Pertamina Latih UMKM Ekspor Jelang TEI 2025

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 22 Mei 2026 17:52 WIB 5
Pertamina Latih UMKM Ekspor Jelang TEI 2025

Pertamina menggelar pelatihan ekspor bagi UMKM binaan di Gedung PPEJP, Grogol, Jakarta, pada 1 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan peserta untuk tampil di Trade Expo Indonesia 2025, salah satu pameran dagang terbesar di Asia Tenggara. Program tersebut dirancang agar pelaku usaha kecil lebih siap bersaing di pasar global melalui penguatan promosi, pitching, dan negosiasi bisnis.

Pelatihan itu merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN, yang menargetkan UMKM naik kelas. Selain materi kelas, peserta juga mengikuti praktik display produk, presentasi, dan simulasi temu bisnis. Pertamina menegaskan program ini sejalan dengan upaya memperluas lapangan kerja dan memperkuat kontribusi ekonomi nasional.

Pelatihan Ekspor UMKM

Kepala PPEJP, Sugih Rahmansyah, mengatakan pelatihan ini disusun untuk membantu peserta memahami standar pasar ekspor. Ia menilai, kesiapan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan berkomunikasi dengan calon pembeli internasional. Karena itu, materi yang diberikan mencakup strategi promosi hingga penyusunan kontrak dagang.

Sugih menyebut PPEJP dan Pertamina memiliki visi yang sama dalam mendukung UMKM agar berdaya saing. Menurut dia, peserta harus memanfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin agar lebih siap menghadapi persaingan di pasar ekspor. Ia berharap bekal yang diterima dapat menjadi pijakan untuk memperluas pasar usaha.

Selama tiga hari, peserta mendapatkan materi dari praktisi yang berpengalaman di bidang perdagangan internasional. Topik yang dibahas meliputi teknik pitching, business matching, dan cara menampilkan produk secara menarik di pameran dagang. Seluruh sesi dirancang agar peserta memperoleh gambaran nyata tentang dinamika ekspor.

Selain teori, penyelenggara juga menghadirkan praktik langsung yang menekankan kemampuan presentasi dan interaksi dengan buyer. Peserta diminta menyusun display produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar tujuan. Pendekatan ini diharapkan membuat pelaku usaha lebih percaya diri saat mengikuti ajang internasional.

Bekal Menuju TEI

Fety, Manager SMEPP Pertamina, mengatakan pelatihan ini menjadi kesempatan berharga yang harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Ia meminta peserta menyimak setiap materi, lalu segera menerapkannya dalam pengembangan usaha. Menurut dia, pemahaman yang mendalam sangat penting agar UMKM siap memasuki pasar global.

Ia menambahkan, ajang Trade Expo Indonesia 2025 menjadi momentum besar bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada buyer internasional. Karena itu, pelatihan tidak hanya menyiapkan sisi produk, tetapi juga strategi promosi dan negosiasi bisnis. Fety menilai kesiapan yang menyeluruh akan meningkatkan peluang transaksi.

Peserta juga diajak memahami peran pameran dagang sebagai etalase utama untuk memperluas jejaring bisnis. Dalam forum seperti TEI, kesan awal dari tampilan produk dan cara presentasi sangat menentukan minat pembeli. Pelatihan ini membantu peserta membangun keunggulan sejak tahap persiapan.

Dengan bekal tersebut, UMKM binaan diharapkan tidak sekadar hadir sebagai peserta, tetapi mampu tampil kompetitif. Penyusunan materi yang aplikatif menjadi salah satu kunci agar mereka lebih mudah beradaptasi dengan tuntutan pasar ekspor. Hal ini sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha untuk menambah mitra dagang baru.

Dampak Bagi Peserta

Salah satu peserta, Gunawan dari UMKM Gun'S Leather asal Garut, akan membawa produk ramah lingkungan berbahan kulit ke TEI 2025. Ia mengaku antusias karena bisa mengikuti pelatihan yang memberi wawasan langsung tentang pasar internasional. Bagi dia, kesempatan ini menjadi langkah penting untuk memperkenalkan produk daerah ke level yang lebih luas.

Gunawan menyampaikan rasa bangga dan beruntung bisa mengikuti program tersebut. Ia menilai pelatihan ekspor Pertamina memberinya pemahaman baru tentang cara memperkenalkan produk dengan strategi yang tepat. Menurut dia, pengalaman itu sangat berguna untuk memperkuat kepercayaan diri saat bertemu buyer.

Ia juga berharap produknya dapat diterima pasar luar negeri dan membuka peluang kerja lebih luas di Garut. Harapan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan ekspor tidak hanya berdampak pada penjualan, tetapi juga pada penyerapan tenaga kerja. Dengan pasar yang lebih besar, usaha kecil dapat tumbuh menjadi penggerak ekonomi lokal.

Pengalaman peserta seperti Gunawan memperlihatkan bahwa pelatihan semacam ini memiliki nilai praktis yang tinggi. UMKM tidak hanya mendapat teori, tetapi juga arahan yang bisa langsung diterapkan dalam kegiatan bisnis sehari-hari. Dalam jangka panjang, pembekalan ini dapat memperkuat kesiapan mereka menembus rantai pasok global.

Dukungan Pertamina Berkelanjutan

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan. Pertamina ingin memastikan produk UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global sekaligus menguatkan citra bangsa. Menurut dia, langkah tersebut adalah bentuk nyata dukungan terhadap potensi lokal.

Fadjar menjelaskan bahwa program pelatihan ekspor dirancang untuk memberi dampak langsung pada perkembangan usaha binaan. Ia menilai penguatan kapasitas UMKM akan berdampak pada peningkatan kualitas produk dan perluasan pasar. Dengan begitu, pelaku usaha dapat naik kelas secara lebih terukur dan berkelanjutan.

Ia juga menyebut kegiatan ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya pada aspek penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan kewirausahaan. Kesesuaian itu menunjukkan bahwa program korporasi dapat mendukung agenda pembangunan nasional. Pertamina menempatkan pemberdayaan UMKM sebagai bagian dari kontribusi ekonomi yang lebih luas.

Perusahaan menegaskan komitmennya untuk mendukung target net zero emission 2060 melalui program yang selaras dengan Sustainable Development Goals dan penerapan Environmental, Social & Governance. Dalam konteks ini, pemberdayaan UMKM menjadi salah satu jalur untuk menghasilkan dampak sosial dan ekonomi yang nyata. Dukungan berkelanjutan diharapkan membuat lebih banyak pelaku usaha lokal mampu menembus pasar ekspor.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!