Pertamina Latih UMKM Ekspor Jelang TEI 2025

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 29 Mei 2026 00:51 WIB 2
Pertamina Latih UMKM Ekspor Jelang TEI 2025

Pertamina bersama Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) menggelar pelatihan ekspor bagi pelaku UMKM di Gedung PPEJP, Grogol, Jakarta, pada 1 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti peserta binaan yang sebagian besar juga dijadwalkan tampil pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, salah satu pameran perdagangan terbesar di Asia Tenggara.

Pelatihan tersebut menjadi tindak lanjut nota kesepahaman antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN, dengan fokus mendorong UMKM naik kelas. Para peserta dibekali keterampilan promosi, pitching, temu bisnis, hingga penyusunan kontrak, agar lebih siap bersaing di pasar global.

Pelatihan Ekspor UMKM

Kepala PPEJP, Sugih Rahmansyah, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha kecil dan menengah. Ia menyebut PPEJP dan Pertamina memiliki visi yang sama, yakni mendorong UMKM berdaya saing dan mampu menembus pasar global.

Sugih menambahkan, peserta diharapkan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan baik. Menurut dia, kesiapan ekspor tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh pemahaman pasar dan strategi penjualan.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi dari praktisi berpengalaman yang memahami dinamika perdagangan internasional. Materi yang diberikan mencakup strategi promosi di pameran dagang, teknik pitching, business matching, dan penyusunan kontrak.

Program ini juga menekankan praktik langsung agar peserta tidak hanya memahami teori. Mereka dilatih menata display produk, menyampaikan presentasi, dan mengikuti simulasi temu bisnis dengan pendekatan yang lebih realistis.

Strategi Ekspor TEI

Pelatihan ini diposisikan sebagai persiapan menuju TEI 2025, yang menjadi panggung penting bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada buyer internasional. Ajang tersebut dinilai sebagai momentum strategis untuk membuka peluang ekspor yang lebih luas.

Fety, Manager SMEPP Pertamina, mengatakan pelatihan ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya kesungguhan dalam menyerap materi, lalu menerapkannya dalam pengembangan usaha.

Menurut Fety, pemahaman yang mendalam atas materi pelatihan akan sangat menentukan kesiapan UMKM menghadapi pasar global. Karena itu, peserta didorong untuk tidak hanya hadir, tetapi juga aktif mengasah kemampuan negosiasi dan promosi.

Ia menambahkan, persiapan menuju TEI tidak cukup hanya dengan produk yang bagus. Pelaku usaha juga harus matang dalam menyusun strategi komunikasi bisnis agar mampu menarik perhatian calon pembeli dari luar negeri.

Dukungan Ekspor Pertamina

Wakil Presiden Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menyatakan inisiatif ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung daya saing bangsa. Menurut dia, pelatihan ekspor menjadi salah satu cara konkret untuk mengangkat potensi lokal ke panggung internasional.

Fadjar menegaskan, Pertamina ingin memastikan produk UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global. Ia menyebut upaya tersebut juga berkontribusi pada penguatan citra Indonesia di mata dunia.

Program ini, kata Fadjar, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Pertamina menempatkan penguatan UMKM sebagai bagian dari langkah bisnis yang memberi dampak sosial lebih luas.

Pertamina juga menautkan program ini dengan penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini usaha. Perusahaan menyebut dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari transisi energi yang tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.

Dampak Ekspor UMKM

Kegiatan ini dinilai relevan dengan Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya pada poin peningkatan lapangan kerja berkualitas dan dorongan terhadap kewirausahaan. Pelatihan ekspor diharapkan mampu memperkuat industri kreatif sekaligus membuka peluang usaha baru.

Salah satu peserta, Gunawan dari UMKM Gun'S Leather asal Garut, menjadi contoh pelaku usaha yang siap memanfaatkan kesempatan tersebut. Ia akan membawa produk kulit ramah lingkungan ke TEI 2025 dan berharap bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Gunawan mengaku bangga dapat mengikuti pelatihan ekspor yang diselenggarakan Pertamina. Ia menilai materi yang diberikan sangat berguna untuk memahami cara memperkenalkan produk di pasar internasional dengan strategi yang tepat.

Ia berharap produknya dapat diterima buyer dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat Garut. Dengan dukungan pelatihan ini, UMKM binaan diharapkan semakin siap menembus ekspor, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!