Purbaya Targetkan Rupiah Kembali ke Rp15.000 per Dolar AS

Forex & Saham Kevin S. Pratama 31 Mei 2026 04:37 WIB 2
Purbaya Targetkan Rupiah Kembali ke Rp15.000 per Dolar AS

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali ke level Rp15.000. Saat ini, rupiah masih bergerak di atas Rp17.600 per dolar AS. Pemerintah menyiapkan langkah baru mulai pekan depan untuk mendorong penguatan mata uang Garuda.

Purbaya menyebut kebijakan tersebut akan berkaitan dengan arus devisa hasil ekspor agar lebih banyak bertahan di dalam negeri. Ia menilai penguatan rupiah tidak cukup hanya mengandalkan sentimen pasar, tetapi juga perlu dukungan dari perbaikan arus devisa dan stabilitas keuangan. Pernyataan itu disampaikan di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Jumat, 22 Mei 2026.

Rupiah Jadi Fokus Pemerintah

Purbaya menegaskan pemerintah ingin melihat rupiah kembali bergerak ke level yang lebih kuat. Ia menilai target Rp15.000 masih mungkin dicapai jika kebijakan pendukung berjalan efektif. Langkah awal disebut akan diumumkan mulai pekan depan.

Menurut dia, penguatan rupiah membutuhkan sinergi antara kebijakan fiskal dan aliran devisa dari ekspor. Pemerintah ingin memastikan hasil ekspor tidak langsung keluar dari sistem keuangan domestik. Dengan begitu, pasokan valas di dalam negeri dapat lebih terjaga.

Ia tidak menjelaskan secara rinci bentuk kebijakan yang akan ditempuh. Namun, arah kebijakan itu dinilai akan menambah kepercayaan pasar terhadap stabilitas rupiah. Pasar juga akan mencermati dampaknya terhadap pergerakan dolar AS dalam beberapa pekan mendatang.

DHE Ditahan di Dalam Negeri

Pemerintah akan menerapkan aturan baru penempatan devisa hasil ekspor mulai Juni 2026. Salah satu poin utamanya adalah kewajiban penyimpanan DHE di bank-bank milik negara atau Himbara. Kebijakan ini diharapkan memperkuat cadangan devisa domestik.

Purbaya menyebut DHE dari ekspor batu bara dan CPO menjadi perhatian utama dalam kebijakan tersebut. Menurut dia, devisa dari sektor ekspor perlu lebih lama berada di dalam negeri agar memberi efek berantai ke sistem keuangan. Langkah ini juga diharapkan membantu menekan tekanan pada rupiah.

Ia menilai kebijakan DHE baru akan memperkuat strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas kurs. Dengan aliran devisa yang tidak cepat keluar, likuiditas valas domestik berpotensi membaik. Kondisi itu dapat memberi ruang lebih besar bagi rupiah untuk bergerak stabil.

Intervensi Obligasi Diperkuat

Selain lewat DHE, pemerintah sebelumnya juga mendorong stabilitas rupiah melalui intervensi di pasar obligasi. Langkah itu ditempuh agar imbal hasil atau yield obligasi tidak melonjak terlalu tinggi. Yield yang terkendali dinilai penting untuk mencegah tekanan tambahan pada arus modal asing.

Purbaya mengatakan penurunan yield membuat investor asing tetap nyaman berada di pasar domestik. Stabilitas obligasi juga memberi sinyal bahwa kondisi keuangan Indonesia masih terjaga. Dalam situasi seperti itu, arus masuk modal asing cenderung lebih mudah bertahan.

Ia menambahkan stabilitas harga obligasi akan terus dijaga ke depan. Pemerintah ingin memastikan pasar tidak mudah terguncang oleh sentimen global. Dengan kombinasi kebijakan itu, rupiah diharapkan mendapat dukungan yang lebih kuat.

Pasar Tunggu Langkah Baru

Pelaku pasar kini menunggu detail langkah yang akan diumumkan pemerintah pada pekan depan. Fokus utama tertuju pada arah kebijakan yang dapat langsung memengaruhi nilai tukar rupiah. Pasar juga mencermati apakah kebijakan itu akan memberi dampak cepat terhadap permintaan dolar AS.

Target penguatan rupiah ke level Rp15.000 dinilai cukup ambisius di tengah tekanan eksternal. Namun, dukungan dari DHE, stabilitas obligasi, dan arus modal asing dapat menjadi penopang penting. Kombinasi faktor itu akan menentukan seberapa cepat rupiah bisa bergerak ke level yang diharapkan.

Ke depan, efektivitas kebijakan akan diuji oleh respons pasar dan pelaksanaan aturan baru. Jika devisa ekspor benar-benar bertahan di dalam negeri, peluang penguatan rupiah akan lebih terbuka. Pemerintah pun berharap stabilitas nilai tukar dapat terjaga lebih konsisten.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!