Kecanduan Smartphone Ancam Kesehatan Mental Generasi Muda

Lifestyle Anindya Kirana Putri 28 Mei 2026 23:44 WIB 2
Kecanduan Smartphone Ancam Kesehatan Mental Generasi Muda

Kecanduan smartphone semakin menjadi perhatian karena perangkat ini, meski memudahkan banyak aktivitas, juga dapat memicu ketergantungan yang berdampak pada kesehatan mental. Generasi muda disebut sebagai kelompok yang paling rentan, karena tumbuh di tengah derasnya penggunaan media sosial dan teknologi digital.

Survei pada Agustus 2024 oleh Pusat Terpadu Pencegahan dan Perawatan Kecanduan, dari Tung Wah Group of Hospitals di Hong Kong, menunjukkan banyak orang tua kesulitan mengendalikan penggunaan gadget anak-anak mereka. Dari 1.000 responden, 63,4 persen mengaku kecanduan gadget, sementara 36,5 persen mengatakan tetap menggunakannya saat berada di toilet.

Kecanduan Smartphone pada Generasi Muda

Generasi muda menghadapi risiko lebih besar karena mereka terbiasa berinteraksi dengan smartphone sejak usia dini. Kebiasaan ini membuat perhatian mudah teralihkan, terutama ketika media sosial terus menghadirkan notifikasi dan konten baru.

Penggunaan smartphone yang berlebihan juga kerap terjadi saat malam hari, termasuk di tempat tidur. Kondisi tersebut membuat waktu istirahat terganggu dan kualitas tidur menurun.

Dalam jangka panjang, pola seperti ini dapat membentuk ketergantungan yang sulit dikendalikan. Jika dibiarkan, kebiasaan tersebut berpotensi mengganggu produktivitas, relasi sosial, dan kesehatan emosional.

Dampak Negatif bagi Mental

Kecanduan smartphone tidak hanya membuat waktu habis tanpa disadari, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi psikologis. Psikolog Quratulain Zaidi mengatakan penggunaan berlebihan dikaitkan dengan depresi, kecemasan, dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas.

Ketika seseorang terlalu lama menatap layar, otak terus menerima rangsangan yang cepat dan berulang. Hal ini dapat membuat seseorang lebih sulit fokus pada aktivitas yang membutuhkan konsentrasi jangka panjang.

Selain itu, ketergantungan pada gawai sering memunculkan rasa gelisah saat ponsel tidak berada di dekat pengguna. Dalam situasi tertentu, kondisi ini bahkan dapat memicu mudah tersinggung dan menurunnya kestabilan emosi.

Tanda yang Perlu Diwaspadai

Ada beberapa gejala yang bisa menjadi sinyal awal kecanduan smartphone. Salah satunya adalah dorongan kuat untuk terus membuka ponsel, meski tidak ada keperluan yang mendesak.

Tanda lain adalah perasaan cemas atau mudah marah ketika tidak memegang smartphone. Pengguna juga kerap memakai ponsel lebih lama dari yang direncanakan, lalu tetap melanjutkannya meski tubuh sudah lelah.

Kebiasaan menggunakan smartphone secara berlebihan sebelum tidur juga perlu diwaspadai. Jika pola ini terus berulang, risiko gangguan tidur dan penurunan kualitas hidup bisa semakin besar.

Cara Mengurangi Ketergantungan

Ada lima cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi kecanduan smartphone. Langkah pertama adalah membatasi waktu layar secara konsisten dan menetapkan jam khusus untuk tidak menggunakan gawai.

Langkah berikutnya adalah menonaktifkan notifikasi yang tidak penting agar perhatian tidak mudah terpecah. Pengguna juga dapat menjauhkan ponsel saat makan, belajar, atau menjelang tidur untuk melatih kontrol diri.

Selain itu, mengganti waktu bersama smartphone dengan aktivitas fisik atau interaksi langsung akan membantu kebiasaan baru terbentuk. Upaya ini membutuhkan tekad kuat, tetapi penting untuk menjaga kesehatan mental dan fisik dalam jangka panjang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!