Prabowo Dorong Proyek Produktif Demi Lapangan Kerja

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 24 Mei 2026 10:32 WIB 6
Prabowo Dorong Proyek Produktif Demi Lapangan Kerja

Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah pembangunan pemerintah harus berfokus pada proyek yang produktif dan mampu menciptakan lapangan kerja. Ia menilai proyek yang memberi nilai tambah ekonomi jauh lebih penting dibanding pembangunan gedung atau kantor yang hanya tampak megah. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri panen raya udang di kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan, Kebumen, Jawa Tengah. Prabowo menekankan bahwa hasil pembangunan harus dirasakan langsung oleh rakyat melalui pekerjaan dan peningkatan pendapatan.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah akan memberi dukungan pada program yang menghasilkan manfaat ekonomi nyata. Ia juga meminta jajaran kabinet untuk lebih selektif dalam mendorong pembangunan agar anggaran negara terserap pada sektor yang berdampak luas. Menurutnya, kantor dan gedung tetap dibutuhkan, tetapi tidak boleh menjadi prioritas jika produktivitas belum terbukti. Sikap tersebut disebut sebagai bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas.

Proyek Produktif dan Lapangan Kerja

Prabowo menegaskan bahwa proyek produktif adalah proyek yang mampu menghasilkan nilai tambah. Ia menyebut orientasi pembangunan tidak boleh berhenti pada tampilan fisik yang mewah. Menurutnya, ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah manfaat ekonomi yang diterima masyarakat. Karena itu, pemerintah diminta mengutamakan program yang menyerap tenaga kerja secara langsung.

Ia menilai setiap kebijakan pembangunan harus memiliki dampak nyata bagi rakyat. Proyek yang baik, kata Prabowo, bukan hanya memberi citra baik bagi pemerintah. Proyek semacam itu harus mampu meningkatkan produksi dan mendorong perputaran ekonomi di daerah. Dengan demikian, hasil pembangunan tidak berhenti pada seremoni, tetapi masuk ke kehidupan masyarakat.

Prabowo juga menyampaikan bahwa dukungan negara seharusnya diarahkan ke sektor yang memperkuat ekonomi rakyat. Ia menilai penciptaan lapangan kerja menjadi kebutuhan paling mendesak saat ini. Dalam pandangannya, rakyat membutuhkan penghasilan yang stabil untuk memperbaiki kesejahteraan keluarga. Karena itu, pembangunan harus diarahkan pada kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

Ia menegaskan kabinet perlu memegang prinsip yang sama dalam setiap keputusan. Proyek yang produktif harus menjadi dasar dalam menentukan prioritas anggaran. Menurutnya, pemerintah harus berani menunda program yang belum memberi manfaat langsung. Langkah itu dinilai penting agar sumber daya negara digunakan secara lebih efisien.

Tambak Udang Kebumen Menjanjikan

Prabowo menyoroti keberhasilan tambak udang di Kebumen yang dinilai sangat menjanjikan. Kawasan tambak tersebut disebut memiliki luas sekitar 64 hektare. Dari lahan itu, produksi udang dapat mencapai sekitar 40 ton per hektare. Harga jualnya berada di kisaran Rp 70 ribu per kilogram.

Ia menyebut capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor perikanan budidaya memiliki prospek besar. Tambak udang tidak hanya menghasilkan komoditas bernilai tinggi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Aktivitas di kawasan itu memberi pekerjaan bagi warga sekitar. Dengan begitu, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Menurut Prabowo, keberhasilan proyek ini menjadi contoh nyata pembangunan yang tepat sasaran. Produksi yang tinggi membuktikan bahwa investasi di sektor pangan laut memiliki peluang besar. Selain memenuhi kebutuhan domestik, hasil panen juga dapat menjadi sumber pendapatan daerah. Karena itu, model serupa dinilai layak diperluas ke wilayah lain.

Prabowo menilai sektor budidaya seperti ini sejalan dengan kebutuhan nasional. Indonesia membutuhkan lebih banyak proyek yang menghasilkan protein untuk rakyat. Di saat yang sama, komoditas unggulan juga dapat menjadi produk ekspor. Kombinasi tersebut dinilai mampu memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Ekspansi Proyek Produktif

Pemerintah kini disebut tengah memperluas pembangunan proyek serupa di sejumlah daerah. Waingapu disiapkan sebagai kawasan pengembangan dengan luas sekitar 2.000 hektare. Gorontalo juga masuk dalam rencana pengembangan seluas 200 hektare. Sementara itu, kawasan Pantura Jawa Barat diproyeksikan mencapai 14 ribu hektare.

Perluasan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin membangun rantai produksi yang lebih besar. Program ini tidak hanya berfokus pada satu lokasi, tetapi diarahkan ke berbagai wilayah strategis. Setiap daerah diharapkan memperoleh dampak ekonomi dari investasi yang masuk. Dengan begitu, pertumbuhan tidak terkonsentrasi di satu pusat saja.

Prabowo menilai proyek berskala besar akan membuka lebih banyak kesempatan kerja. Semakin luas kawasan yang dikembangkan, semakin besar pula kebutuhan tenaga kerja lokal. Selain itu, aktivitas produksi akan memicu tumbuhnya usaha pendukung di sekitar lokasi. Efek berantai ini dianggap penting untuk memperkuat ekonomi daerah.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan agar manfaatnya segera terasa. Menurutnya, pemerintah harus bekerja lebih cepat dalam mengeksekusi program produktif. Setiap hambatan yang tidak perlu harus dikurangi agar proyek berjalan lancar. Dengan percepatan itu, hasil ekonomi dapat segera dinikmati masyarakat.

Fokus Protein Dan Devisa

Prabowo menyebut proyek-proyek tersebut akan diarahkan untuk meningkatkan produksi protein nasional. Ia menilai kebutuhan pangan berprotein tinggi harus dipenuhi secara berkelanjutan. Karena itu, pengembangan tambak udang menjadi bagian dari strategi ketahanan pangan. Program ini juga dinilai relevan dengan upaya memperkuat kualitas gizi masyarakat.

Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, hasil produksi juga disiapkan untuk pasar luar negeri. Prabowo mengatakan ekspor penting untuk menambah devisa negara. Dengan devisa yang lebih kuat, ruang fiskal pemerintah akan semakin luas. Kondisi itu dapat mendukung pembiayaan pembangunan di berbagai sektor lain.

Menurutnya, pembangunan yang baik harus memiliki dua manfaat sekaligus. Di satu sisi, proyek harus memberi pekerjaan bagi rakyat. Di sisi lain, hasilnya harus menjadi sumber pendapatan bagi negara. Model pembangunan seperti ini dianggap lebih sehat dan berkelanjutan.

Prabowo menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa pembangunan produktif akan dipercepat dalam beberapa bulan mendatang. Ia meyakini langkah tersebut akan memperbesar dampak ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah, kata dia, harus memastikan setiap proyek benar-benar menghasilkan manfaat nyata. Dengan fokus itu, pembangunan diharapkan menjadi mesin pertumbuhan yang berpihak pada rakyat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!