Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah akan membuka penjelasan lengkap soal kebijakan ekspor baru kepada investor dan pelaku usaha sebelum transisi ke PT DSI dimulai pada 1 Juni mendatang. Ia menegaskan masa penyesuaian disiapkan agar pelaku usaha memperoleh informasi yang utuh, sehingga proses perubahan tata kelola ekspor tidak menimbulkan kepanikan di pasar.
Di sisi lain, pengumuman kebijakan baru terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam turut memicu tekanan di pasar saham. Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG sempat berbalik melemah sepanjang perdagangan dan ditutup turun 0,82 persen ke level 6.318,50.
Kebijakan Ekspor Baru
Airlangga menyebut pemerintah akan memberikan penjelasan kepada para investor sebelum transisi ekspor ke PT DSI resmi berlaku. Langkah ini dilakukan agar seluruh pelaku usaha memahami mekanisme baru yang diterapkan pemerintah.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi tahap awal yang penting dalam penerapan kebijakan tersebut. Pemerintah ingin memastikan pelaku usaha memperoleh penjelasan yang lengkap sebelum perubahan sistem berjalan penuh.
Airlangga menyampaikan bahwa kebijakan ini tidak dimaksudkan untuk mengganggu aktivitas ekspor yang sudah berjalan. Ia menegaskan fokus utama pemerintah adalah membangun tata kelola yang lebih transparan dan terukur.
Masa Transisi Tiga Bulan
Pemerintah menyiapkan masa transisi selama tiga bulan untuk memberi ruang penyesuaian bagi pelaku usaha. Dalam periode itu, ekspor masih dapat dilakukan oleh perusahaan masing-masing di sektor yang sudah ada.
Airlangga menjelaskan, komoditas seperti batu bara, CPO, dan feronikel tetap dapat diekspor melalui mekanisme existing. Setiap aktivitas ekspor juga akan disertai pelaporan langsung kepada Danantara.
Ia menambahkan bahwa masa transisi tersebut digunakan untuk menyempurnakan sistem secara bertahap. Dengan demikian, pemerintah berharap penerapan kebijakan baru dapat berjalan mulus tanpa mengganggu arus perdagangan.
Respons Investor Pasar
Pengumuman kebijakan ekspor baru langsung menarik perhatian investor dan pelaku pasar. Sejumlah pelaku usaha menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai skema pelaporan dan peran lembaga baru dalam proses ekspor.
Airlangga menegaskan tidak ada alasan untuk khawatir karena pemerintah menyiapkan penjelasan sebelum implementasi penuh dimulai. Ia memastikan komunikasi akan dilakukan secara terbuka agar pelaku usaha dapat menyesuaikan strategi bisnis mereka.
Dalam konteks pasar, kejelasan kebijakan menjadi faktor penting untuk menjaga sentimen investor. Ketika regulasi dinilai transparan, pelaku pasar cenderung lebih mudah membaca arah kebijakan pemerintah.
Tekanan IHSG Pasca Pengumuman
Data RTI Business menunjukkan IHSG sempat menguat lebih dari 1 persen ke level 6.459,55 sebelum berbalik arah. Setelah pengumuman kebijakan baru, indeks bergerak turun hingga ditutup melemah 52,179 poin.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Level tertinggi intraday | 6.459,55 |
| Penutupan IHSG | 6.318,50 |
| Perubahan harian | -52,179 poin atau -0,82% |
Pelemahan tersebut memperlihatkan pasar masih mencermati dampak kebijakan baru terhadap sektor terkait ekspor sumber daya alam. Meski demikian, pelaku pasar diyakini akan menunggu detail resmi sebelum mengambil keputusan lanjutan.
Di tengah volatilitas pasar, kepastian jadwal transisi menjadi faktor penentu bagi investor. Pemerintah kini dituntut menjaga komunikasi agar kebijakan baru tidak menekan kepercayaan pasar dalam jangka pendek.
