Purbaya Turun Tangan Jaga Stabilitas Rupiah

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 25 Mei 2026 02:09 WIB 6
Purbaya Turun Tangan Jaga Stabilitas Rupiah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turun langsung menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan dolar Amerika Serikat. Sejak pekan lalu, pemerintah melakukan intervensi di pasar obligasi untuk meredam gejolak dan memulihkan kepercayaan pasar. Langkah itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa, 19 Mei 2026.

Purbaya mengatakan pemerintah telah masuk ke pasar sejak Rabu, Senin, dan Selasa. Hingga hari ini, intervensi yang dilakukan tercatat mencapai Rp1,3 triliun. Ia menegaskan kebijakan tersebut ditempuh karena rupiah sedang bergejolak dan pasar membutuhkan aksi nyata.

Stabilitas rupiah lewat obligasi

Pemerintah memilih pasar obligasi sebagai jalur utama untuk menahan tekanan terhadap rupiah. Menurut Purbaya, langkah ini membantu menekan imbal hasil atau yield obligasi di pasar sekunder. Kondisi tersebut dinilai memberi sinyal positif bagi pelaku pasar.

Purbaya menyebut strategi itu dilakukan agar pasar finansial kembali tenang. Ia menilai stabilitas nilai tukar tidak bisa hanya dijaga lewat pernyataan, melainkan harus dengan tindakan. Karena itu, pemerintah masuk langsung ke pasar pada saat tekanan meningkat.

Intervensi yang dilakukan juga ditujukan untuk menjaga kepercayaan investor. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu menahan kepanikan dan mencegah tekanan lanjutan pada aset domestik. Dalam situasi global yang tidak pasti, stabilitas dianggap menjadi prioritas utama.

Investor asing mulai masuk

Purbaya menyampaikan investor asing mulai kembali masuk ke pasar sekunder dan pasar primer. Pada hari yang sama, arus masuk asing tercatat Rp500 miliar di pasar sekunder. Sementara itu, di pasar primer masuk Rp1,68 triliun.

Ia menilai pergerakan tersebut menjadi tanda kepercayaan asing terhadap obligasi Indonesia mulai pulih. Menurut dia, tindakan pemerintah sudah membantu mengembalikan minat investor terhadap surat utang negara. Kondisi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa tekanan pasar mulai mereda.

Purbaya menambahkan, masuknya dana asing juga menunjukkan dolar sudah kembali mengalir ke pasar domestik. Hal itu dinilai penting untuk menjaga likuiditas dan menenangkan sentimen di tengah volatilitas global. Pemerintah akan terus memantau arus modal agar stabilitas tidak kembali terganggu.

Kepercayaan pasar dijaga

Purbaya menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan gejolak ekonomi berlangsung tanpa respons. Ia mengatakan setiap perkembangan akan dipantau dari waktu ke waktu. Dengan begitu, kebijakan dapat disesuaikan sesuai kebutuhan pasar.

Menurut dia, tindakan nyata jauh lebih penting dibanding sekadar komentar di tengah ketidakpastian. Pemerintah ingin memastikan pasar finansial tetap memiliki pegangan yang jelas. Karena itu, intervensi akan terus dilakukan selama diperlukan.

Purbaya juga menekankan bahwa tujuan akhir kebijakan ini adalah menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia berharap kepercayaan pelaku pasar terus pulih seiring membaiknya kondisi obligasi dan rupiah. Dengan langkah tersebut, pemerintah ingin menunjukkan bahwa stabilitas tetap menjadi prioritas kebijakan fiskal.

Ekonomi global masih menekan

Purbaya menyebut kondisi ekonomi dunia saat ini masih serba tidak menentu. Tekanan dari penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah. Dalam situasi seperti ini, koordinasi kebijakan dinilai semakin penting.

Ia menilai gejolak global dapat berdampak langsung ke pasar keuangan domestik. Karena itu, pemerintah harus sigap agar sentimen negatif tidak meluas. Stabilitas rupiah, menurut dia, merupakan bagian penting dari ketahanan ekonomi nasional.

Pemerintah pun memastikan akan terus mengawal pasar agar tetap terjaga. Purbaya mengatakan langkah yang ditempuh bukan hanya untuk meredam tekanan sesaat, tetapi juga membangun kembali kepercayaan. Dengan dukungan pasar yang lebih stabil, ia berharap ekonomi Indonesia dapat bergerak lebih tenang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!