Pertamina Dorong UMKM, Rutan Kebumen Olah Limbah Pisang

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 26 Mei 2026 18:12 WIB 2
Pertamina Dorong UMKM, Rutan Kebumen Olah Limbah Pisang

PT Pertamina (Persero) memperkuat komitmennya dalam pengembangan UMKM melalui Program Pertapreneur Aggregator, dengan mendorong kolaborasi antara UMKM binaan PT Agrominafiber Java Indonesia dan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kebumen. Kerja sama ini berfokus pada pengolahan limbah pelepah pisang menjadi serat alami bernilai ekonomi, sekaligus membuka ruang pemberdayaan bagi warga binaan.

Program tersebut telah memasuki tahap produksi awal, setelah Agrominafiber menyalurkan sekitar satu ton bahan baku ke Rutan Kebumen dalam waktu satu minggu. Ke depan, perusahaan menargetkan sekitar 30 persen dari kebutuhan bahan baku sebanyak 15 ton per bulan dapat dipasok dari hasil produksi warga binaan.

Pertamina dan UMKM

Direktur PT Agrominafiber Java Indonesia, Novita, mengatakan pelepah pisang memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri kerajinan dan material berkelanjutan. Produk berbasis serat alami itu dinilai semakin diminati pasar ekspor karena memiliki nilai guna yang tinggi.

Menurut Novita, pelibatan warga binaan dalam rantai produksi memberi manfaat ganda, baik dari sisi bisnis maupun sosial. Ia menekankan bahwa proses ini juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan yang nyata dan terukur.

Agrominafiber dan Rutan Kebumen memulai kerja sama tersebut melalui pelatihan perdana yang langsung diikuti tindak lanjut produksi. Perusahaan juga menyiapkan skema pasokan bahan baku yang lebih terstruktur agar kegiatan berjalan berkelanjutan.

Produksi Serat Pelepah Pisang

Dari hasil pelatihan awal, warga binaan telah mampu memproduksi serat pelepah pisang dengan kualitas yang terus meningkat. Target produksi ditetapkan sekitar tiga ton per bulan untuk mendukung kebutuhan industri.

Saat ini, sekitar 60 persen produk telah memenuhi standar kualitas perusahaan, sementara sisanya masih dalam tahap penyempurnaan teknik. Pendampingan diberikan secara langsung agar hasil produksi lebih rapi dan konsisten.

Tim Agrominafiber juga menerapkan prinsip zero waste dalam pengelolaan bahan baku. Pendekatan ini diharapkan membuat proses produksi lebih efisien dan ramah lingkungan.

Dukungan Rutan Kebumen

Kepala Rutan Kelas IIB Kebumen, Pramu Sapta, menilai respons awal terhadap kerja sama ini cukup positif. Ia menyebut perkembangan program terlihat baik meski belum genap satu bulan berjalan.

Pramu menambahkan, mitra usaha juga melihat prospek kerja sama tersebut cukup menjanjikan. Menurut dia, nilai program ini bukan hanya pada bisnis, tetapi juga pada dampak sosial yang dihasilkan.

Ia berharap keterlibatan warga binaan tidak berhenti pada masa pelatihan semata. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Pendampingan Pertamina Berlanjut

Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina, Bima, meninjau langsung program di Rutan Kebumen pada Senin, 26 Januari. Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program sesuai standar dan berorientasi jangka panjang.

Bima menilai sinergi antara Agrominafiber dan Rutan Kebumen merupakan langkah strategis untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku. Ia menyebut fokus pendampingan berikutnya adalah kualitas dan ketepatan waktu produksi.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari sinergi Pertamina dalam memperkuat UMKM. Melalui pendampingan intensif selama enam bulan, Pertamina berharap model ini dapat menjadi contoh pengembangan UMKM yang berdaya saing dan memberi dampak sosial berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!