Prabowo Dorong Proyek Produktif, Kantor Baru Ditunda

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 23 Mei 2026 16:27 WIB 6
Prabowo Dorong Proyek Produktif, Kantor Baru Ditunda

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan memprioritaskan proyek produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri panen raya udang di tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5/2026).

Prabowo meminta pembangunan kantor baru milik pemerintah ditunda jika belum memberikan manfaat ekonomi yang nyata. Ia menilai, negara lebih membutuhkan program yang menghasilkan produksi, membuka pekerjaan, dan mendorong kesejahteraan rakyat.

Proyek produktif jadi prioritas

Prabowo menegaskan bahwa seluruh program yang didukung pemerintah harus memiliki orientasi produktivitas. Menurut dia, proyek yang baik adalah yang mampu menyerap tenaga kerja dan menghasilkan nilai ekonomi nyata.

Ia mengatakan telah memberi arahan kepada jajaran kabinet agar hanya mendukung proyek yang produktif. Dalam pandangannya, pembangunan tidak boleh berhenti pada tampilan fisik, tetapi harus membawa manfaat langsung bagi masyarakat.

Prabowo juga menekankan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah harus menghasilkan dampak luas. Ia menilai, proyek yang menciptakan lapangan kerja jauh lebih penting dibanding pembangunan fasilitas yang tidak berkontribusi besar terhadap produksi.

Kantor baru ditunda sementara

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo meminta agar pembangunan banyak kantor baru ditunda terlebih dahulu. Ia menilai, kantor memang diperlukan, tetapi tidak boleh menjadi prioritas ketika produktivitas nasional belum optimal.

Menurut dia, membangun kantor megah tanpa output yang memadai hanya akan menghabiskan anggaran. Ia menegaskan bahwa rakyat membutuhkan pekerjaan, bukan sekadar bangunan yang terlihat besar.

Prabowo menilai lebih baik fasilitas pemerintah sederhana, selama mampu mendukung hasil kerja yang baik. Ia menyebut, yang terpenting adalah produk yang dihasilkan, penghasilan rakyat, dan manfaat ekonomi yang mengalir ke masyarakat.

Tambak udang Kebumen menjanjikan

Prabowo menyoroti proyek tambak udang di Kebumen sebagai contoh nyata program produktif yang berhasil. Ia menyebut kawasan seluas sekitar 64 hektare itu mampu menghasilkan hingga 40 ton udang per hektare.

Dengan harga jual sekitar Rp70 ribu per kilogram, proyek tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar. Selain itu, proyek ini juga disebut menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal.

Menurut Prabowo, keberhasilan tambak udang Kebumen menunjukkan bahwa sektor perikanan dapat menjadi penggerak ekonomi daerah. Ia menilai model seperti ini layak diperluas ke berbagai wilayah lain di Indonesia.

Ekspansi proyek ke daerah

Pemerintah, kata Prabowo, kini tengah memperluas pembangunan proyek serupa di sejumlah daerah. Lokasi yang disiapkan antara lain Waingapu seluas 2.000 hektare, Gorontalo 200 hektare, dan kawasan Pantura Jawa Barat mencapai 14 ribu hektare.

Ia menyebut perluasan proyek itu diarahkan untuk meningkatkan produksi protein nasional. Di saat yang sama, pemerintah juga ingin memperkuat ekspor agar devisa negara ikut bertambah.

Prabowo menegaskan bahwa percepatan pembangunan akan difokuskan pada program yang benar-benar produktif. Ia optimistis, dalam beberapa bulan mendatang, proyek-proyek tersebut dapat berjalan lebih cepat dan memberi manfaat lebih luas bagi rakyat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!