Pertamina Dorong UMKM Lewat Serat Pelepah Pisang di Rutan Kebumen

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 02 Juni 2026 13:53 WIB 4
Pertamina Dorong UMKM Lewat Serat Pelepah Pisang di Rutan Kebumen

PT Pertamina (Persero) memperkuat komitmennya dalam pengembangan UMKM melalui Program Pertapreneur Aggregator dengan menggandeng PT Agrominafiber Java Indonesia dan Rutan Kelas IIB Kebumen. Kolaborasi ini berfokus pada pengolahan limbah pelepah pisang menjadi serat alami yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.

Program tersebut tidak hanya menargetkan penguatan usaha, tetapi juga membuka ruang keterlibatan warga binaan dalam rantai produksi yang nyata. Pertamina berharap model ini dapat menjadi contoh pengembangan UMKM yang berdaya saing sekaligus memberi dampak sosial berkelanjutan.

Pertapreneur Dorong UMKM

Program Pertapreneur Aggregator menjadi wadah bagi Pertamina untuk mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah secara lebih terarah. Melalui skema ini, mitra binaan didorong membangun kapasitas produksi, kualitas, dan akses pasar.

Dalam implementasinya, Pertamina menggandeng Agrominafiber sebagai UMKM binaan yang memiliki produk berbasis serat pelepah pisang. Pendekatan ini dipilih karena memiliki peluang bisnis yang luas, terutama pada sektor kerajinan dan material berkelanjutan.

Direktur PT Agrominafiber Java Indonesia, Novita, menilai pelepah pisang memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri. Menurut dia, serat tersebut dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor yang terus mencari produk ramah lingkungan.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan warga binaan dalam proses produksi memberi nilai tambah yang lebih luas. Selain menekan limbah, model ini juga membuka kesempatan kerja terampil bagi peserta program.

Kolaborasi Serat Pisang

Kerja sama antara Agrominafiber dan Rutan Kebumen berangkat dari pemanfaatan limbah pelepah pisang yang selama ini kerap terbuang. Bahan tersebut kemudian diolah menjadi serat alami yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan industri.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menciptakan proses produksi yang lebih efisien dan berorientasi pada keberlanjutan. Dengan prinsip zero waste, seluruh tahapan diarahkan agar bahan baku dimanfaatkan secara optimal.

Dalam waktu satu minggu setelah pelatihan perdana, Agrominafiber telah menyalurkan sekitar satu ton bahan baku ke Rutan Kebumen. Pasokan tersebut menjadi langkah awal untuk menguji kesiapan produksi dan konsistensi hasil kerja warga binaan.

Ke depan, sekitar 30 persen kebutuhan bahan baku perusahaan yang mencapai 15 ton direncanakan dipasok dari hasil produksi warga binaan. Skema ini menunjukkan bahwa kolaborasi tersebut mulai bergerak dari pelatihan menuju rantai usaha yang lebih nyata.

Produksi Warga Binaan

Kepala Rutan Kelas IIB Kebumen, Pramu Sapta, menyebut respons awal terhadap program ini cukup positif. Ia menilai keterlibatan warga binaan memberi peluang baru yang bermanfaat selama menjalani masa pembinaan.

Menurut dia, laporan dari jajaran menunjukkan perkembangan yang baik meski program belum berjalan satu bulan penuh. Dari sisi mitra usaha, prospek kerja sama ini juga dinilai menjanjikan secara bisnis maupun sosial.

Dari hasil pelatihan awal, warga binaan telah mampu memproduksi serat pelepah pisang dengan kualitas yang terus meningkat. Target produksi ditetapkan sekitar tiga ton per bulan dengan standar mutu yang terus diperbaiki.

Saat ini, sekitar 60 persen produk telah memenuhi standar kualitas perusahaan, sementara sisanya masih dalam tahap penyempurnaan teknik. Tim Agrominafiber juga memberikan pendampingan langsung dalam teknik produksi, kerapian produk, dan pengelolaan bahan baku.

Dampak Sosial Berkelanjutan

Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina, Bima, menilai sinergi ini sebagai langkah strategis untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku. Menurut dia, kerja sama tersebut memiliki potensi besar karena hasilnya dapat terlihat dalam waktu relatif cepat.

Bima menekankan bahwa fokus pendampingan ke depan ada pada kualitas dan ketepatan waktu produksi. Dua aspek itu dinilai penting agar kolaborasi dapat bertahan dalam jangka panjang dan memberi hasil bisnis yang konsisten.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan program ini merupakan hasil sinergi antara Rutan Kebumen dan PT Agrominafiber Java Indonesia. Ia menyebut pendampingan intensif akan terus dilakukan selama enam bulan ke depan.

Menurut Baron, Pertamina berharap model kolaborasi ini bisa menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis agregasi. Selain kuat secara usaha, program tersebut juga diharapkan menghadirkan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!