Ratu Sofya Bantah Mensomasi Orang Tuanya

Lifestyle Nadia Safira Putri 28 Mei 2026 14:38 WIB 4
Ratu Sofya Bantah Mensomasi Orang Tuanya

Ratu Sofya akhirnya buka suara setelah namanya terseret polemik somasi dari rumah produksi HAS Pictures milik Haldy Sabri dan Irish Bella. Melalui kuasa hukumnya, ia menegaskan ada hak yang belum diterima terkait kerja sama promosi film terbarunya. Pernyataan itu disampaikan di Cilandak, Jakarta Selatan, pada Sabtu malam, 23 Mei 2026. Pihak Ratu juga membantah isu yang menyebut dirinya mensomasi orang tua sendiri.

Kuasa hukum Ratu, Dede Rahmat, mengatakan bahwa persoalan ini berangkat dari perjanjian kerja sama yang dinilai belum memenuhi hak kliennya. Menurut dia, Ratu sebagai artis berhak memperoleh perlakuan yang patut dan layak sesuai kesepakatan yang telah dibuat. Dede menegaskan, seluruh poin keberatan telah disampaikan kepada pihak yang menandatangani kerja sama dengan PT HAS. Ia menyebut pihaknya hanya meminta penyelesaian yang proporsional dan jelas.

Hak Ratu Sofya Dipersoalkan

Dede Rahmat menjelaskan bahwa pihaknya melihat ada hak Ratu Sofya yang belum dipenuhi dalam kerja sama tersebut. Ia menilai kondisi itu perlu diperjelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik. Menurut dia, kliennya sudah menyampaikan keberatan melalui jalur komunikasi yang semestinya. Karena itu, isu yang berkembang dinilai tidak menggambarkan situasi secara utuh.

Ia juga menegaskan bahwa informasi mengenai persoalan ini telah disampaikan kepada pihak yang terkait langsung dengan perjanjian. Semua poin yang dipersoalkan, kata dia, sudah dijabarkan secara terbuka dalam komunikasi internal. Namun, Dede memilih tidak menjelaskan besaran hak atau persentase pembayaran yang belum diterima. Sikap itu diambil agar proses penyelesaian tidak semakin melebar.

Di sisi lain, pihak Ratu menekankan bahwa dirinya tetap menghormati kerja sama profesional dengan rumah produksi. Meski demikian, mereka berharap kewajiban yang tertuang dalam perjanjian juga dijalankan sesuai kesepakatan. Kuasa hukum menilai penyelesaian yang baik harus didasarkan pada komunikasi dua arah. Dengan begitu, tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Bantahan Soal Somasi Keluarga

Kuasa hukum lain, M Risvan, membantah keras kabar yang menyebut Ratu Sofya mensomasi ibunya sendiri. Ia menegaskan surat yang dikirim hanya ditujukan kepada pihak yang menandatangani kerja sama dengan PT HAS. Menurut dia, tidak ada judul somasi dalam surat tersebut. Risvan meminta publik mencermati isi dokumen secara utuh sebelum menarik kesimpulan.

Ia menjelaskan bahwa surat yang dikirim pihaknya sudah dua kali disampaikan kepada pihak terkait. Dalam kedua surat itu, tidak terdapat ancaman hukum, teguran, maupun peringatan hukum. Risvan menambahkan, isi surat hanya berfokus pada klarifikasi hubungan kerja dan hak yang dipersoalkan. Karena itu, narasi bahwa Ratu mensomasi keluarganya dinilai tidak benar.

Risvan juga menolak anggapan bahwa surat tersebut ditujukan kepada orang tua Ratu secara langsung. Ia menyebut tidak ada kalimat yang memuat konsekuensi hukum kepada keluarga sang artis. Menurut dia, pemberitaan yang beredar telah menimbulkan persepsi negatif terhadap kliennya. Pihaknya pun meminta agar informasi yang salah segera diluruskan.

Permintaan Klarifikasi Publik

Pihak Ratu Sofya menyayangkan kabar yang telanjur beredar di publik karena dinilai merugikan nama baik kliennya. Mereka menilai pemberitaan tersebut menimbulkan kesan seolah-olah Ratu berseteru dengan keluarganya sendiri. Padahal, menurut kuasa hukum, inti persoalan hanya berkaitan dengan kerja sama profesional. Oleh sebab itu, mereka meminta pemberitaan diperiksa kembali secara cermat.

Risvan mengatakan pihaknya saat ini belum memikirkan langkah hukum lanjutan terhadap pihak yang menyebarkan informasi keliru itu. Fokus utama mereka adalah meminta klarifikasi dan perbaikan pemberitaan. Ia berharap pihak-pihak yang sudah menyampaikan informasi ke publik segera meralat pernyataannya. Dengan demikian, tidak ada lagi kesan yang salah mengenai posisi Ratu.

Kuasa hukum juga menegaskan agar publik tidak lagi beranggapan bahwa Ratu Sofya sedang berseteru secara hukum dengan orang tuanya. Menurut dia, tudingan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang mereka sampaikan. Pihaknya berharap isu ini segera reda setelah penjelasan resmi diberikan. Sementara itu, penyelesaian dengan PT HAS masih menjadi perhatian utama di balik polemik yang muncul.

Latar Polemik Film Ratu

Sebelumnya, HAS Pictures melayangkan somasi kepada Ratu Sofya terkait dugaan penolakan promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan. Isu yang beredar kemudian berkembang ke arah dugaan konflik keluarga dan persoalan pribadi. Nama Ratu ikut ramai dibicarakan di media sosial dan sejumlah pemberitaan. Kondisi itu membuat klarifikasi dari pihaknya menjadi perhatian publik.

Dalam isu yang beredar, Ratu juga disebut merasa dieksploitasi oleh orang tua serta menolak adegan intim dalam film tersebut. Namun, pihak kuasa hukum tidak membahas detail dugaan itu dan lebih menitikberatkan pada hak kerja yang belum dipenuhi. Mereka menilai pembahasan yang tidak akurat justru memperkeruh keadaan. Karena itu, mereka mendorong semua pihak menahan diri dari spekulasi.

Polemik ini menunjukkan pentingnya kejelasan perjanjian antara artis dan rumah produksi dalam setiap proyek film. Ketika ada perbedaan tafsir, komunikasi yang rapi dan transparan menjadi kunci agar masalah tidak melebar. Pihak Ratu menegaskan masih membuka ruang penyelesaian yang baik. Mereka berharap pemberitaan berikutnya lebih akurat dan tidak menimbulkan prasangka baru.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!