Purbaya Yakin IHSG Bisa Kembali ke 8.000-an

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 26 Mei 2026 18:23 WIB 3
Purbaya Yakin IHSG Bisa Kembali ke 8.000-an

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih berada di sekitar titik terendahnya pada perdagangan hari ini, mendekati level yang terakhir terlihat saat krisis pasar akibat pandemi COVID-19. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai indeks berpeluang kembali ke area 8.000-an, sejalan dengan penguatan fundamental ekonomi Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat, 22 Mei 2026. Ia menekankan bahwa pergerakan saham pada akhirnya ditentukan oleh kinerja perusahaan dan kondisi ekonomi makro yang mendasarinya.

Prospek IHSG dan ekonomi

Purbaya menyebut IHSG dapat kembali ke level 8.000-an seperti pada awal 2026. Menurut dia, arah pasar saham akan mengikuti kekuatan fundamental perusahaan. Fundamental perusahaan sendiri sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian nasional.

Ia menegaskan bahwa ekonomi yang baik akan mendorong profitabilitas perusahaan. Jika laba perusahaan meningkat, maka nilai saham berpotensi ikut menguat. Karena itu, ia menilai ruang penguatan IHSG masih terbuka.

Dalam pandangannya, pelemahan harga saham tidak selalu mencerminkan kondisi bisnis yang sebenarnya. Saat perusahaan masih mencatat keuntungan, tetapi sahamnya turun, situasi itu justru dapat menciptakan peluang beli. Purbaya menilai kondisi seperti itu sering kali menunjukkan saham berada di bawah nilai wajarnya.

Sinyal optimisme investor

Purbaya meminta pelaku pasar untuk tidak khawatir terhadap gejolak yang terjadi saat ini. Ia menilai pemerintah akan terus memperbaiki ekonomi secara berkelanjutan. Menurut dia, perbaikan yang konsisten akan memperkuat kepercayaan investor.

Ia juga menyampaikan keyakinan bahwa arah ekonomi Indonesia tetap positif. Dengan fondasi ekonomi yang lebih kuat, pasar modal dinilai akan mendapatkan dukungan yang lebih sehat. Sentimen ini diharapkan mampu mendorong kenaikan indeks dalam beberapa waktu mendatang.

Menurut Purbaya, investor perlu melihat prospek jangka menengah dan panjang. Fokus utama, kata dia, tetap pada kinerja perusahaan dan daya tahan ekonomi nasional. Dari dua faktor itu, pasar saham berpeluang memperoleh dorongan baru.

Strategi beli saat undervalue

Dalam pernyataannya, Purbaya menyarankan investor untuk mempertimbangkan membeli saham yang dinilai undervalue. Ia menilai saham yang masih menghasilkan laba, tetapi harganya jatuh, memiliki potensi keuntungan di masa depan. Pandangan itu didasarkan pada asumsi bahwa valuasi pada akhirnya akan kembali mengikuti kinerja emiten.

Ia menekankan bahwa keputusan investasi tetap harus disertai analisis yang cermat. Investor perlu memperhatikan kondisi keuangan perusahaan, prospek industri, dan arah ekonomi. Dengan pendekatan itu, risiko dapat dikelola lebih baik.

Purbaya menambahkan bahwa pasar saham tidak perlu dilihat dengan rasa takut berlebihan. Selama ekonomi terus membaik, peluang pemulihan indeks akan semakin besar. Ia menilai momentum tersebut hanya menunggu waktu.

Harapan rebound pekan depan

Purbaya memperkirakan IHSG akan mengalami rebound dalam waktu tidak lama. Ia bahkan menyebut secara teknikal indeks berpotensi bergerak lebih kencang pada minggu depan. Meski demikian, proyeksi itu tetap bergantung pada respons pasar dan perkembangan ekonomi.

Prediksi tersebut menunjukkan keyakinan bahwa tekanan di pasar saham bersifat sementara. Ketika fundamental ekonomi menguat, pasar biasanya merespons dengan penyesuaian harga yang lebih positif. Hal ini dinilai dapat membuka jalan bagi pemulihan indeks.

Dengan dorongan dari perbaikan ekonomi dan kinerja perusahaan, IHSG diharapkan dapat kembali ke jalur penguatan. Investor kini menanti apakah sinyal optimisme itu benar-benar terkonfirmasi dalam perdagangan berikutnya. Jika skenario itu terwujud, level 8.000-an bukan lagi target yang jauh.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!