yang ada masih sesuai dengan kebutuhan perencanaan fiskal pemerintah.

Ia menjelaskan pemerintah telah melakukan penghematan yang dianggap cukup untuk menghadapi kondisi saat ini. Simulasi fiskal yang dilakukan juga sudah memperhitungkan pergeseran nilai rupiah. Karena itu, tidak ada alasan untuk mengubah asumsi yang telah ditetapkan.

Purbaya menyebut kebijakan yang ditempuh pemerintah saat ini sudah memadai untuk menjaga ketahanan anggaran. Ia optimistis disiplin fiskal dan stabilitas pasar dapat berjalan beriringan. Dengan fondasi tersebut, pemerintah berharap rupiah dan pasar obligasi sama-sama bergerak lebih sehat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!