Purbaya Siapkan Rp2 Triliun per Hari untuk Obligasi

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 22 Mei 2026 03:33 WIB 8
Purbaya Siapkan Rp2 Triliun per Hari untuk Obligasi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah telah menyiapkan dana hingga Rp 2 triliun per hari untuk membeli obligasi negara. Namun, realisasi pembelian yang terserap sejauh ini masih jauh lebih kecil, yakni sekitar Rp 600 miliar. Menurut Purbaya, kondisi itu menunjukkan tekanan jual di pasar obligasi belum terlalu besar. Kebijakan ini dijalankan untuk menjaga harga surat utang tetap terkendali di tengah gejolak pasar.

Purbaya menyampaikan pernyataan tersebut saat ditemui di kantornya di Jakarta Pusat, Kamis (19/5/2026). Ia menegaskan pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar sebelum mengambil langkah lanjutan. Menurutnya, langkah yang ditempuh saat ini masih berada dalam tahap pengelolaan kas pemerintah. Pemerintah belum mengaktifkan skema yang lebih luas dalam kerangka stabilisasi obligasi.

Langkah Jaga Pasar Obligasi

Purbaya mengatakan pemerintah mulai masuk ke pasar obligasi sejak Kamis pekan lalu. Dari target Rp 2 triliun per hari, serapan yang terjadi baru mencapai Rp 600 miliar. Ia menilai angka itu menunjukkan penjual di pasar belum banyak. Karena itu, harga obligasi dinilai masih dapat dijaga agar tetap stabil.

Menurut Purbaya, intervensi yang dilakukan bertujuan menjaga kepercayaan pelaku pasar. Pemerintah ingin memastikan harga bond tidak bergerak terlalu liar dalam waktu singkat. Ia menambahkan, perkembangan pasar akan dipantau dari hari ke hari. Keputusan berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi yang terbentuk di lapangan.

Bendahara Negara itu juga menyebut pemerintah masih mengandalkan cash management atau pengelolaan kas internal. Mekanisme ini dipilih sebelum menggunakan skema yang melibatkan lembaga lain. Dengan cara tersebut, pemerintah ingin merespons pasar secara bertahap. Purbaya menyebut kondisi saat ini belum memerlukan langkah yang lebih agresif.

Ia menegaskan bahwa pemerintah siap memperbesar peran jika keadaan memburuk. Namun, sejauh ini tekanan di pasar obligasi masih dinilai relatif terkendali. Purbaya menyebut situasi pasar masih dalam batas yang cukup aman. Karena itu, pemerintah belum perlu mengaktifkan seluruh instrumen stabilisasi.

Belum Aktifkan Skema Stabil

Purbaya menjelaskan pemerintah belum mengaktifkan bond stabilization framework. Skema tersebut biasanya melibatkan lembaga lain, termasuk PT Sarana Multi Infrastruktur atau SMI. Hingga kini, pemerintah baru menjalankan langkah internal melalui kas negara. Ia menilai kondisi pasar belum cukup parah untuk mengarah ke tahap tersebut.

Menurutnya, ada dua jalur yang bisa dipakai untuk menjaga pasar obligasi. Jalur pertama adalah melalui framework stabilisasi yang lebih luas. Jalur kedua adalah pengelolaan kas pemerintah yang saat ini sedang dijalankan. Pemerintah memilih jalur kedua karena situasi pasar masih dianggap wajar.

Purbaya menyebut dirinya akan memanggil pihak terkait bila kondisi menuntut langkah tambahan. Jika diperlukan, SMI dan lembaga lain akan dilibatkan dalam upaya stabilisasi. Namun, keputusan itu belum diambil karena pasar masih relatif tenang. Pemerintah ingin memastikan setiap kebijakan keluar pada waktu yang tepat.

Ia menegaskan fokus utama pemerintah adalah menjaga stabilitas harga obligasi. Dengan stabilitas itu, pasar diharapkan tetap percaya pada arah kebijakan fiskal. Purbaya juga meminta agar perkembangan pasar terus diawasi secara cermat. Menurutnya, respons yang terlalu cepat tanpa dasar yang kuat justru berisiko memicu gejolak baru.

Rupiah Masih Tertekan

Kebijakan pembelian obligasi dilakukan di tengah menguatnya dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Penguatan dolar sempat mendorong nilai tukar mata uang AS ke kisaran Rp 17.700 per dolar AS. Tekanan tersebut membuat pemerintah perlu menjaga stabilitas pasar keuangan. Salah satu langkahnya adalah masuk ke pasar obligasi secara bertahap.

Purbaya sebelumnya menyampaikan bahwa intervensi di pasar obligasi dilakukan sebesar Rp 2 triliun per hari. Menurutnya, langkah itu diharapkan dapat membantu rupiah kembali menguat dalam beberapa waktu ke depan. Ia menilai pergerakan pasar masih bisa diarahkan menuju kondisi yang lebih stabil. Optimisme itu didasarkan pada masuknya investor asing ke pasar.

Ia mengatakan investor asing juga mulai kembali membeli obligasi. Arus masuk tersebut dinilai dapat membantu meredam tekanan di pasar valuta asing. Jika permintaan terhadap obligasi meningkat, stabilitas rupiah berpeluang ikut terjaga. Pemerintah pun berharap kondisi ini berlanjut dalam minggu-minggu mendatang.

Purbaya menegaskan dirinya akan terus masuk ke pasar obligasi setiap hari. Ia meminta agar pembelian tetap berada di kisaran Rp 2 triliun per hari sesuai kebutuhan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kestabilan pasar dan memperkuat rupiah. Pemerintah akan menyesuaikan strategi dengan perkembangan terbaru di pasar keuangan.

Prospek Ke Depan

Purbaya menilai pasar keuangan masih memiliki ruang untuk pulih. Ia menyebut tekanan jual belum besar sehingga pemerintah belum perlu mengambil langkah ekstrem. Kondisi ini memberi waktu bagi otoritas untuk bergerak secara terukur. Dengan pendekatan bertahap, stabilitas pasar diharapkan dapat terjaga lebih lama.

Meski demikian, pemerintah tetap membuka kemungkinan perubahan kebijakan bila situasi memburuk. Setiap pergerakan di pasar obligasi dan nilai tukar akan terus dipantau. Jika diperlukan, instrumen tambahan akan disiapkan untuk memperkuat stabilisasi. Namun, untuk saat ini, pemerintah masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

Pernyataan Purbaya menunjukkan fokus pemerintah pada pengendalian pasar obligasi dan rupiah. Langkah itu menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan investor di tengah volatilitas global. Pasar diharapkan merespons positif kebijakan yang dijalankan secara bertahap. Dengan demikian, tekanan terhadap rupiah dapat berkurang dalam waktu dekat.

Selain menjaga harga bond, pemerintah juga ingin memastikan volatilitas tidak meluas ke sektor keuangan lain. Strategi yang hati-hati dinilai penting agar pasar tidak bereaksi berlebihan. Purbaya menegaskan bahwa situasi saat ini masih relatif terkendali. Pemerintah akan terus menilai apakah dibutuhkan intervensi lanjutan pada hari-hari berikutnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!