Pertamina Latih UMKM Ekspor Jelang TEI 2025

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 27 Mei 2026 19:17 WIB 2
Pertamina Latih UMKM Ekspor Jelang TEI 2025

Pertamina menggelar pelatihan ekspor bagi pelaku UMKM binaannya di Gedung PPEJP, Grogol, Jakarta, pada 1 Oktober 2025. Kegiatan ini digelar untuk mempersiapkan peserta menghadapi Trade Expo Indonesia 2025, sekaligus memperkuat kemampuan mereka menembus pasar internasional. Program tersebut juga menjadi tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN. Fokus utamanya adalah mendorong UMKM naik kelas dan berdaya saing global.

Selama tiga hari, para peserta menerima materi dari praktisi berpengalaman mengenai strategi promosi, teknik pitching, temu bisnis, hingga penyusunan kontrak. Mereka juga mengikuti praktik langsung, mulai dari display produk hingga simulasi presentasi di hadapan calon buyer. Kepala PPEJP Sugih Rahmansyah menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang agar peserta lebih siap bersaing di pasar ekspor. Pertamina menilai dukungan tersebut penting untuk memperkuat ekosistem usaha kecil yang siap go global.

UMKM Disiapkan Hadapi TEI

Pelatihan ini menjadi salah satu langkah awal bagi UMKM binaan untuk menatap Trade Expo Indonesia 2025 dengan lebih percaya diri. Ajang tersebut dikenal sebagai salah satu pameran perdagangan terbesar di Asia Tenggara. Karena itu, kesiapan produk saja dinilai belum cukup untuk meraih perhatian buyer internasional. Pelaku usaha juga harus memahami cara mempresentasikan nilai jual produknya secara tepat.

Fety, Manager SMEPP Pertamina, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan kesempatan berharga yang harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Ia berharap peserta memahami setiap materi, lalu segera menerapkannya dalam pengembangan usaha. Menurutnya, pemahaman yang mendalam menjadi bekal penting untuk menghadapi pasar global. Dengan begitu, UMKM tidak hanya siap tampil, tetapi juga mampu bernegosiasi dengan lebih baik.

Materi yang diberikan mencakup strategi promosi di pameran dagang internasional, teknik pitching, business matching, dan penyusunan kontrak. Selain itu, peserta juga dilatih melalui simulasi display produk dan presentasi bisnis. Pendekatan ini membantu mereka memahami proses ekspor secara lebih utuh. Pelatihan semacam ini dinilai relevan untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin kompetitif.

Strategi Promosi Produk Lokal

Salah satu fokus utama pelatihan adalah mengajarkan peserta cara mempromosikan produk secara efektif di hadapan buyer asing. Dalam konteks pameran dagang, tampilan produk, narasi usaha, dan kemampuan komunikasi menjadi faktor penentu. Peserta didorong untuk menampilkan keunggulan produk secara ringkas, jelas, dan meyakinkan. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan peluang terjadinya transaksi bisnis.

Sugih Rahmansyah menjelaskan bahwa PPEJP dan Pertamina memiliki visi yang sama dalam mendukung UMKM agar mampu menembus pasar global. Ia menekankan bahwa sinergi ini penting untuk memperluas jangkauan usaha kecil Indonesia. Dukungan tidak hanya diberikan pada sisi pelatihan, tetapi juga pada kesiapan menghadapi kebutuhan pasar ekspor. Dengan bekal tersebut, UMKM diharapkan lebih percaya diri saat bertemu calon pembeli internasional.

Program ini juga membantu pelaku usaha memahami aspek nonteknis yang kerap menjadi tantangan dalam ekspor. Mulai dari etika berbisnis, penyampaian profil perusahaan, hingga penyusunan penawaran yang profesional, seluruhnya masuk dalam pembekalan. Pengetahuan tersebut penting agar produk lokal tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga kompetitif secara komersial. Langkah ini menjadi fondasi bagi UMKM untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

Peserta Bawa Harapan Ekspor

Salah satu peserta, Gunawan dari UMKM Gun'S Leather asal Garut, menjadi contoh pelaku usaha yang antusias mengikuti program ini. Ia akan membawa produk ramah lingkungan berbahan kulit ke TEI 2025. Menurutnya, kesempatan mengikuti pelatihan ekspor merupakan kebanggaan tersendiri. Ia menilai pengalaman tersebut memberi bekal langsung untuk memperkenalkan produknya ke pasar internasional.

Gunawan mengaku banyak memperoleh wawasan baru tentang strategi memperkenalkan produk di pasar global. Ia berharap hasil pelatihan dapat membantunya menjangkau buyer yang sesuai dengan karakter produknya. Selain itu, ia ingin usahanya dapat membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat Garut. Harapan itu menunjukkan bahwa ekspor UMKM tidak hanya berdampak pada penjualan, tetapi juga pada penyerapan tenaga kerja.

Kehadiran peserta seperti Gunawan memperlihatkan bahwa pelatihan ekspor memberi dampak nyata bagi pelaku usaha kecil. Mereka tidak hanya membawa produk, tetapi juga membawa aspirasi untuk berkembang lebih besar. Dengan dukungan yang tepat, UMKM daerah berpeluang memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah. Kondisi ini menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal maupun nasional.

Pertamina Dukung Daya Saing

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan. Menurutnya, Pertamina ingin memastikan produk UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global. Upaya tersebut sekaligus memperkuat citra bangsa di mata dunia. Karena itu, pelatihan ekspor menjadi langkah nyata untuk mengangkat potensi lokal.

Fadjar menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan visi perusahaan dalam mendorong dampak sosial yang berkelanjutan. Pertamina menilai penguatan kapasitas UMKM merupakan investasi jangka panjang bagi perekonomian nasional. Melalui pembinaan yang konsisten, pelaku usaha diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh lebih agresif. Dampaknya dapat dirasakan pada peningkatan produktivitas dan daya saing sektor riil.

Inisiatif tersebut juga selaras dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya poin tentang penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan kewirausahaan. Pertamina menyebut seluruh upaya ini sejalan dengan komitmen terhadap SDGs dan penerapan ESG di seluruh lini bisnis. Dengan arah kebijakan itu, dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada seremoni pelatihan. Program ini diarahkan menjadi bagian dari kontribusi nyata terhadap ekonomi nasional dan transisi energi berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!