PSN Andalkan Teknologi Lokal Hadapi Starlink di Indonesia

Teknologi BRH 30 Mei 2026 09:46 WIB 4
PSN Andalkan Teknologi Lokal Hadapi Starlink di Indonesia

Pasifik Satelit Nusantara (PSN) menegaskan strategi baru dalam menghadapi persaingan layanan internet satelit berbasis Low Earth Orbit atau LEO milik Starlink di Indonesia. Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso, menyebut perusahaan memilih jalur berbeda dengan menonjolkan teknologi lokal dan kedaulatan layanan nasional.

Strategi itu mengemuka setelah PSN mengoperasikan satelit Nusantara Lima, yang telah mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit atau Jartupsat serta Very Small Aperture Terminal atau VSAT dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Dengan kapasitas jumbo dan infrastruktur yang dibangun di dalam negeri, PSN menilai layanannya memiliki keunggulan tersendiri di tengah kompetisi yang kian ketat.

Strategi PSN Hadapi Starlink

Adi mengatakan PSN tidak ingin meniru pendekatan Starlink yang agresif di pasar. Menurut dia, perusahaan justru ingin memberi opsi berbeda bagi pelanggan di Indonesia. Salah satu pembeda utama adalah penggunaan teknologi yang dikembangkan di dalam negeri. Termasuk di dalamnya antena Cerdiq yang disebut seluruhnya merupakan karya lokal.

Ia menegaskan, pengembangan teknologi lokal bukan sekadar pilihan bisnis. Langkah itu juga dipandang penting untuk menjaga kedaulatan layanan satelit nasional. PSN menilai ketergantungan pada teknologi luar negeri dapat menyisakan risiko tertentu. Karena itu, perusahaan memilih membangun ekosistem yang lebih mandiri.

Di sisi lain, PSN memandang layanan yang bertumpu pada infrastruktur domestik lebih aman dari gangguan geopolitik global. Adi menyebut seluruh kapasitas layanan itu berada di tanah air. Dengan demikian, layanan tidak mudah terdampak oleh dinamika politik internasional. Hal ini menjadi salah satu nilai jual utama PSN kepada pasar.

Fokus Pada Teknologi Lokal

PSN menempatkan teknologi lokal sebagai fondasi utama dalam pengembangan bisnis satelitnya. Pendekatan ini dinilai memberi kontrol yang lebih besar atas kualitas layanan. Selain itu, perusahaan juga dapat menyesuaikan pengembangan dengan kebutuhan pengguna di Indonesia. Strategi tersebut sekaligus memperkuat posisi PSN sebagai pemain nasional.

Adi menyebut, infrastruktur yang dibangun di dalam negeri membuat layanan lebih dekat dengan kepentingan nasional. Ia menilai kondisi itu berbeda dengan model bisnis yang sangat bergantung pada jaringan global. Dalam pandangannya, layanan lokal akan lebih mudah dijaga keberlanjutannya. Terutama ketika terjadi perubahan situasi di luar negeri.

PSN juga menilai investasi pada teknologi lokal dapat mendorong tumbuhnya kapasitas industri satelit nasional. Pengembangan antena dan perangkat pendukung di dalam negeri disebut menjadi langkah penting. Dengan begitu, manfaat ekonomi tidak hanya berhenti pada layanan konektivitas. Efek lanjutannya dapat menjangkau ekosistem teknologi yang lebih luas.

Persaingan Harga Tak Diikuti

Meski mengakui persaingan dengan Starlink tidak mudah, PSN menegaskan tidak ingin terjebak perang harga. Adi mengatakan perusahaan tidak akan masuk ke praktik subsidi besar-besaran. Menurut dia, strategi seperti itu tidak sehat untuk pasar dalam jangka panjang. PSN memilih menjaga keberlanjutan bisnis ketimbang mengejar ekspansi instan.

Ia menyebut Starlink memiliki keunggulan finansial karena dapat menjual layanan dengan harga tinggi di Amerika Serikat dan Eropa. Keuntungan dari pasar besar itu kemudian bisa dipakai untuk menekan harga di negara lain. Model bisnis tersebut membuat kompetisi menjadi berat bagi pemain lokal. Namun, PSN menilai cara itu bukan jalan yang ingin diambil perusahaan.

Adi bahkan menyebut perang harga dengan orang terkaya di dunia sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Karena itu, PSN lebih fokus memperkuat nilai layanan daripada sekadar menurunkan tarif. Perusahaan ingin bersaing lewat kualitas, ketahanan layanan, dan teknologi lokal. Strategi tersebut diharapkan lebih relevan untuk pasar Indonesia.

Nusantara Lima Jadi Andalan

PSN resmi mengoperasikan layanan internet berbasis satelit Nusantara Lima dengan kapasitas hingga 160 Gbps. Kapasitas itu disebut sebagai yang terbesar di kawasan Asia. Kehadiran satelit tersebut menjadi penopang utama strategi perusahaan. PSN berharap layanan ini dapat memperluas akses internet di berbagai wilayah.

Dengan kapasitas besar, Nusantara Lima diharapkan mampu menopang kebutuhan konektivitas dari berbagai segmen pelanggan. Layanan ini dinilai penting untuk daerah yang sulit dijangkau jaringan terestrial. PSN juga melihat peluang besar di sektor bisnis dan pemerintahan. Ketersediaan konektivitas satelit menjadi solusi untuk wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

Pengoperasian Nusantara Lima menandai langkah baru PSN dalam industri satelit nasional. Perusahaan ingin membuktikan bahwa teknologi lokal mampu bersaing di tengah dominasi pemain global. Ke depan, keberhasilan strategi ini akan bergantung pada kualitas layanan dan kepercayaan pasar. PSN pun menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem satelit Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!