Polemik Ratu Sofya dan Somasi HAS Pictures

Lifestyle Anindya Kirana Putri 27 Mei 2026 22:43 WIB 2
Polemik Ratu Sofya dan Somasi HAS Pictures

Polemik antara aktris Ratu Sofya dan rumah produksi HAS Pictures mencuat setelah pengakuannya dalam sebuah podcast viral di media sosial. Kasus ini berujung pada somasi karena ia disebut menolak ikut promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan, sementara pihak produksi mengaku telah memberi penjelasan sejak awal. Keluarga Ratu Sofya pun turun tangan untuk menjelaskan duduk perkara yang memicu perhatian publik. Situasi ini menjadi sorotan karena berkaitan dengan proses syuting, promosi film, dan klaim soal ketidaknyamanan dalam adegan dewasa.

Perwakilan HAS Pictures, Reza Aditya, menyebut pihaknya telah menjelaskan detail film kepada keluarga dan pemain sejak tahap awal. Menurut dia, produksi bahkan menyiapkan body double demi kenyamanan pemain jika dibutuhkan. Reza menilai keberatan sempat muncul dari ayah Ratu Sofya setelah membaca sinopsis film. Namun, ia menegaskan seluruh penjelasan sudah disampaikan secara terbuka sebelum syuting dimulai.

Ratu Sofya dan Polemik

Reza Aditya mengatakan keberatan awal itu muncul ketika ayah Ratu membaca sinopsis yang memuat adegan tertentu. Ia menyebut pihak produksi lalu memberi penjelasan bahwa adegan tersebut hanya bersifat gambaran dan tidak dilakukan secara vulgar. Menurut dia, opsi body double juga sudah disiapkan untuk menjaga kenyamanan pemain. Setelah penjelasan itu, proses produksi tetap berjalan sesuai rencana.

Ibunda Ratu Sofya, Intan Masthura, membenarkan bahwa suaminya sempat menolak tawaran film tersebut pada awalnya. Ia menyebut penolakan terjadi karena ada bagian cerita yang dianggap kurang nyaman saat pertama kali dibaca. Namun, menurut Intan, keputusan berubah setelah pihak produksi menjelaskan bahwa adegan akan dibantu body double. Penjelasan itu, kata dia, membuat keluarga akhirnya memahami konteks proyek film tersebut.

Intan juga menegaskan keluarga tidak pernah memaksa Ratu Sofya menerima proyek itu demi kepentingan tertentu. Ia mengatakan putrinya justru menilai cerita film tersebut memiliki pesan moral yang baik. Setelah membaca naskah bersama, keluarga memandang proyek itu sebagai pelajaran hidup yang layak diambil. Karena itu, mereka memberikan izin kepada Ratu untuk terlibat dalam produksi.

Penjelasan Produksi Film

HAS Pictures menegaskan sejak awal bahwa adegan dalam film tidak mengandung unsur vulgar. Co Produser HAS Pictures, Putri, mengatakan adegan yang dimaksud tetap dilakukan dengan batasan yang jelas dan tidak menampilkan hal yang dinilai senonoh. Menurut dia, saat reading hingga syuting, tidak ada masalah berarti dari pihak Ratu Sofya. Bahkan, proses pengambilan suara dan foto poster berjalan tanpa hambatan.

Putri menyebut pihaknya sempat bertemu kembali dengan Ratu Sofya untuk keperluan voice over dan photoshoot. Dalam pertemuan itu, menurut dia, semua berjalan normal dan tidak ada keberatan yang disampaikan secara resmi. Ia menambahkan bahwa komunikasi selama proses produksi berlangsung cukup baik. Karena itu, pihaknya mengaku terkejut saat muncul pernyataan berbeda di ruang publik.

Reza Aditya juga mengatakan tim produksi berhati-hati sejak tahap awal untuk memastikan kenyamanan semua pihak. Ia menyebut keputusan memilih Ratu Sofya juga melalui diskusi internal bersama sutradara dan tim casting. Bahkan, menurut dia, pihak casting director menyampaikan bahwa Ratu sangat ingin terlibat dalam film tersebut. Reza menilai komunikasi awal itu tidak sejalan dengan pernyataan yang kemudian viral di podcast.

Keterangan Keluarga Ratu

Intan Masthura menjelaskan suaminya akhirnya menyetujui proyek film setelah mendapat penjelasan lengkap dari pihak produksi. Ia menyebut saat press conference sebelum syuting, semua detail terkait adegan telah dipaparkan kepada wartawan. Menurut dia, momen itu menjadi salah satu alasan keluarga merasa lebih tenang. Setelah itu, keluarga memutuskan untuk mendukung keputusan Ratu Sofya.

Intan juga membantah anggapan bahwa sang anak dipaksa bekerja demi keluarga besar. Ia menyebut tudingan tersebut tidak benar dan memiliki bukti berupa dokumentasi proses kerja anaknya. Menurut dia, keluarga memang kerap merekam momen saat anak-anak mereka menjalani kegiatan profesional. Karena itu, ia merasa tudingan yang beredar telah keluar dari konteks.

Selain membahas proyek film, Intan menyoroti alasan Ratu Sofya mengambil pekerjaan tersebut. Ia mengatakan sang putri melihat cerita film itu sebagai sesuatu yang bermanfaat dan memiliki pesan hidup. Karena itu, keluarga menilai keputusan Ratu merupakan pilihan pribadi yang telah dipertimbangkan. Intan berharap polemik ini tidak lagi berkembang menjadi spekulasi yang merugikan banyak pihak.

Respons atas Video Viral

Masalah mulai membesar ketika podcast yang menampilkan pengakuan Ratu Sofya viral di media sosial. Dalam tayangan itu, Ratu mengaku harus bermain dalam film dengan adegan yang dianggap tidak pantas demi kebutuhan keluarga. Ia juga menyebut hasil kerjanya selama ini digunakan untuk membantu keluarga besar. Pernyataan tersebut memicu reaksi luas dari publik dan pihak produksi.

Putri mengaku masalah mulai terasa ketika masa promosi film dimulai. Menurut dia, tagar promosi di Instagram tidak mendapat persetujuan dari pihak Ratu Sofya. Ia juga menyebut permintaan kerja sama konten dan story collaboration tidak direspons. Kondisi itu membuat tim produksi mempertanyakan perubahan sikap yang terjadi setelah proses syuting selesai.

Reza Aditya menilai pernyataan di podcast bertolak belakang dengan komunikasi yang terjadi selama produksi. Ia mengaku tim syok karena merasa semua penjelasan sudah disampaikan secara terbuka sejak awal. Meski begitu, pihak produksi berharap situasi ini tidak mengaburkan kerja kreatif yang telah dilakukan bersama. Hingga kini, polemik antara Ratu Sofya dan HAS Pictures masih menjadi perhatian publik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!