PFpreneur 2026 Perkuat Fondasi Wirausaha Perempuan

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 22 Mei 2026 11:17 WIB 6
PFpreneur 2026 Perkuat Fondasi Wirausaha Perempuan

Program PFpreneur 2026 memasuki tahap pra-kurasi secara daring pada Selasa, 21 April, dengan peserta yang lolos dari seleksi administrasi sebanyak 8.196 pendaftar. Tahap awal ini dirancang untuk membekali pelaku usaha perempuan dengan dasar-dasar kewirausahaan sebelum melangkah ke pembinaan lanjutan.

Para peserta akan mengikuti pembelajaran asinkron melalui platform e-learning PFseries, yang memuat video materi, pre-test, dan post-test. Kurikulum yang disiapkan mencakup penguatan mindset wirausaha, analisis pasar dan konsumen, pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan, hingga strategi pemasaran serta peningkatan kapasitas digital.

PFpreneur dan Fondasi Usaha

Pra-kurasi menjadi pintu masuk bagi peserta untuk memahami peran founder dalam membangun usaha yang berkelanjutan. Materi awal juga menekankan pentingnya mengenali karakteristik pelanggan agar produk yang ditawarkan lebih tepat sasaran.

Selain itu, peserta mendapat pembekalan mengenai penentuan nilai produk atau usaha, yang menjadi dasar dalam menyusun arah bisnis. Bekal ini diharapkan membantu mereka memperkuat posisi usaha di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Program ini disusun sebagai tahap awal dari empat tahapan, yakni pra-kurasi, kurasi satu, kurasi dua, dan kurasi final. Alur tersebut memberi kesempatan bagi peserta untuk berkembang secara bertahap sebelum masuk ke program pembinaan yang lebih luas.

PFpreneur dan Pembelajaran Daring

Seluruh proses pembelajaran dijalankan secara asinkron melalui PFseries, sehingga peserta dapat belajar sesuai waktu yang dimiliki. Model ini dipilih agar pelaku usaha tetap dapat menjalankan aktivitas bisnis sambil mengikuti materi pelatihan.

Di dalam platform tersebut, peserta tidak hanya menonton materi video, tetapi juga mengerjakan penugasan yang disiapkan tim penyelenggara. Mekanisme pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah dipelajari.

Pendekatan digital ini dinilai relevan dengan kebutuhan UMKM saat ini, terutama bagi pelaku usaha yang membutuhkan akses pembelajaran fleksibel. Dengan format tersebut, proses peningkatan kapasitas dapat menjangkau peserta dari berbagai daerah secara lebih merata.

PFpreneur Dorong Naik Kelas

Manager SMEPP PT Pertamina (Persero), Fety, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat fondasi pelaku usaha perempuan sebelum mengikuti pembinaan lanjutan. Ia menyebut perempuan pelaku usaha sebagai sosok Kartini yang memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi Indonesia.

Menurut Fety, PFpreneur disiapkan sebagai pembinaan dasar agar womenpreneur memiliki bekal yang lebih kuat untuk berkembang. Setelah itu, peserta diharapkan dapat melanjutkan ke program tingkat lanjut di lingkungan Pertamina Group.

Sejumlah program lanjutan yang menjadi tujuan berikutnya antara lain Pertamina UMK Academy, Pertamina SMEXPO, hingga UMK Go Global. Rangkaian ini menunjukkan bahwa PFpreneur tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari jalur pembinaan yang lebih besar.

PFpreneur dan Dampak Nyata

Sejak dijalankan pada 2020, PFpreneur telah membina 6.325 UMKM perempuan dari berbagai sektor usaha. Bidang yang terlibat meliputi kuliner, fesyen, kerajinan, hingga agribisnis.

Sejumlah peserta telah menunjukkan perkembangan usaha setelah mengikuti program ini. Rifera dari Sumatera Selatan, misalnya, mengembangkan eco-fashion berbahan kulit kayu dan serat alami, lalu usahanya dibina Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan.

Peserta lain, Sofyani Mirah dari Yogyakarta, memulai usaha olahan pisang tanpa pewarna dan pengawet, kemudian melanjutkan ke UMK Academy. Ia juga terlibat dalam Trade Expo Indonesia, menjalin kerja sama dengan pembeli dari China dan Kanada, serta meraih Platinum Award Bina Mitra UMKM 2025.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, mengatakan PFpreneur merupakan ekosistem yang dirancang agar perempuan pelaku usaha bisa mandiri dan menginspirasi. Menurut dia, program ini menegaskan bahwa Pertamina hadir bukan hanya sebagai perusahaan energi, tetapi juga sebagai penggerak keberdayaan perempuan Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!