Ide Bisnis CFD yang Berpotensi Raup Cuan

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 29 Mei 2026 00:58 WIB 2
Ide Bisnis CFD yang Berpotensi Raup Cuan

Car Free Day atau CFD setiap pekan selalu dipadati masyarakat yang datang untuk berolahraga, berjalan santai, hingga mencari hiburan. Keramaian ini membuat kawasan CFD menjadi ruang yang potensial bagi pelaku usaha kecil untuk menjual produk dan mendapatkan penghasilan tambahan.

Sejumlah pedagang memanfaatkan momentum tersebut untuk membuka lapak secara rutin, termasuk sebagai usaha sampingan di sela pekerjaan utama. Salah satu contoh yang menarik adalah penjualan roti kukus srikaya, yang disebut mampu menghasilkan omzet signifikan dengan modal relatif terjangkau.

Peluang Bisnis CFD

CFD menawarkan pasar yang sangat spesifik karena pengunjung datang dengan tujuan yang beragam. Kondisi itu membuat produk makanan, minuman, dan kebutuhan praktis cenderung mudah menarik perhatian.

Keramaian yang konsisten setiap pekan juga memberi kepastian arus pembeli bagi pedagang. Dengan lokasi yang tepat, pelaku usaha bisa menjadikan CFD sebagai etalase promosi sekaligus sumber pendapatan.

Selain ramai, suasana CFD biasanya lebih santai sehingga orang lebih leluasa untuk melihat, mencicipi, dan membeli produk. Faktor ini membuat penjual memiliki peluang lebih besar untuk membangun pembeli berulang.

Roti Kukus Srikaya

Salah satu ide usaha yang dinilai potensial di CFD adalah berjualan roti kukus srikaya. Produk ini dianggap cocok karena mudah dibawa, praktis dibeli, dan memiliki rasa yang disukai banyak orang.

Dzakia, pedagang dengan akun @rotisrikaya_mamaya, menjadi salah satu contoh pelaku usaha yang menjalankan bisnis tersebut di CFD Teras Kota BSD. Ia menyebut modal sekitar Rp2 juta untuk mengambil produk dari supplier.

Dengan jumlah sekitar 800 buah, dagangannya disebut habis terjual pada jam operasional pagi hingga siang. Dari modal Rp2 juta, omzet yang diperoleh bisa mencapai Rp4 juta, menurut penuturannya kepada detikcom.

Modal Dan Operasional

Usaha di CFD umumnya membutuhkan modal yang tidak terlalu besar, terutama jika produk diperoleh dari supplier. Pola ini membantu pedagang memulai bisnis tanpa harus menanggung proses produksi yang rumit.

Jam operasional juga menjadi faktor penting karena CFD berlangsung pada pagi hari. Pedagang biasanya mulai berangkat sekitar pukul 05.00 WIB agar bisa menempati lokasi lebih awal dan melayani pembeli saat arus pengunjung mulai ramai.

Jenis produk yang dipilih sebaiknya mudah disajikan dan cepat dibeli. Jika produk terlalu rumit, penjual bisa kehilangan momentum saat pengunjung sedang ramai.

Strategi Agar Laris

Pelaku usaha perlu memilih produk yang sesuai dengan karakter pengunjung CFD. Makanan ringan, minuman segar, dan produk siap konsumsi umumnya lebih mudah diterima pasar.

Tampilan kemasan juga perlu diperhatikan agar produk terlihat menarik dan higienis. Di tengah persaingan pedagang, visual yang rapi dapat menjadi pembeda yang penting.

Konsistensi kualitas menjadi kunci agar pembeli bersedia kembali pada pekan berikutnya. Dengan strategi yang tepat, CFD tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga sarana membangun merek usaha kecil.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!