Produksi Emas China Turun, Permintaan Melonjak Kuartal I 2026

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 13 Mei 2026 13:58 WIB 9
Produksi Emas China Turun, Permintaan Melonjak Kuartal I 2026

Produksi emas China pada kuartal pertama 2026 dilaporkan menurun secara signifikan. Data CGA menunjukkan total produksi mencapai 136,23 ton, turun 3,3% dibanding periode sama tahun lalu. Penurunan ini dipicu penutupan beberapa pabrik peleburan untuk perawatan rutin.

Penurunan produksi tercermin lebih dalam jika hanya menghitung volume produksi dari bahan baku domestik murni, yang turun 7,1% YoY menjadi 81,06 ton. Penurunan tersebut sebagian besar dipicu penutupan pabrik untuk perawatan rutin. Meski produksi melambat, permintaan emas di pasar China menunjukkan tren kenaikan.

Produksi turun kuartal I

Produksi emas China pada kuartal I 2026 turun secara signifikan. CGA mencatat total produksi 136,23 ton, turun 3,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan dipicu penutupan beberapa pabrik peleburan untuk perawatan rutin.

Produksi bahan baku domestik juga turun, turun 7,1% YoY menjadi 81,06 ton. Penurunan ini sebagian besar disebabkan penutupan pabrik selama perawatan rutin. Dampaknya membuat pasokan emas domestik melunak secara signifikan.

Di sisi permintaan, meski produksi melambat, permintaan emas di pasar China naik 4,4% YoY menjadi 303,29 ton. Permintaan untuk emas batangan dan koin melonjak 46,4% menjadi 202,06 ton. Konsumsi emas perhiasan turun 37,1% menjadi 84,62 ton, sementara minat investasi melalui tabungan emas batangan melalui bank meningkat secara signifikan.

KeteranganJumlah (ton)Perubahan YoY
Produksi emas total (bahan baku + impor)136,23-3,3%
Produksi bahan baku domestik81,06-7,1%
Permintaan emas total303,29+4,4%
Permintaan emas batangan & koin202,06+46,4%
Permintaan emas perhiasan84,62-37,1%

Dinamika Permintaan Batangan

Permintaan emas batangan dan koin meningkat secara signifikan. Angka tersebut naik 46,4% YoY menjadi 202,06 ton. Perubahan ini mencerminkan preferensi investor yang meningkat terhadap logam mulia.

Sementara itu, konsumsi emas perhiasan turun 37,1% menjadi 84,62 ton. Penurunan ini mengindikasikan pergeseran preferensi konsumen di tengah ketidakpastian ekonomi. Produsen segmen perhiasan menilai permintaan tetap lemah.

Minat investasi melalui tabungan emas batangan melalui bank meningkat secara signifikan. Bank-bank melaporkan lonjakan penjualan sebagai alternatif investasi aman di tengah volatilitas. Pihak CGA menilai perubahan perilaku konsumen akan mempengaruhi dinamika pasokan di isu ini.

Harga Emas Berpotensi Naik

Kondisi keuangan global dan tensi geopolitik menambah ketidakpastian pasar logam mulia. Ketidakpastian ini berpotensi mendorong pergerakan harga emas ke level yang lebih tinggi. Analis menilai volatilitas tetap tinggi sepanjang kuartal berikutnya.

Penurunan produksi di China dapat menekan pasokan global jika berlanjut. Secara paralel, data permintaan menunjukkan adanya dukungan terhadap harga. Dampak netto terhadap harga akan bergantung pada dinamika produksi negara lain dan langkah kebijakan.

Harga emas diperkirakan bisa naik jika permintaan tetap kuat meski pasokan berkurang. Risiko geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global menjadi faktor utama yang perlu diamati. Otoritas dan pelaku pasar akan menilai sinyal produksi negara besar dalam beberapa kuartal mendatang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!