Penetrasi pasar UMKM binaan Pertamina terus menunjukkan tren positif pada ajang Inabuyer B2B2G Expo 2026. Total nilai transaksi mencapai Rp 10,6 miliar, mencakup transaksi ritel sebesar Rp 1,8 miliar dan potensi business matching sebesar Rp 8,8 miliar. Angka tersebut mencerminkan sinergi antara UMKM dengan program pembinaan Pertamina untuk memperluas akses pasar.
Pertamina secara aktif memfasilitasi enam UMKM binaan untuk mengikuti sesi business matching dengan buyer potensial. Para peserta berasal dari sektor pemerintah, BUMN, dan swasta. Kegiatan ini diharapkan membuka peluang kemitraan jangka panjang bagi UMKM.
Selain itu, beberapa UMKM yang hadir mendapat perhatian besar dari pembeli dan pengunjung terkait kualitas produk dan inovasi. Keberhasilan penjualan dan minat pasar diharapkan dapat mempercepat naik kelas UMKM. Pertamina menegaskan komitmennya dalam mendorong UMKM mandiri dan berdaya saing.
| Jenis | Nilai |
|---|---|
| Transaksi UMKM binaan | Rp 10,6 miliar |
| Transaksi ritel | Rp 1,8 miliar |
| Potensi business matching | Rp 8,8 miliar |
Langkah Strategis MoU
Penandatanganan nota kesepahaman MoU dilakukan antara UMKM Agrominafiber dan Rendang Gadih. Langkah ini menjadi sinyal jelas komitmen Pertamina dalam memperluas pengembangan usaha UMKM binaannya. MoU diharapkan mempercepat kolaborasi antara UMKM dengan jaringan buyer, pemerintah, dan korporasi.
Pemilik UMKM menyatakan bahwa inisiatif ini meningkatkan kepercayaan pasar dan memperluas peluang pasar. Dukungan pendampingan Pertamina memberikan landasan bagi pertumbuhan kapasitas produksi dan akses pasar. Keduanya menyebut momentum Inabuyer sebagai peluang untuk memperluas jejaring bisnis.
Pertamina melihat Inabuyer sebagai ekosistem yang memperkuat rantai pasok nasional dan mendorong UMKM untuk mandiri. Kebijakan ini selaras dengan arah ekonomi nasional yang mendorong sektor riil. Pelaku UMKM berharap program pembinaan terus berlanjut dengan hasil yang berkelanjutan.
Arah dampak ke depan
Pertamina menegaskan komitmen memperkuat program pembinaan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kerakyatan. Keterlibatan langsung dengan buyer potensial diharapkan membuka akses ke rantai pasok nasional. Dampaknya diharapkan meningkatkan daya saing UMKM binaan secara berkelanjutan.
Para analis industri menilai momentum ini sebagai contoh nyata sinergi antara energi dan sektor UMKM. Pertamina berencana memperluas program pembinaan ke lebih banyak UMKM binaan. Pembelajaran dari Inabuyer diharapkan menjadi model bagi kolaborasi publik-swasta serupa di masa depan.
Secara keseluruhan, upaya ini diharapkan meningkatkan inklusivitas ekonomi dan memperkuat stabilitas rantai pasok nasional. Pertamina berupaya menjaga keberlanjutan program pembinaan jangka panjang. UMKM binaan diharapkan mampu tumbuh menjadi pelaku industri yang mandiri dan berdaya saing.
