Purbaya Siapkan Rp2 Triliun Per Hari untuk Obligasi

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 22 Mei 2026 00:48 WIB 7
Purbaya Siapkan Rp2 Triliun Per Hari untuk Obligasi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah menyiapkan dana hingga Rp 2 triliun per hari untuk membeli obligasi negara. Namun, realisasi pembelian yang terserap sejauh ini masih sekitar Rp 600 miliar. Purbaya menilai kondisi itu menunjukkan tekanan jual di pasar obligasi belum terlalu besar. Kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga harga obligasi tetap terkendali di tengah gejolak pasar.

Langkah intervensi itu dilakukan sejak Kamis pekan lalu dan masih berada dalam tahap pengelolaan kas pemerintah atau cash management. Purbaya menyebut pemerintah belum mengaktifkan skema bond stabilization framework yang melibatkan lembaga lain seperti PT Sarana Multi Infrastruktur. Ia menambahkan, pemerintah masih memantau perkembangan pasar sebelum menentukan langkah lanjutan. Kebijakan ini juga diambil seiring pelemahan rupiah yang sempat menyentuh area Rp 17.700 per dolar AS.

Tekanan Pasar Obligasi

Purbaya menyampaikan bahwa permintaan pembelian obligasi dari pemerintah belum terserap penuh. Dari target Rp 2 triliun per hari, dana yang benar-benar masuk baru sekitar Rp 600 miliar. Menurut dia, kondisi tersebut menandakan pelaku pasar tidak sedang melakukan penjualan besar-besaran. Karena itu, pemerintah menilai stabilitas harga obligasi masih bisa dijaga.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat ditemui di kantornya di Jakarta Pusat, Kamis (19/5/2026). Ia menegaskan pemerintah akan terus memantau arus transaksi di pasar obligasi setiap hari. Jika tekanan membesar, pemerintah memiliki ruang untuk menambah respons kebijakan. Namun untuk saat ini, situasi dinilai masih terkendali.

Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan harga obligasi negara tetap stabil. Ia menyebut pembelian yang dilakukan saat ini belum menunjukkan kebutuhan intervensi yang lebih agresif. Dengan kata lain, pasar masih bergerak dalam batas yang dapat dikelola. Pemerintah pun memilih bersikap hati-hati sebelum mengambil langkah tambahan.

Pilih Jalur Kas

Menurut Purbaya, intervensi yang berjalan saat ini masih sebatas pengelolaan kas pemerintah. Mekanisme itu berbeda dengan skema bond stabilization framework yang melibatkan pihak lain. Dalam skema yang lebih luas, pemerintah dapat menggandeng lembaga seperti SMI untuk ikut menopang pasar. Akan tetapi, langkah tersebut belum diperlukan saat ini.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah memiliki dua jalur dalam menjaga pasar obligasi. Jalur pertama melalui kerangka stabilisasi bersama, sedangkan jalur kedua melalui kas pemerintah sendiri. Saat ini, yang dipakai baru jalur kedua. Purbaya menilai kondisi pasar belum cukup parah untuk mengaktifkan skema yang lebih besar.

Pernyataan itu menunjukkan pemerintah masih mengandalkan instrumen internal untuk meredam tekanan. Strategi ini dianggap cukup selama gejolak pasar belum meluas. Pemerintah pun akan mengevaluasi kebutuhan intervensi lanjutan secara berkala. Jika situasi berubah, skema yang lebih luas dapat segera disiapkan.

Rupiah Masih Tertekan

Kebijakan pembelian obligasi itu ditempuh di tengah penguatan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Pada perdagangan terakhir, nilai tukar dolar AS sempat bergerak di kisaran Rp 17.700 per dolar. Kondisi tersebut menambah tekanan pada pasar keuangan domestik. Pemerintah berupaya meredam dampak lanjutan melalui stabilisasi di pasar obligasi.

Purbaya sebelumnya menyebut intervensi di pasar obligasi sebesar Rp 2 triliun per hari diharapkan membantu rupiah kembali menguat. Ia menilai masuknya pemerintah dan investor asing ke pasar obligasi dapat meningkatkan stabilitas. Dengan begitu, tekanan di pasar valuta asing juga diharapkan mereda. Pemerintah melihat langkah ini sebagai bagian dari upaya menenangkan sentimen pasar.

Meski begitu, Purbaya meminta publik menunggu perkembangan dalam beberapa hari ke depan. Ia meyakini kondisi pasar akan lebih stabil jika aliran dana terus masuk. Pemerintah juga berkomitmen hadir setiap hari di pasar obligasi selama diperlukan. Fokus utamanya tetap menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas nilai tukar.

Langkah Lanjutan Pemerintah

Purbaya mengatakan pemerintah akan melihat perkembangan pasar sebelum menentukan kebijakan berikutnya. Evaluasi dilakukan secara berkala agar respons yang diberikan tetap sesuai kondisi lapangan. Jika tekanan mereda, pemerintah bisa mempertahankan pola intervensi yang ada. Namun bila gejolak membesar, ruang kebijakan tetap terbuka.

Ia menekankan bahwa kondisi saat ini masih tergolong relatif baik. Karena itu, pemerintah belum melihat kebutuhan untuk mengaktifkan seluruh perangkat stabilisasi pasar. Pendekatan bertahap dipilih agar tidak menimbulkan distorsi berlebihan. Kebijakan juga diarahkan agar tidak mengganggu mekanisme pasar secara keseluruhan.

Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap harga obligasi tetap terjaga dan rupiah kembali stabil. Pasar kini menunggu efektivitas intervensi harian yang dilakukan pemerintah. Jika aliran masuk dana berlanjut, tekanan pada pasar keuangan dapat berkurang. Dalam jangka pendek, arah kebijakan fiskal dan pasar utang akan menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!