Pertamina Kurasi PFpreneur 2026 untuk Perempuan Wirausaha

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 21 Mei 2026 19:27 WIB 7
Pertamina Kurasi PFpreneur 2026 untuk Perempuan Wirausaha

Pertamina menggelar kurasi Program PFpreneur 2026 secara daring pada Selasa, 21 April, sebagai tahap awal pembinaan bagi pelaku usaha perempuan yang lolos seleksi administrasi. Dari total 8.196 pendaftar, peserta terpilih akan mengikuti pra-kurasi sebelum melaju ke tahap berikutnya.

Program ini dirancang untuk memperkuat fondasi usaha melalui pembekalan dasar, mulai dari peran founder, pemahaman karakter pelanggan, hingga penentuan nilai produk. Perseroan menegaskan, PFpreneur menjadi pintu masuk menuju pembinaan lanjutan bagi UMKM perempuan agar naik kelas dan lebih berdaya saing.

Bekal Awal Peserta

Peserta yang masuk tahap pra-kurasi akan mendapat pembelajaran dasar usaha sebagai pondasi sebelum mengikuti proses pembinaan yang lebih intensif. Materi yang diberikan mencakup penguatan pola pikir wirausaha, analisis pasar, dan pemahaman konsumen.

Program ini juga membahas pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan, agar pelaku usaha memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menjalankan bisnis. Selain itu, peserta diarahkan memahami strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Seluruh pembelajaran dilakukan secara asinkron melalui platform e-learning PFseries. Di dalamnya tersedia materi video, pre-test, dan post-test yang harus dikerjakan peserta selama proses pra-kurasi.

Tahapan Pembinaan PFpreneur

Pra-kurasi merupakan tahap pertama dari empat tahapan dalam program PFpreneur 2026. Setelah itu, peserta akan mengikuti kurasi satu, kurasi dua, dan kurasi final sebelum dinyatakan lolos ke pembinaan berikutnya.

Skema bertahap ini disusun untuk memastikan peserta memperoleh pemahaman yang memadai sebelum masuk ke program lanjutan. Dengan cara itu, Pertamina ingin menjaga kualitas pembinaan dan relevansinya bagi kebutuhan usaha kecil.

Manager SMEPP PT Pertamina, Fety, menyebut program ini ditujukan untuk memperkuat fondasi pelaku usaha perempuan. Ia menilai perempuan wirausaha memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi nasional dan perlu mendapat dukungan yang terstruktur.

Dampak Bagi UMKM

Sejak dijalankan pada 2020, PFpreneur telah membina 6.325 UMKM perempuan dari berbagai sektor usaha. Bidang yang banyak terlibat antara lain kuliner, fesyen, kerajinan, dan agribisnis.

Program ini disebut menjadi tahap awal sebelum peserta masuk ke pembinaan lanjutan seperti Pertamina UMK Academy, Pertamina SMEXPO, hingga UMK Go Global. Jalur berjenjang tersebut dirancang agar pelaku usaha memiliki kesiapan lebih kuat untuk memperluas pasar.

Pertamina menilai pembinaan yang tepat dapat membantu UMKM perempuan tumbuh lebih stabil dan berkelanjutan. Pendampingan tersebut juga diharapkan mendorong pelaku usaha agar lebih percaya diri dalam mengembangkan bisnis.

Kisah Para Peserta

Salah satu peserta, Rifera dari Sumatera Selatan, mengembangkan produk eco-fashion berbahan kulit kayu dan serat alami. Usaha yang semula berskala rumahan kini menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan.

Rifera juga ikut tampil dalam Pameran Produk Unggulan Sumatera Selatan 2026. Pengalamannya menunjukkan bahwa pembinaan yang terarah dapat membuka akses promosi yang lebih luas bagi pelaku UMKM.

Peserta lain, Sofyani Mirah dari Yogyakarta, memulai usaha olahan pisang tanpa pewarna dan pengawet. Setelah mengikuti program, ia melanjutkan ke UMK Academy, mengikuti Trade Expo Indonesia, menjalin kerja sama dengan pembeli dari China dan Kanada, serta meraih Platinum Award Bina Mitra UMKM 2025.

Ekosistem Perempuan Mandiri

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, mengatakan PFpreneur bukan sekadar program pelatihan. Menurut dia, program ini dibangun sebagai ekosistem agar perempuan pelaku usaha dapat tumbuh mandiri dan memberi dampak bagi lingkungan sekitarnya.

Ia menegaskan bahwa semangat Kartini menjadi inspirasi dalam pemberdayaan perempuan melalui wirausaha. Karena itu, program ini diarahkan untuk membantu peserta menghidupi diri sendiri sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi orang lain.

Pertamina menyebut kehadiran PFpreneur menegaskan peran perusahaan bukan hanya di sektor energi, tetapi juga sebagai penggerak keberdayaan perempuan Indonesia. Melalui pembinaan ini, perseroan berharap lebih banyak womenpreneur mampu naik kelas dan memperkuat ekonomi keluarga serta komunitas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!