Prabowo Tegaskan Indonesia Butuh Investasi Tanpa Bergantung Asing

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 21 Mei 2026 20:49 WIB 7
Prabowo Tegaskan Indonesia Butuh Investasi Tanpa Bergantung Asing

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tetap membutuhkan investasi dari luar negeri untuk mendukung pembangunan nasional. Namun, kebutuhan itu tidak boleh membuat Indonesia bergantung pada kekuatan asing. Ia menekankan pemerintah akan menjaga kedaulatan ekonomi dan menguatkan sumber daya dalam negeri. Pernyataan itu disampaikan dalam Pidato Penyampaian KEM-PPKF RAPBN 2027 pada Rabu, 20 Mei 2026.

Prabowo juga menolak sikap meminta-minta dalam menarik modal asing ke Indonesia. Menurut dia, bangsa yang besar harus percaya pada kekuatan sendiri tanpa kehilangan ruang untuk bekerja sama. Dalam pidatonya, ia menegaskan Indonesia tidak boleh bertekuk lutut kepada pihak mana pun. Sikap tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menjaga martabat ekonomi nasional.

Investasi dan Kedaulatan

Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan investasi luar negeri untuk mempercepat pembangunan. Meski demikian, ia menegaskan ketergantungan penuh pada modal asing bukan pilihan yang diinginkan pemerintah. Menurut dia, Indonesia harus mampu mengerahkan kekuatan nasional untuk memenuhi kebutuhan investasi. Dengan begitu, pembangunan dapat berjalan tanpa mengorbankan kedaulatan.

Ia menilai bangsa Indonesia memiliki modal besar untuk berdiri di atas kaki sendiri. Karena itu, kerja sama internasional harus ditempatkan sebagai pelengkap, bukan penopang utama. Pemerintah, kata dia, akan memastikan kepentingan nasional tetap menjadi prioritas. Prinsip tersebut diyakini penting agar pertumbuhan ekonomi berlangsung lebih berdaulat.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya rasa percaya diri sebagai bangsa. Ia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah perjuangan melawan penjajahan dan berhasil mengusir kekuatan asing. Oleh sebab itu, sikap mental tidak boleh berubah menjadi rendah diri dalam menghadapi investasi global. Ia meminta seluruh pihak menjaga semangat nasional tersebut.

Peran Danantara

Prabowo kemudian menyinggung cita-cita Indonesia memiliki dana kedaulatan yang telah lama dibahas. Menurut dia, cita-cita itu akhirnya diwujudkan melalui pembentukan Sovereign Wealth Fund bernama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Lembaga ini dibentuk pada 2025 sebagai instrumen strategis negara. Namanya disebut berasal dari energi dan kekuatan masa depan Indonesia.

Danantara, kata Prabowo, dirancang untuk mempercepat pembiayaan pembangunan. Fokus utamanya adalah penyediaan investasi dan modal kerja bagi agenda industrialisasi. Dengan peran itu, Danantara diharapkan menjadi pengungkit ekonomi yang lebih efektif. Pemerintah ingin memastikan pembiayaan pembangunan tidak tersendat oleh keterbatasan sumber dana.

Ia menyebut Danantara sebagai langkah penting untuk memperkuat kemandirian pembiayaan nasional. Kehadiran dana kedaulatan tersebut dinilai dapat membantu negara mengelola peluang ekonomi dengan lebih terarah. Prabowo mengatakan Indonesia kini memiliki sarana untuk mengoptimalkan kekuatan fiskal dan aset negara. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembangunan.

Aset Negara Tersorot

Prabowo juga mengungkap adanya penemuan berbagai kekayaan negara yang selama ini belum dimanfaatkan optimal. Menurut dia, kekayaan tersebut diduga tersembunyi di balik tata kelola yang belum tertib. Pemerintah, melalui Danantara, disebut mulai menelusuri aset-aset yang dapat digunakan untuk mempercepat ekonomi. Langkah ini dinilai penting agar potensi negara tidak terbuang sia-sia.

Ia menyebut aset itu mencakup tanah milik negara, gedung milik negara, dan berbagai properti lain yang bernilai besar. Selama ini, sebagian aset tersebut belum memberikan dampak maksimal bagi pembangunan. Dengan pengelolaan yang lebih baik, kekayaan negara bisa menjadi sumber daya produktif. Pemerintah ingin memastikan aset tersebut benar-benar mendukung kepentingan publik.

Prabowo menegaskan penertiban aset merupakan bagian dari upaya memperkuat basis ekonomi nasional. Menurut dia, efisiensi dan transparansi menjadi kunci agar negara tidak kehilangan potensi pendapatan. Kehadiran Danantara diharapkan membantu mempercepat identifikasi dan pemanfaatan aset strategis. Pemerintah meyakini pengelolaan yang lebih baik akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Target Ekonomi

Melalui pidatonya, Prabowo ingin menunjukkan bahwa pembangunan nasional harus ditopang oleh rasa percaya diri dan tata kelola yang kuat. Ia menilai investasi asing tetap penting, tetapi harus masuk dalam kerangka kepentingan Indonesia. Dengan pendekatan itu, pemerintah berharap industrialisasi dapat berjalan lebih cepat. Pada saat yang sama, kemandirian ekonomi tetap dijaga.

Danantara disebut menjadi salah satu instrumen yang dapat menghubungkan kebutuhan investasi dengan kemampuan negara. Lembaga itu diharapkan mampu mempercepat pembiayaan proyek strategis dan menggerakkan modal kerja. Jika berjalan sesuai tujuan, Danantara dapat membantu menutup kesenjangan pembiayaan pembangunan. Pemerintah pun berharap manfaatnya segera dirasakan masyarakat luas.

Prabowo menutup penjelasannya dengan penegasan bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang harus berani berdiri tegak. Ia ingin pemerintahannya dikenal sebagai pemerintahan yang tegas dalam menjaga kepentingan nasional. Karena itu, investasi luar negeri akan diterima dengan sikap setara, bukan dengan ketergantungan. Pesan utama pidato tersebut adalah pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan martabat bangsa.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!