Stres Bisa Picu Kembung, Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya

Lifestyle Nadia Safira Putri 29 Mei 2026 00:53 WIB 3
Stres Bisa Picu Kembung, Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya

Stres dan emosi yang memuncak tidak hanya memengaruhi suasana hati, tetapi juga dapat membuat tubuh bereaksi secara fisik. Salah satu keluhan yang kerap muncul adalah perut kembung dan rasa begah, meski pola makan tidak berubah.

Para ahli menjelaskan bahwa sistem pencernaan sangat dipengaruhi kondisi saraf dan emosi. Saat tubuh berada dalam tekanan, proses pencernaan dapat melambat, sehingga gas lebih mudah terperangkap di dalam perut.

Stres dan Kembung

Rebecca Ditkoff, konselor makan dan pemilik praktik Nutrition by RD di New York City, menyebut usus sebagai otak kedua manusia. Ia menjelaskan bahwa sistem pencernaan sangat dipengaruhi oleh sistem saraf, sehingga kondisi emosional dapat tercermin pada perut.

Hubungan itu membuat stres tidak hanya terasa di pikiran, tetapi juga di tubuh. Pada sebagian orang, reaksi awalnya berupa perut terasa penuh, kembung, atau tidak nyaman setelah makan.

Ditkoff menegaskan bahwa kondisi tersebut merupakan respons tubuh yang umum terjadi. Meski demikian, bentuk reaksinya bisa berbeda pada setiap orang, tergantung sensitivitas tubuh dan tingkat stres yang dialami.

Dalam beberapa kasus, keluhan pencernaan juga bisa muncul bersamaan dengan gangguan lain seperti mual, kram, atau diare. Karena itu, keluhan yang berulang sebaiknya tidak dianggap remeh, terutama jika terjadi saat stres meningkat.

Cara Kerja Sistem Saraf

Sistem saraf enterik berperan besar dalam mengatur kerja saluran pencernaan. Sistem ini menjadi penghubung penting antara kondisi saraf dan fungsi pencernaan di dalam tubuh.

Melissa Groves Azzaro, RDN, menjelaskan bahwa tubuh pada dasarnya bergerak dalam dua kondisi sistem saraf. Kondisi tersebut adalah fight-or-flight dan rest-and-digest, yang masing-masing memengaruhi cara tubuh merespons tekanan.

Saat seseorang menghadapi ancaman atau tekanan berat, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti kortisol, adrenalin, dan noradrenalin. Hormon ini membantu tubuh bersiaga, tetapi pada saat yang sama mengalihkan energi dari pencernaan.

Akibatnya, aliran darah lebih banyak diarahkan ke otot, sementara kerja otot pencernaan dan produksi sekresi pencernaan menurun. Proses ini membuat makanan lebih lama diproses di dalam perut dan saluran cerna.

Kenapa Perut Jadi Begah

Ketika pencernaan melambat, makanan tidak terurai secara optimal. Kondisi ini membuat makanan bertahan lebih lama di lambung dan usus, sehingga gas lebih mudah terbentuk.

Ditkoff menjelaskan bahwa makanan yang berada terlalu lama di saluran pencernaan dapat memerangkap gas. Inilah yang kemudian memicu rasa kembung, begah, dan tidak nyaman di perut.

Respons tubuh terhadap stres juga tidak selalu sama. Ada orang yang langsung merasa perut penuh, sementara yang lain justru mengalami kram atau perubahan pola buang air besar.

Pada sebagian orang, stres dapat memperburuk gangguan pencernaan kronis yang memang sudah ada sebelumnya. Saat tekanan meningkat, keluhan lama bisa kembali muncul dan terasa lebih berat.

Cara Meredakan Stres

Langkah utama untuk mengurangi kembung akibat stres adalah membantu tubuh kembali ke fase rest-and-digest. Dalam kondisi ini, hormon stres menurun dan tubuh lebih siap mencerna makanan dengan baik.

Ditkoff menyarankan agar seseorang makan dalam keadaan tenang. Saat pikiran lebih rileks, aliran darah dan fungsi pencernaan dapat bekerja lebih efektif dibandingkan ketika tubuh sedang tegang.

Namun, tidak makan sama sekali saat stres juga bukan pilihan yang baik. Tubuh tetap membutuhkan asupan, hanya saja waktu dan cara makannya perlu dibuat lebih nyaman agar pencernaan tidak terbebani.

Untuk membantu meredakan keluhan, seseorang dapat menenangkan diri terlebih dahulu sebelum makan, mengatur napas lebih dalam, dan memberi jeda dari pemicu stres. Jika kembung sering berulang atau disertai gejala berat, pemeriksaan medis perlu dilakukan untuk memastikan penyebabnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!