Pertamina Dorong UMKM Lewat Olahan Limbah Pelepah Pisang

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 30 Mei 2026 21:52 WIB 2
Pertamina Dorong UMKM Lewat Olahan Limbah Pelepah Pisang

PT Pertamina (Persero) mendorong pengembangan UMKM melalui Program Pertapreneur Aggregator dengan menggandeng UMKM binaan, PT Agrominafiber Java Indonesia, dan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kebumen. Kolaborasi ini berfokus pada pengolahan limbah pelepah pisang menjadi serat alami bernilai ekonomi, sekaligus membuka peluang keterampilan bagi warga binaan.

Program tersebut mendapat peninjauan langsung dari Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina pada Senin, 26 Januari, untuk memastikan pelaksanaannya sesuai standar dan berkelanjutan. Selain memperkuat rantai pasok bahan baku, inisiatif ini juga ditargetkan memberi manfaat sosial jangka panjang bagi para peserta program.

Kolaborasi UMKM dan Rutan

Direktur PT Agrominafiber Java Indonesia, Novita, menilai pelepah pisang memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri kerajinan dan material berkelanjutan. Menurut dia, komoditas tersebut juga diminati pasar ekspor karena karakteristiknya yang ramah lingkungan.

Agrominafiber kemudian menjalin kerja sama dengan Rutan Kebumen untuk melibatkan warga binaan dalam proses produksi serat pelepah pisang. Novita menegaskan, keterlibatan langsung tersebut dirancang agar para warga binaan dapat masuk ke rantai produksi yang nyata dan bernilai.

Kolaborasi ini menjadi praktik konkret dari pengembangan UMKM berbasis agregasi yang diusung Pertamina. Skema tersebut menghubungkan kebutuhan industri dengan potensi produksi di lingkungan pemasyarakatan.

Pasokan Bahan Baku Meningkat

Sebagai tindak lanjut pelatihan perdana, Agrominafiber telah menyalurkan sekitar satu ton bahan baku ke Rutan Kebumen hanya dalam waktu satu minggu. Langkah ini menunjukkan bahwa proses produksi awal dapat berjalan dengan cepat dan terukur.

Ke depan, perusahaan menargetkan sekitar 30 persen kebutuhan bahan baku, dari total 15 ton, dapat dipasok dari hasil produksi warga binaan. Target tersebut diharapkan memperkuat kesinambungan usaha sekaligus membuka ruang ekonomi baru.

Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina menilai pasokan dari Rutan Kebumen memiliki prospek yang menjanjikan. Fokus pendampingan diarahkan pada kualitas produk, ketepatan waktu produksi, dan konsistensi suplai.

Pelatihan Warga Binaan Berlanjut

Kepala Rutan Kelas IIB Kebumen, Pramu Sapta, menyebut respons awal terhadap kerja sama ini cukup positif. Ia mengapresiasi perkembangan program yang dinilai mulai menunjukkan hasil meski belum genap satu bulan berjalan.

Menurut Pramu, keterlibatan Pertamina melalui asesor agregator membuat arah program menjadi lebih jelas. Ia berharap pelatihan yang diberikan tidak berhenti pada tahap keterampilan dasar semata.

Pramu menambahkan, bekal yang diperoleh warga binaan diharapkan bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat. Dengan begitu, program ini tidak hanya mendukung pembinaan, tetapi juga membantu reintegrasi sosial.

Target Produksi dan Standar

Dari hasil pelatihan awal, warga binaan telah mampu memproduksi serat pelepah pisang dengan kualitas yang terus meningkat. Target produksi ditetapkan sekitar tiga ton per bulan untuk memenuhi kebutuhan mitra usaha.

Saat ini, sekitar 60 persen produk telah memenuhi standar kualitas perusahaan, sementara sisanya masih dalam tahap penyempurnaan teknik. Tim Agrominafiber terus memberikan bimbingan langsung agar hasil produksi semakin seragam.

Pendampingan tersebut mencakup teknik produksi, peningkatan kerapian produk, hingga pengelolaan bahan baku berbasis prinsip zero waste. Pertamina menegaskan, model ini diharapkan menjadi contoh pengembangan UMKM yang berdaya saing sekaligus memberi dampak sosial berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!