Strategi UMKM Menembus Pasar Global

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 28 Mei 2026 15:54 WIB 2
Strategi UMKM Menembus Pasar Global

Produk usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar global. Namun, peluang itu hanya bisa dimanfaatkan jika pelaku usaha menyiapkan produk, memahami pasar tujuan, dan membangun strategi ekspor sejak awal.

Owner of Woh Chips by Kultiva Co, Suryaningsih Wibowo, menegaskan bahwa riset pasar menjadi langkah penting sebelum produk dibawa ke negara tujuan. Ia menyampaikan hal itu di sela pameran BNI di ICE BSD, Tangerang, Sabtu, 16 Agustus 2025.

Strategi UMKM Ekspor

Suryaningsih menjelaskan, persiapan produk tidak bisa dilakukan secara asal. Pelaku UMKM perlu mengetahui siapa target pembeli, kapan produk dibutuhkan, dan berapa harga yang sesuai. Menurut dia, market research membantu pelaku usaha menentukan arah bisnis dengan lebih tepat. Tanpa riset, produsen berisiko salah membaca kebutuhan pasar.

Ia menilai, riset pasar juga berkaitan dengan penyesuaian produk terhadap karakter konsumen di negara tujuan. Setiap negara memiliki selera, kebiasaan, dan daya beli yang berbeda. Karena itu, produk yang akan diekspor harus disesuaikan agar lebih mudah diterima. Langkah ini menjadi dasar untuk membangun penawaran yang relevan.

Selain produk, penentuan harga juga menjadi faktor penting. Suryaningsih menyebut harga jual harus mempertimbangkan psikologi pembeli dan nilai yang dicari konsumen. Dalam pandangannya, produk makanan ringan bisa menjadi solusi bagi konsumen yang mencari kebahagiaan sesaat atau sekadar camilan. Dari pemahaman itu, pelaku usaha dapat menyusun strategi harga yang lebih kompetitif.

Ia menegaskan, pelaku UMKM perlu memandang bisnis sebagai upaya membangun hubungan dan komunikasi. Dengan cara pandang tersebut, pelaku usaha dapat memahami kebutuhan konsumen secara lebih mendalam. Hubungan yang baik juga membantu menjaga kepercayaan pembeli dalam jangka panjang. Hal ini menjadi fondasi penting saat masuk ke pasar internasional.

Riset Pasar Jadi Kunci

Menurut Suryaningsih, riset pasar tidak hanya berkaitan dengan data penjualan, tetapi juga perilaku konsumen. Pelaku UMKM perlu mengetahui produk seperti apa yang dicari dan alasan konsumen membeli. Informasi tersebut membantu perusahaan kecil menyesuaikan kemasan, rasa, maupun strategi promosi. Dengan begitu, produk lebih siap bersaing di negara tujuan.

Ia menambahkan, proses riset juga mencakup pembacaan tren dan peluang di pasar luar negeri. Pelaku usaha harus memahami momentum permintaan agar produk hadir pada waktu yang tepat. Strategi ini akan memudahkan penjualan dan memperbesar kemungkinan diterima pasar. Dalam ekspor, ketepatan waktu sama pentingnya dengan kualitas produk.

Selain itu, pelaku UMKM perlu menghitung kemampuan pasar dalam menyerap harga. Harga yang terlalu tinggi dapat menghambat penjualan, sementara harga yang terlalu rendah berisiko menekan keuntungan. Karena itu, penentuan harga harus didukung data yang akurat. Suryaningsih menilai, riset yang baik dapat mengurangi kesalahan strategi.

Ia juga menyarankan agar pelaku usaha tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga pada nilai tambah. Produk yang memiliki cerita, kualitas, dan manfaat yang jelas cenderung lebih mudah dipasarkan. Dalam pasar global, diferensiasi menjadi unsur penting untuk menarik perhatian pembeli. UMKM perlu menjadikan riset sebagai bagian dari proses bisnis yang berkelanjutan.

Bangun Relasi Bisnis

Suryaningsih menyebut bisnis tidak dapat dilepaskan dari relasi dan komunikasi. Menurut dia, jaringan yang kuat membuka lebih banyak peluang untuk mengenal pasar baru. Dalam praktiknya, relasi bisa menjadi jalan menuju kerja sama distribusi, promosi, hingga business matching. Karena itu, membangun jaringan harus dilakukan secara konsisten.

Ia menjelaskan, relasi yang baik membuat pelaku usaha lebih mudah memahami kebutuhan konsumen di negara tujuan. Dari komunikasi yang terjaga, produsen bisa mengetahui tren pembelian dan preferensi pasar. Informasi tersebut berguna untuk menyusun strategi ekspor yang lebih terarah. Dengan pendekatan ini, UMKM tidak bergerak sendiri.

Menurut dia, jaringan usaha perlu dibangun mulai dari lingkup lokal sebelum meluas ke luar negeri. Koneksi di dalam negeri dapat menjadi pintu awal untuk memperluas kesempatan ke pasar global. Di sisi lain, dukungan dari mitra usaha juga membantu meningkatkan kredibilitas produk. Semakin luas jaringan, semakin besar peluang produk dikenal.

Suryaningsih menekankan pentingnya memahami kerja sama sebagai proses jangka panjang. Hubungan yang terjaga tidak hanya mendatangkan pembeli, tetapi juga informasi pasar yang bermanfaat. Dalam ekspor, akses terhadap informasi sering menjadi penentu keberhasilan. Karena itu, relasi dipandang sebagai aset bisnis yang tidak kalah penting dari produk.

Dukungan Pelatihan Pemerintah

Tak kalah penting, pelaku UMKM perlu mengikuti pelatihan yang disediakan pemerintah. Suryaningsih menilai program semacam itu memberi banyak manfaat, terutama dalam meningkatkan kesiapan usaha. Pelatihan dapat membantu pelaku bisnis memahami standar pasar, pengemasan, hingga pemasaran. Dengan bekal tersebut, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah juga sering mencakup pendampingan pemasaran produk. Fasilitas itu sangat berarti bagi pelaku usaha yang baru merintis ekspor. Dengan pendampingan, UMKM dapat belajar menyusun strategi yang lebih efektif dan efisien. Proses ini membantu usaha kecil naik kelas secara bertahap.

Suryaningsih juga menyoroti peran Kementerian BUMN yang menurutnya sangat mendukung UMKM binaan. Berbagai program pelatihan dan fasilitasi jaringan disebut memberi ruang lebih luas bagi pelaku usaha untuk berkembang. Dukungan tersebut tidak hanya bermanfaat di pasar domestik, tetapi juga membuka akses ke luar negeri. Dalam pandangannya, sinergi itu penting untuk memperkuat daya saing UMKM.

Ia menyebut, program yang melibatkan jaringan di Indonesia dan luar negeri memberi keuntungan besar bagi produsen. Melalui jaringan itu, pelaku usaha dapat mengetahui promo dan permintaan konsumen di berbagai negara. Informasi semacam ini sangat membantu dalam menyusun langkah ekspor. Karena itu, pelatihan dan jejaring disebut sebagai kunci penting dalam pengembangan usaha.

Ekspor Woh Chips Meningkat

Produk Woh Chips by Kultiva Co saat ini telah diekspor ke 10 negara. Pasar tujuan tersebut antara lain Kanada, Thailand, Prancis, China, Singapura, Australia, dan Malaysia. Pencapaian itu menunjukkan bahwa produk UMKM Indonesia memiliki potensi untuk diterima di pasar internasional. Keberhasilan tersebut lahir dari persiapan yang matang dan strategi yang tepat.

Salah satu faktor yang mendorong ekspansi itu adalah keikutsertaan dalam pameran yang diselenggarakan BNI di Hong Kong. Dari ajang tersebut, perusahaan memperoleh kesempatan memperluas jaringan dan memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas. Pameran menjadi sarana penting untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra. Dalam bisnis ekspor, kesempatan seperti ini sangat bernilai.

Suryaningsih mengatakan, partisipasi dalam pameran BNIXpora di Hong Kong pada tahun lalu menjadi titik penting bagi perluasan ekspor. Melalui business matching, produknya akhirnya bisa masuk ke pasar China. Menurut dia, proses itu membuktikan bahwa dukungan fasilitasi dapat membuka peluang nyata bagi UMKM. Hasilnya pun tidak hanya berhenti pada promosi, tetapi juga pada transaksi bisnis.

Ia menilai keberhasilan ekspor tersebut menjadi contoh bahwa UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global. Kuncinya ada pada riset, relasi, pelatihan, dan keberanian memanfaatkan peluang. Jika empat hal itu dijalankan secara konsisten, produk lokal berpeluang besar menembus pasar luar negeri. Dengan strategi yang tepat, UMKM dapat tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!