Pukpuk-1 Diresmikan, Perkuat Konektivitas RI-Papua Nugini

Teknologi Moh. Royhan Nahado 28 Mei 2026 15:53 WIB 3
Pukpuk-1 Diresmikan, Perkuat Konektivitas RI-Papua Nugini

Kabel laut Pukpuk-1 resmi dioperasikan sebagai infrastruktur telekomunikasi lintas batas pertama di kawasan Asia-Pasifik yang menghubungkan Indonesia dan Papua Nugini. Peresmian dilakukan di Telkom Witel Jayapura, Papua, pada Jumat (8/5), dengan kehadiran Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, serta sejumlah perwakilan dari Indonesia dan Papua Nugini.

Proyek ini dipandang sebagai tonggak penting bagi penguatan konektivitas digital di Indonesia Timur dan perluasan koridor jaringan menuju Asia-Pasifik. Telkom menegaskan, kehadiran Pukpuk-1 menjadi bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur digital berkelas dunia sekaligus menjembatani kesenjangan digital antarnegara.

Kabel Laut Pukpuk Resmi Beroperasi

Peresmian Pukpuk-1 menandai dimulainya operasional sistem komunikasi kabel laut yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Kehadirannya di Jayapura menjadi simbol penguatan kerja sama digital antara Indonesia dan Papua Nugini. Infrastruktur ini juga dinilai mempertegas posisi Papua sebagai pintu penting konektivitas di kawasan timur Indonesia. Pemerintah dan Telkom menyebut proyek tersebut sebagai langkah strategis untuk membuka akses jaringan yang lebih luas.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo hadir langsung dalam seremoni peresmian tersebut. Turut hadir Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, perwakilan Konsul Papua Nugini di Jayapura Leon Galemo, perwakilan Gubernur Papua L. Christian Sohilait, serta CEO PNG DataCo Paul Komboi. Kehadiran para pemangku kepentingan itu menunjukkan pentingnya proyek ini bagi kedua negara. Acara peresmian juga menjadi penanda kerja sama lintas batas yang kian erat di sektor digital.

TelkomGroup menempatkan proyek ini sebagai bagian dari agenda besar pembangunan infrastruktur digital nasional. Melalui anak usaha Telin, perusahaan tersebut berupaya memperluas jangkauan layanan dan memperkuat jaringan regional. Pukpuk-1 dinilai bukan hanya proyek teknis, tetapi juga instrumen diplomasi konektivitas. Dengan begitu, Indonesia semakin terhubung dalam ekosistem digital Asia-Pasifik.

Kabel Laut Pukpuk dan Manfaatnya

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan bahwa perusahaan ingin memastikan tidak ada wilayah Indonesia yang tertinggal dalam era digital. Ia menegaskan, kehadiran kabel laut Pukpuk-1 diharapkan mendorong konektivitas Indonesia Timur secara lebih merata. Selain itu, proyek ini diyakini membuka peluang kolaborasi digital di tingkat regional maupun global. Menurutnya, penguatan jaringan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi digital.

Dian juga menyebut Pukpuk-1 sebagai bukti kemampuan TelkomGroup melalui Telin dalam menjembatani kesenjangan digital antarnegara. Ia menilai Indonesia kini tidak hanya memperkuat infrastruktur di dalam negeri, tetapi juga berperan dalam konektivitas kawasan. Pernyataan tersebut menegaskan ambisi Telkom untuk hadir sebagai pemain infrastruktur digital berkelas dunia. Dengan jaringan yang semakin luas, akses komunikasi lintas batas diharapkan menjadi lebih andal.

Kehadiran kabel laut ini diperkirakan memberi manfaat bagi layanan telekomunikasi, pertukaran data, dan pengembangan ekosistem digital. Konektivitas yang lebih baik dapat mendukung aktivitas bisnis, pendidikan, dan pelayanan publik di wilayah timur Indonesia. Selain itu, keterhubungan langsung dengan Papua Nugini berpotensi mempermudah arus informasi antarwilayah. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama ekonomi dan teknologi.

Rute dan Panjang Jaringan

Sistem komunikasi kabel laut atau SKKL Pukpuk-1 memiliki panjang jaringan sekitar 850 kilometer. Jalurnya terbagi menjadi rute Jayapura menuju perbatasan Indonesia sepanjang sekitar 30 kilometer. Dari perbatasan, kabel berlanjut menuju Vanimo sejauh sekitar 50 kilometer. Rute terpanjang menghubungkan perbatasan dengan Madang sepanjang sekitar 770 kilometer.

Struktur jaringan tersebut menunjukkan bahwa Pukpuk-1 dirancang untuk menjangkau area strategis di dua negara. Dengan lintasan lintas batas, sistem ini dapat memperkuat jalur komunikasi yang sebelumnya bergantung pada infrastruktur terbatas. Keberadaan kabel laut juga memberi opsi konektivitas yang lebih stabil dan efisien. Hal ini penting untuk mendukung kebutuhan trafik data yang terus meningkat di kawasan timur.

Pembangunan proyek ini dimulai sejak 2016 dan rampung pada 2022 sebelum mulai beroperasi pada April 2026. Rentang pengerjaan yang panjang mencerminkan kompleksitas proyek infrastruktur bawah laut berskala internasional. Meski membutuhkan waktu bertahun-tahun, hasilnya dinilai sepadan dengan manfaat strategis yang dihasilkan. Proyek ini kini menjadi salah satu penanda penting dalam sejarah konektivitas kawasan Asia-Pasifik.

Implikasi bagi Kawasan Timur

Keberadaan Pukpuk-1 dipandang sebagai penguatan nyata bagi posisi Papua dalam peta konektivitas digital nasional. Wilayah timur Indonesia selama ini memerlukan infrastruktur yang lebih memadai untuk mengejar kesenjangan layanan internet. Dengan hadirnya kabel laut ini, akses terhadap jaringan berkecepatan tinggi diharapkan semakin terbuka. Kondisi tersebut berpotensi mendorong pemerataan pembangunan digital di wilayah perbatasan.

Selain memperkuat layanan domestik, proyek ini juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan negara tetangga. Konektivitas langsung antara Indonesia dan Papua Nugini dapat mempercepat pertukaran layanan digital dan kolaborasi lintas sektor. Dunia usaha, lembaga pendidikan, hingga instansi pemerintah berpotensi merasakan manfaat dari jalur komunikasi baru ini. Dalam jangka panjang, koneksi tersebut dapat mendukung integrasi ekonomi kawasan.

Telkom menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital tidak hanya soal jaringan, melainkan juga soal pemerataan akses dan daya saing bangsa. Dengan Pukpuk-1, Indonesia menunjukkan kesiapan untuk hadir lebih aktif dalam ekosistem digital regional. Proyek ini menjadi bagian dari visi membangun masa depan yang semakin terhubung. Dari Jayapura, sinyal penguatan konektivitas Indonesia pun kian nyata ke arah Asia-Pasifik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!