Prabowo Dorong Indonesia Produksi Mobil dan TV Sendiri

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 21 Mei 2026 21:23 WIB 7
Prabowo Dorong Indonesia Produksi Mobil dan TV Sendiri

Presiden Prabowo Subianto menegaskan ambisinya agar Indonesia mampu memproduksi mobil, motor, televisi, komputer, dan telepon seluler sendiri. Pernyataan itu disampaikan saat ia menyoroti pentingnya industrialisasi nasional yang didukung pembiayaan lebih cepat melalui Danantara. Menurut Prabowo, Indonesia tidak boleh terus bergantung pada pasar untuk memenuhi kebutuhan produksi dalam negeri. Ia menilai kemandirian industri menjadi langkah penting untuk memperkuat ekonomi nasional.

Dalam rapat paripurna di DPR RI, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026, Prabowo menekankan bahwa modal kerja perlu diarahkan untuk mempercepat pembangunan industri. Ia menyebut Danantara dapat menjadi instrumen yang membantu pembiayaan proyek strategis secara lebih efektif. Dengan dukungan tersebut, pemerintah diharapkan mampu mendorong produksi barang bernilai tambah di dalam negeri. Prabowo juga meminta agar arah kebijakan ekonomi tidak hanya berhenti pada konsumsi, tetapi berlanjut pada penciptaan kapasitas industri nasional.

Industrialisasi Nasional

Prabowo menyampaikan bahwa industrialisasi harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Ia menilai negara tidak boleh selamanya bergantung pada produk impor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kemampuan memproduksi barang sendiri akan memperkuat daya saing nasional. Karena itu, ia mendorong lahirnya ekosistem industri yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung kebutuhan untuk membangun industri otomotif dan elektronik di dalam negeri. Ia menyebut mobil, motor, televisi, komputer, dan ponsel sebagai contoh produk yang seharusnya dapat dibuat Indonesia. Pandangan itu, menurut dia, sejalan dengan semangat kemandirian ekonomi yang lebih kuat. Ia menilai Indonesia memiliki kapasitas untuk bergerak ke arah tersebut.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk negara lain. Ia menilai kondisi itu akan membuat perekonomian nasional kehilangan peluang besar untuk berkembang. Dengan industrialisasi, nilai tambah produksi dapat dinikmati lebih luas di dalam negeri. Pada akhirnya, langkah tersebut diharapkan membuka lapangan kerja dan memperkuat basis manufaktur nasional.

Ia juga menggarisbawahi bahwa industrialisasi bukan sekadar cita-cita politik, melainkan kebutuhan strategis bangsa. Menurutnya, negara harus berani membangun kemampuan produksi sendiri agar tidak tertinggal. Pandangan itu disampaikan sebagai bagian dari dorongan untuk mempercepat transformasi ekonomi. Prabowo menilai waktu yang tepat untuk memulai penguatan industri adalah sekarang.

Peran Danantara

Prabowo menyebut Danantara memiliki peran penting dalam mempercepat pembiayaan pembangunan. Ia menjelaskan bahwa lembaga tersebut dapat membantu menyediakan modal kerja bagi sektor-sektor yang membutuhkan dorongan. Dengan skema pembiayaan yang lebih cepat, proses industrialisasi dinilai bisa berjalan lebih efisien. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan instrumen pembiayaan itu benar-benar mendukung produksi nasional.

Menurut Prabowo, modal kerja merupakan unsur penting dalam mendorong tumbuhnya industri baru. Tanpa pembiayaan yang memadai, rencana membangun kapasitas produksi akan berjalan lambat. Karena itu, ia melihat Danantara sebagai salah satu alat untuk mempercepat langkah pembangunan. Dukungan finansial yang kuat diyakini dapat mengurangi hambatan bagi pelaku industri.

Ia menilai percepatan pembiayaan juga akan membantu pemerintah mengejar target industrialisasi secara lebih konkret. Dengan adanya dukungan modal, sektor manufaktur bisa melakukan ekspansi dan modernisasi. Prabowo menekankan bahwa pembiayaan yang tepat akan membuat hasil pembangunan lebih terasa. Hal itu, menurut dia, penting agar Indonesia tidak kehilangan momentum ekonomi.

Prabowo berharap Danantara dapat menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat ekonomi nasional. Ia melihat lembaga itu bukan hanya sebagai sumber dana, tetapi juga pendorong perubahan struktur ekonomi. Dengan dukungan tersebut, industri dalam negeri diharapkan mampu tumbuh lebih cepat. Pemerintah disebut perlu memastikan manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat dan dunia usaha.

Seruan Kepada Pakar

Dalam upaya mewujudkan industrialisasi, Prabowo mengaku telah mengumpulkan sejumlah profesor dan pakar. Ia meminta mereka untuk ikut mengabdi bagi bangsa Indonesia melalui ilmu dan keahlian yang dimiliki. Menurutnya, pembangunan industri membutuhkan dukungan pemikiran yang kuat dari berbagai bidang. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan kalangan ahli menjadi kunci keberhasilan.

Prabowo menegaskan bahwa para pakar tidak perlu merasa rendah diri dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional. Ia menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk berdiri sejajar dengan negara lain. Karena itu, semangat percaya diri dianggap penting agar tujuan besar tidak terhambat. Ia ingin para ahli ikut menumbuhkan optimisme dalam proses industrialisasi.

Ia juga menyoroti pentingnya pengabdian yang berorientasi pada kepentingan bangsa. Dalam pandangannya, kontribusi para profesor dan pakar dapat mempercepat lahirnya kebijakan yang lebih tepat sasaran. Dengan dukungan keilmuan, program industrialisasi dinilai bisa berjalan lebih terarah. Prabowo berharap gagasan besar itu tidak berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan dalam langkah nyata.

Menurut Prabowo, keyakinan dan kerja bersama akan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk maju. Ia menilai bangsa ini memiliki sumber daya, tenaga ahli, dan peluang besar untuk membangun industri sendiri. Tantangannya adalah memastikan seluruh potensi itu bergerak dalam satu arah. Dengan begitu, cita-cita memproduksi barang sendiri dapat menjadi kenyataan.

Target Kemandirian Industri

Prabowo menempatkan kemandirian industri sebagai bagian dari visi jangka panjang pembangunan nasional. Ia ingin Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen bagi kebutuhan dalam negeri. Target itu mencakup produk strategis seperti kendaraan, perangkat elektronik, dan teknologi komunikasi. Menurutnya, kemampuan tersebut akan memperkuat posisi Indonesia di kawasan.

Pemerintah dinilai perlu menyiapkan kebijakan yang konsisten agar tujuan itu dapat tercapai. Selain pembiayaan, diperlukan pula tenaga kerja terampil, riset, dan infrastruktur pendukung. Tanpa fondasi yang kuat, industrialisasi akan sulit berkembang secara berkelanjutan. Karena itu, Prabowo mendorong seluruh pihak untuk bergerak bersama membangun basis produksi nasional.

Ia meyakini kemandirian produksi akan memberi dampak luas bagi ekonomi Indonesia. Nilai tambah yang sebelumnya keluar negeri dapat dipertahankan di dalam negeri. Selain itu, peluang usaha baru dapat terbuka di berbagai rantai pasok industri. Dengan demikian, industrialisasi dipandang sebagai jalan untuk memperkuat ketahanan ekonomi.

Seruan Prabowo menunjukkan bahwa pemerintah tengah menempatkan industrialisasi sebagai agenda strategis. Dorongan agar Indonesia bisa membuat mobil, motor, hingga televisi sendiri menjadi sinyal arah kebijakan yang lebih ambisius. Jika dukungan pembiayaan, kebijakan, dan sumber daya manusia berjalan sejalan, target itu dinilai lebih mungkin dicapai. Bagi pemerintah, kemandirian industri kini menjadi bagian penting dari masa depan ekonomi nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!