Pertamina UMK Academy 2025 Latih Ratusan Pelaku Usaha

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 24 Mei 2026 09:20 WIB 6
Pertamina UMK Academy 2025 Latih Ratusan Pelaku Usaha

Ratusan pelaku usaha mikro dan kecil mengikuti pelatihan tematik dalam program Pertamina UMK Academy 2025. Kegiatan ini digelar untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan memperkuat daya saing UMK di berbagai sektor usaha. Pertamina menilai pendekatan berbasis sektor akan membantu pelaku usaha berkembang lebih cepat dan lebih tepat sasaran.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan program ini terus diperbarui agar manfaatnya semakin terasa bagi pelaku usaha. Pelatihan disusun sesuai bidang yang ditekuni peserta, mulai dari craft, furniture, jewelry, food and beverage, agribisnis, jasa, teknologi, fashion, hingga wastra. Menurut dia, pola ini membuat peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga praktik langsung bersama mentor ahli.

UMK Academy dan Pelatihan Tematik

Pertamina menyelenggarakan pelatihan tematik sebagai bagian dari UMK Academy 2025. Program ini dirancang agar peserta memperoleh pengetahuan yang lebih spesifik sesuai bidang usaha masing-masing. Dengan cara itu, pelaku UMK diharapkan dapat menyusun strategi pengembangan yang lebih relevan.

Muhammad Baron menjelaskan bahwa kebutuhan setiap sektor usaha berbeda, sehingga materi pelatihan juga harus berbeda. Peserta kelas fesyen, misalnya, mendapatkan pembahasan mengenai tren mode dan manajemen rantai pasok. Sementara peserta sektor lain menerima materi yang disesuaikan dengan tantangan usaha mereka.

Pendekatan tematik dianggap penting karena dapat membuat pelaku UMK lebih fokus dalam mengembangkan bisnis. Fokus yang tepat diyakini akan membantu mereka bersaing lebih kuat di pasar. Pertamina menargetkan peserta mampu naik kelas dan menjadi pemimpin di sektor masing-masing.

Program ini juga menjadi wadah pertemuan antara pelaku usaha dan para mentor berpengalaman. Interaksi tersebut memberi ruang diskusi langsung mengenai persoalan operasional, pemasaran, dan pengembangan produk. Dari sana, peserta diharapkan memperoleh solusi yang bisa diterapkan segera di bisnis mereka.

Mentor Beri Wawasan Praktis

Sejumlah pemateri profesional hadir dalam pelatihan tematik ini. Mereka antara lain pendiri dan Direktur Kreatif Pyo Jewelry Luthfia Fataty, pemilik Panda Food Stenly Hendi Avanda, serta pendiri Sirtanio Organik Indonesia Ahmad Tessario. Hadir pula pengamat mode sekaligus pendiri Indonesia Fashion Chamber Lisa Fitria.

Luthfia memberikan materi untuk sektor craft, furniture, dan jewelry. Ia membagikan pengalaman sekaligus memaparkan arah tren pasar pada 2026. Materi itu diharapkan membantu peserta membaca peluang produk secara lebih akurat.

Sementara itu, Stenly Hendi Avanda membahas distribusi, promosi, dan pengembangan produk untuk sektor F&B. Ia juga menekankan pentingnya memaksimalkan media sosial sebagai kanal promosi. Menurut dia, pemasaran digital kini menjadi bagian penting dalam pertumbuhan usaha.

Para mentor tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga memberikan contoh penerapan di lapangan. Hal ini membuat peserta lebih mudah memahami langkah yang perlu dilakukan setelah pelatihan selesai. Pertamina menilai metode tersebut lebih efektif dalam mendorong peningkatan kapasitas usaha.

Peserta Rasakan Manfaat Langsung

Peserta pelatihan mengaku memperoleh wawasan baru yang langsung bisa digunakan dalam usaha mereka. Novita Hermawan, pemilik Agrominafiber, mengatakan materi yang diterimanya membuka pandangan tentang tren desain global, manajemen bisnis, dan pemasaran digital. Ia menilai bekal itu penting untuk meningkatkan daya saing produk.

Menurut Novita, pelatihan ini membantu UMKM menghasilkan produk dengan kualitas yang mampu bersaing di pasar internasional. Ia melihat peningkatan kapasitas sebagai syarat penting agar usaha dapat tumbuh lebih stabil. Karena itu, materi yang diberikan dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pelaku usaha kecil.

Pemilik Dara Baro, Dimita Agustin, juga merasakan manfaat serupa setelah mengikuti kelas fesyen. Ia kini lebih memahami cara menghitung ongkos produksi secara efisien. Selain itu, ia mengetahui perbedaan katalog, lookbook, dan line sheet dalam pemasaran.

Dimita menilai kelas tersebut tidak hanya menambah ilmu, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan mereknya. Sementara itu, Achmad Em, pemilik Kopi Kalimantan, mendapat wawasan mengenai strategi pengembangan brand, inovasi produk, dan pengelolaan sumber daya manusia. Ia meyakini pengetahuan itu akan memperkuat posisinya di pasar kopi yang semakin kompetitif.

Sejalan Kebijakan Pemerintah

Pertamina menyebut UMK Academy 2025 selaras dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri kreatif dan mendorong kewirausahaan. Program ini diposisikan sebagai bagian dari upaya memperbesar kontribusi UMKM terhadap ekonomi nasional. Dengan penguatan kapasitas, pelaku usaha diharapkan mampu bertahan sekaligus berkembang.

Inisiatif tersebut juga mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Pertamina menilai pemberdayaan UMK penting karena sektor ini menyerap banyak tenaga kerja dan memiliki dampak luas bagi masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan dilakukan secara berkesinambungan dan terarah.

Melalui pelatihan tematik, Pertamina ingin memastikan peserta tidak berhenti pada pengetahuan dasar. Mereka didorong untuk memahami pasar, membaca tren, dan menata bisnis dengan lebih profesional. Langkah itu diharapkan menghasilkan pelaku usaha yang lebih adaptif menghadapi perubahan.

Dengan semakin banyak UMK yang naik kelas, ekosistem usaha kecil diharapkan menjadi lebih kuat. Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan wirausaha di berbagai daerah. Dukungan itu diarahkan agar pertumbuhan usaha dapat memberi manfaat ekonomi yang lebih luas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!