Ubi Cream Cheese Viral, Ini Batas Konsumsi yang Disarankan

Lifestyle Clara Monica 28 Mei 2026 13:27 WIB 3
Ubi Cream Cheese Viral, Ini Batas Konsumsi yang Disarankan

Ubi cream cheese belakangan menjadi camilan viral di media sosial karena tampilannya menarik dan rasanya dinilai lezat. Meski berbahan dasar ubi yang relatif lebih sehat dibanding banyak dessert lain, konsumsi makanan ini tetap perlu dibatasi agar asupan gula, lemak, dan kalori tidak berlebihan.

Dokter spesialis gizi klinik dr. Tjandraningrum, SpGK, menyebut porsi ubi cream cheese yang masih tergolong wajar berada di kisaran 100 hingga 150 gram ubi per sekali makan. Jumlah tersebut setara dengan satu porsi karbohidrat pengganti nasi, sehingga perlu disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian masing-masing orang.

Ubi Cream Cheese dan Porsi

Menurut dr. Tjandraningrum, ubi dapat diposisikan sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi. Karena itu, ukuran sajian perlu dihitung agar tidak melampaui kebutuhan energi harian. Porsi 100 hingga 150 gram dianggap masih wajar untuk sekali makan.

Ia menjelaskan, porsi tersebut umumnya setara dengan satu porsi nasi, tergantung kebutuhan kalori total seseorang dalam sehari. Dengan demikian, ubi cream cheese sebaiknya tidak diperlakukan sebagai makanan tambahan tanpa perhitungan. Konsumsinya tetap perlu masuk dalam komposisi menu harian.

Pembatasan porsi menjadi penting karena ubi cream cheese bukan hanya soal ubi. Topping yang digunakan dapat mengubah profil gizinya secara signifikan. Semakin besar porsinya, semakin tinggi pula risiko asupan kalori berlebih.

Serat Ubi Bantu Kenyang

Dibandingkan nasi putih, ubi memiliki kandungan serat yang lebih tinggi. Serat ini membantu memberi rasa kenyang lebih lama. Kondisi tersebut dapat menjadi keuntungan bagi orang yang ingin mengontrol nafsu makan.

Namun manfaat ubi tidak selalu bertahan jika dipadukan dengan topping tinggi gula dan lemak. Dalam praktiknya, dessert yang tampak lebih sehat bisa berubah menjadi makanan tinggi kalori. Karena itu, komposisi bahan tetap harus diperhatikan.

Kandungan serat pada ubi juga tidak otomatis membuat camilan ini aman dikonsumsi tanpa batas. Porsi yang berlebihan tetap dapat meningkatkan asupan energi harian. Pengaturan sajian menjadi kunci agar manfaat ubi tetap optimal.

Cream Cheese Perlu Dibatasi

Selain ubi, perhatian utama ada pada penggunaan cream cheese. Bahan ini mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Jika dipakai terlalu banyak, total kalori sajian akan naik dengan cepat.

Dr. Tjandraningrum menyarankan penggunaan cream cheese secara tipis saja. Takaran sekitar 20 hingga 30 gram dinilai masih dalam batas wajar. Dengan begitu, rasa tetap didapat tanpa membuat kandungan lemak melonjak.

Pemakaian cream cheese yang berlebihan dapat mengubah camilan ini menjadi dessert padat energi. Risiko tersebut semakin besar bila porsinya dikombinasikan dengan topping lain. Karena itu, kontrol bahan menjadi langkah yang paling aman.

Topping Manis Tingkatkan Kalori

Tambahan topping seperti susu kental manis, gula, atau butter dapat menaikkan total kalori ubi cream cheese. Bahan-bahan tersebut juga menambah kadar gula dan lemak dalam satu sajian. Akibatnya, makanan yang semula tampak sederhana menjadi lebih berat secara gizi.

Karena itu, konsumsi dessert viral ini sebaiknya tetap disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian. Orang dengan aktivitas fisik tinggi tentu memiliki toleransi berbeda dibanding mereka yang lebih sedentari. Penyesuaian ini penting agar asupan tetap seimbang.

Ubi cream cheese dapat dinikmati sebagai camilan sesekali, bukan menu utama harian. Selama porsinya terukur dan topping tidak berlebihan, makanan ini masih bisa masuk dalam pola makan yang wajar. Prinsip utamanya adalah menjaga keseimbangan antara rasa dan kebutuhan gizi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!