PSN Luncurkan Satelit Nusantara Lima untuk Internet 3T

Teknologi Moh. Royhan Nahado 13 Mei 2026 08:26 WIB 8
PSN Luncurkan Satelit Nusantara Lima untuk Internet 3T

Satelit Nusantara Lima resmi beroperasi sebagai wahana kunci dalam menghadirkan layanan internet berbasis satelit di seluruh Indonesia, termasuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Peresmian dilakukan di Jakarta pada Senin malam, 11 Mei 2026, dengan hadirin utama Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wamendiktisainstek Stella Christie, dan Komisaris Utama PSN Sofyan Djalil. Keberadaan satelit ini diproyeksikan meningkatkan kapasitas nasional hingga 160 Gbps dan memperkuat kemandirian konektivitas negara.

Di balik operasinya, Nusantara Lima dirancang untuk melayani kebutuhan pemerataan akses internet di Indonesia serta potensi layanan regional di Filipina dan Malaysia. Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso, menjelaskan bahwa mayoritas kapasitas akan dialokasikan untuk Indonesia, dengan 140 Gbps untuk wilayah domestik dan 20 Gbps untuk negara tetangga. Investasi awal sekitar Rp 8 triliun akan mendukung infrastruktur mulai dari ruas bumi hingga satelit itu sendiri.

Kapasitas dan Cakupan

Kapasitas satelit Nusantara Lima mencapai 160 Gbps, menjadi tulang punggung layanan internet nasional. Adi Rahman Adiwoso menjelaskan bahwa kapasitas itu akan diprioritaskan untuk pemerintah, swasta, dan lembaga di Indonesia. Prioritas penggunaan difokuskan pada pemerataan akses khususnya di wilayah 3T.

Untuk wilayah domestik, 140 Gbps dialokasikan dan menjadi bagian terbesar pemakaian. Sementara 20 Gbps sisanya dialokasikan untuk Filipina dan Malaysia sesuai kebutuhan regional. PSN menyatakan upaya kerjasama regional berjalan seiring kesiapan operasional satelit.

PSN menegaskan infrastruktur pendukung, termasuk tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan, terintegrasi dengan segmen luar angkasa. Cakupan itu diharapkan mendukung layanan internet cepat untuk masyarakat, sektor bisnis, dan instansi pemerintah. Satelit Nusantara Lima diperkirakan beroperasi lebih dari 15 tahun, memberikan kepastian layanan jangka panjang.

Investasi sekitar Rp 8 triliun telah disiapkan sejak perencanaan hingga operasional satelit Nusantara Lima. Nilai investasi mencakup pengadaan infrastruktur di darat dan pengujian jaringan sebelum peluncuran. Dana tersebut diharapkan mempercepat integrasi layanan digital di seluruh wilayah.

Penjajakan kerja sama regional juga dilakukan, dengan fokus pada Malaysia dan Filipina. PSN menegaskan bahwa negosiasi dengan mitra regional berjalan beriringan dengan kesiapan operasional satelit. Tujuan kerja sama tersebut adalah memperluas cakupan layanan serta meningkatkan daya saing digital ASEAN.

Saat ini, izin operasional dan uji laik operasi menandai babak baru bagi konektivitas nasional. Pemerintah menilai Nusantara Lima sebagai instrumen kebijakan untuk pemerataan digital 3T. Penempatan orbit 113 derajat bujur timur memperkuat jaringan nasional dan regional.

Dengan tujuh stasiun bumi yang tersebar dari Aceh hingga Tarakan, Nusantara Lima terintegrasi penuh dengan segmen luar angkasa. Ruas bumi tersebut menjadi kunci menjaga konektivitas stabil di berbagai kondisi geografis. PSN memastikan operasional satelit ini akan berjalan selama lebih dari 15 tahun.

Layanan internet cepat ini diharapkan mendukung sektor publik dan privat, termasuk pemerintahan, pendidikan, dan bisnis. Keberlanjutan proyek juga ditopang oleh standar keamanan siber dan redundansi jaringan. Langkah ini diharapkan memperkuat infrastruktur digital nasional dalam menghadapi dinamika global.

Peluncuran Nusantara Lima menandai tonggak historis bagi kemandirian digital Indonesia. Di masa mendatang, layanan satelit diharapkan memicu inovasi teknologi lokal dan peluang kerja baru. Penempatan orbit yang tepat dan kesiapan ground segment menjadi faktor kunci keberhasilan proyek.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!