Purbaya Pastikan Rupiah Rp17.700 Tak Guncang APBN

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 23 Mei 2026 21:53 WIB 5
Purbaya Pastikan Rupiah Rp17.700 Tak Guncang APBN

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan rupiah hingga menyentuh Rp 17.700 per dolar Amerika Serikat tidak mengguncang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Ia menegaskan pemerintah sudah mengantisipasi pergerakan nilai tukar melalui berbagai simulasi dalam penyusunan APBN 2026.

Menurut Purbaya, dampak pelemahan rupiah terhadap APBN relatif kecil dibandingkan risiko lain, terutama kenaikan harga minyak dunia. Ia menyampaikan hal itu saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Selasa, 19 Mei 2026.

Rupiah dan APBN Aman

Purbaya menilai pelemahan rupiah belum menjadi ancaman langsung bagi APBN. Pemerintah, kata dia, telah memasukkan skenario nilai tukar dalam perhitungan anggaran sejak awal. Karena itu, perubahan kurs yang terjadi saat ini masih berada dalam batas yang telah diantisipasi.

Dalam asumsi APBN 2026, nilai rupiah ditetapkan sebesar Rp 16.500 per dolar AS. Meski kurs sempat melemah ke Rp 17.700 per dolar AS, ia menyebut kondisi tersebut tidak otomatis menambah defisit. Perhitungan fiskal pemerintah disebut telah disusun dengan berbagai kemungkinan.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak bekerja dengan asumsi tunggal. Setiap simulasi disiapkan untuk melihat dampak perubahan pasar terhadap postur anggaran. Dengan pendekatan itu, APBN dinilai tetap aman menghadapi tekanan eksternal.

Simulasi Rupiah dalam APBN

Purbaya mengatakan simulasi nilai tukar sudah menjadi bagian dari penyusunan APBN. Menurut dia, pemerintah perlu menghitung berbagai skenario agar belanja dan pendapatan negara tetap terjaga. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko fiskal di tengah ketidakpastian global.

Saat ditanya besaran dampak pelemahan rupiah, ia menyebut angkanya sudah dihitung namun tidak dirinci. Purbaya menilai pengaruh kurs terhadap APBN jauh lebih kecil dibandingkan lonjakan harga minyak. Ia menegaskan prioritas pemerintah adalah menjaga stabilitas fiskal secara menyeluruh.

Dalam penjelasannya, Purbaya membandingkan dampak rupiah dengan harga minyak dunia. Setiap kenaikan harga minyak sebesar US$ 1 dapat menambah defisit APBN sekitar Rp 6,8 triliun. Menurut dia, efek pelemahan rupiah masih lebih kecil dari angka tersebut.

Defisit APBN Masih Terkendali

Purbaya menyebut kondisi APBN hingga akhir April 2026 masih aman. Defisit tercatat sebesar Rp 164,4 triliun atau setara 0,64 persen terhadap produk domestik bruto. Angka ini menunjukkan tekanan fiskal masih dalam batas yang terkendali.

Jika dibandingkan dengan Maret 2026, defisit tersebut membaik cukup signifikan. Pada bulan itu, defisit APBN tercatat Rp 240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB. Purbaya menilai perbaikan ini memperlihatkan arah fiskal yang lebih sehat.

Ia juga menyoroti surplus keseimbangan primer sebesar Rp 28 triliun per 30 April 2026. Menurutnya, capaian itu menjadi sinyal bahwa pengelolaan anggaran berjalan lebih baik. Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis defisit dapat terus ditekan pada periode berikutnya.

Rupiah dan Harga Minyak

Purbaya menilai faktor yang paling perlu diwaspadai justru harga minyak dunia. Setiap kenaikan kecil pada komoditas energi itu dapat memberi tekanan besar pada defisit APBN. Karena itu, pemerintah terus memantau perkembangan pasar global secara ketat.

Ia menyebut pelemahan rupiah memang perlu dicermati, tetapi dampaknya tidak sebesar kenaikan harga minyak. Dalam perbandingan fiskal, efek kurs disebut lebih kecil dan tidak menimbulkan lonjakan defisit yang berarti. Pemerintah pun tetap menjaga ruang fiskal agar program prioritas berjalan lancar.

Dengan berbagai simulasi yang telah disiapkan, Purbaya memastikan APBN masih berada dalam kondisi aman. Ia menilai penilaian sejumlah analis yang menyamakan defisit secara rata tidak sesuai dengan perhitungan pemerintah. Ke depan, ia berharap perbaikan keseimbangan primer dapat mendorong kondisi fiskal semakin solid.

Tag Terkait
#rupiah#apbn#defisit

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!