Purbaya Optimistis IHSG Dekati Bottom, Prospek Masih Cerah

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 28 Mei 2026 22:29 WIB 4
Purbaya Optimistis IHSG Dekati Bottom, Prospek Masih Cerah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pasar saham Indonesia masih memiliki prospek cerah meski belakangan berfluktuasi dan sempat tertekan. Dalam forum Jogja Financial Festival 2026, ia menyebut posisi indeks saham saat ini sudah mendekati titik terendah atau bottom.

Menurut Purbaya, peluang penguatan ke depan tetap besar karena ekonomi nasional diyakini terus membaik. Ia menegaskan pemerintah bersama Presiden Prabowo tengah menjalankan reformasi ekonomi untuk memperkuat fondasi pertumbuhan dan pasar modal.

IHSG Dekati Titik Terendah

Purbaya menilai tekanan yang terjadi pada indeks saham tidak serta-merta menandakan tren jangka panjang melemah. Ia justru melihat ruang pemulihan yang masih terbuka lebar, terutama jika perbaikan ekonomi berjalan konsisten.

Dalam paparannya, ia menyebut pasar saham sempat mengalami penurunan yang cukup dalam. Namun, dari sisi analisis teknikal jangka pendek, kondisi itu dinilainya sudah mendekati fase dasar pergerakan.

Ia mengatakan pertanyaan mengenai peluang indeks untuk turun lebih jauh perlu dilihat dari kekuatan fundamental ekonomi. Selama pondasi ekonomi terus menguat, pasar saham memiliki peluang untuk pulih secara bertahap.

Purbaya juga menekankan bahwa pergerakan IHSG kerap mengikuti sentimen makro dan arah kebijakan ekonomi. Karena itu, reformasi yang berjalan dianggap menjadi faktor penting bagi stabilitas pasar modal.

Reformasi Ekonomi Jadi Penopang

Menurut Purbaya, pemerintah tidak setengah hati dalam menjalankan reformasi ekonomi. Ia menyebut dirinya mendapat tugas untuk memastikan berbagai pembenahan dapat diselesaikan secara menyeluruh.

Ia menilai kolaborasi antarpihak menjadi kunci agar agenda pembenahan berjalan efektif. Dengan kerja bersama, fondasi ekonomi nasional dinilai dapat diperkuat lebih cepat.

Purbaya menegaskan bahwa reformasi ekonomi yang serius akan memberi dampak positif terhadap pasar saham. Ketika pelaku pasar melihat arah kebijakan yang jelas, kepercayaan investor cenderung ikut membaik.

Ia menambahkan, penguatan fundamental bukan hanya penting bagi pertumbuhan domestik, tetapi juga untuk menjaga ketahanan pasar keuangan. Dalam pandangannya, pasar modal akan lebih sehat jika didukung ekonomi yang stabil.

Siklus Bisnis Diperhatikan

Purbaya menjelaskan bahwa ekonomi bergerak dalam siklus naik dan turun yang wajar. Ia menyebut fase ekspansi dapat berlangsung panjang apabila kebijakan reformasi dijalankan dengan tepat.

Dalam penjelasannya, masa ekspansi ekonomi bisa bertahan sekitar tujuh hingga delapan tahun jika pengelolaan berjalan kurang optimal. Namun, jika kebijakan dijalankan dengan baik, siklus positif itu dapat bertahan hingga sekitar 10 tahun.

Ia melihat siklus tersebut sebagai ruang bagi pasar saham untuk tumbuh secara bertahap. Selama ekonomi ekspansif, potensi kenaikan indeks saham biasanya ikut menguat.

Pandangan itu, menurutnya, menjadi alasan mengapa investor perlu melihat pasar dengan horizon waktu yang lebih panjang. Dengan begitu, fluktuasi harian tidak langsung dianggap sebagai sinyal pelemahan struktural.

Prospek Jangka Panjang Menguat

Purbaya bahkan memperkirakan kenaikan indeks saham dalam beberapa tahun ke depan masih sangat besar. Ia menyebut dari titik terendah ekonomi, pertumbuhan bisa mencapai empat hingga lima kali lipat pada periode 2028 hingga 2030.

Ia mencontohkan, bila titik terendah berada di kisaran 7.000, maka ruang kenaikan menuju beberapa tahun mendatang masih terbuka luas. Proyeksi itu, menurutnya, mencerminkan prospek yang sangat baik bagi pasar saham Indonesia.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak takut berinvestasi di saham untuk jangka panjang. Menurutnya, fokus utama investor seharusnya tertuju pada kualitas pondasi ekonomi.

Purbaya menegaskan bahwa selama ia menjabat Menteri Keuangan, pondasi ekonomi akan terus diperbaiki. Ia pun meyakini IHSG akan naik secara bertahap seiring penguatan fundamental nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!